Total 1.158 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, 769 Sembuh, 84 Meninggal

Kompas.com - 10/07/2020, 12:27 WIB
Seorang pegawai terlihat memakai masker untuk melindungi diri dari virus corona, saat membersihkan jendela toko sepatu di pusat perbelanjaan Seoul, ibu kota Korea Selatan, pada 12 Juni 2020. AP/AHN YOUNG-JOONSeorang pegawai terlihat memakai masker untuk melindungi diri dari virus corona, saat membersihkan jendela toko sepatu di pusat perbelanjaan Seoul, ibu kota Korea Selatan, pada 12 Juni 2020.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri memberikan informasi terbaru mengenai kondisi warga negara Indonesia yang terpapar virus corona.

Menurut Kemenlu, tidak ada penambahan WNI positif Covid-19 di luar negeri dalam 24 jam terakhir.

Hingga Jumat (10/7/2020) pukul 08.00 WIB, total WNI positif Covid-19 berjumlah 1.158 orang.

"Total WNI terkonfirmasi Covid-19 di luar negeri adalah 1.158," demikian bunyi keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri melalui akun Twitter @Kemlu_RI, Jumat.

Baca juga: Antisipasi Penularan Covid-19 Lewat Udara, Pemerintah: Wajib Pakai Masker!

Dari total kasus positif tersebut, 769 orang dinyatakan sembuh, 84 orang meninggal dunia, dan 305 orang dalam perawatan.

Penambahan 4 kasus sembuh hari ini terkonfirmasi di Korea Selatan.

"WNI sembuh dari Covid-19 di Korea Selatan," tulis Kemenlu.

Berikut rincian WNI positif Covid-19 di berbagai negara hingga Jumat (10/7/2020):

1. Amerika Serikat: 81 WNI (59 sembuh, 6 stabil, 16 meninggal)

2. Arab Saudi: 173 WNI (52 sembuh, 80 stabil, 41 meninggal)

Baca juga: Komunikasi dengan Dubes Saudi, Menag: 70 Persen Kuota Haji 2020 untuk Ekspatriat

3. Australia: 2 WNI (stabil)

4. Bahrain: 1 WNI (sembuh)

5. Bangladesh: 1 WNI (stabil)

6. Belanda: 8 WNI (3 sembuh, 1 stabil, 4 meninggal)

7. Belgia: 3 WNI (2 sembuh, 1 stabil)

8. Brunei Darussalam: 5 WNI (sembuh)

9. Chile: 1 WNI (stabil)

10. Ekuador: 1 WNI (sembuh)

11. Ethiopia: 1 WNI (sembuh)

12. Filipina: 2 WNI (1 sembuh, 1 stabil)

13. Finlandia: 1 WNI (sembuh)

14. Hong Kong (RRT): 2 WNI (stabil)

15. India: 75 WNI (sembuh)

16. Inggris: 20 WNI (17 sembuh, 3 meninggal)

17. Irlandia: 1 WNI (sembuh)

18. Italia: 3 WNI (sembuh)

19. Jepang : 2 WNI (sembuh)

20. Jerman: 12 WNI (7 sembuh, 4 stabil, 1 meninggal)

21. Kamboja: 3 WNI (2 sembuh, 1 stabil)

22. Kanada: 4 WNI (stabil)

23. Maladewa: 1 WNI (stabil)

24. Makedonia Utara: 1 WNI (stabil)

25. Meksiko: 2 WNI (1 sembuh, 1 stabil)

26. Mesir: 1 WNI (stabil)

27. Kazakhstan: 1 WNI (sembuh)

28. Korea Selatan: 8 WNI (5 sembuh, 3 stabil)

29. Kuwait: 96 WNI (83 sembuh, 10 stabil, 3 meninggal)

30. Makau (RRT): 3 WNI (sembuh)

31. Malaysia: 167 WNI (47 sembuh, 118 stabil, 2 meninggal)

32. Oman: 2 WNI (1 sembuh; 1 stabil)

33. Pakistan: 33 WNI (32 sembuh, 1 stabil)

34. Prancis: 4 WNI (3 sembuh, 1 stabil)

35. UEA: 55 WNI (45 sembuh, 5 stabil, dan 5 meninggal)

36. Qatar: 97 WNI (68 sembuh, 28 stabil, 1 meninggal)

37. Rusia: 19 WNI (sembuh)

38. Singapura: 57 WNI (47 sembuh, 8 stabil, 2 meninggal)

39. Spanyol: 13 WNI (sembuh)

40. Swedia: 1 WNI (stabil)

41. Taiwan: 3 WNI (sembuh)

42. Thailand: 1 WNI (sembuh)

43. Turki: 2 WNI (1 sembuh, 1 meninggal)

44. Vatikan: 8 WNI (sembuh)

45. Vietnam: 1 WNI (stabil)

46. Kapal pesiar: 180 WNI (154 sembuh, 21 stabil, 5 meninggal)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Dalami Dugaan Korupsi Nurdin Abdullah Mengalir ke Biaya Kampanye Gubernur

KPK Dalami Dugaan Korupsi Nurdin Abdullah Mengalir ke Biaya Kampanye Gubernur

Nasional
Aturan Investasi Miras Dicabut, PBNU: Apresiasi Presiden yang Mau Menerima Masukan Ulama

Aturan Investasi Miras Dicabut, PBNU: Apresiasi Presiden yang Mau Menerima Masukan Ulama

Nasional
Puan Minta Pemerintah Lindungi Pelaku Budaya dan Pariwisata Terdampak Pandemi

Puan Minta Pemerintah Lindungi Pelaku Budaya dan Pariwisata Terdampak Pandemi

Nasional
Setahun Pandemi, Persi: Rumah Sakit Alami Krisis Keuangan

Setahun Pandemi, Persi: Rumah Sakit Alami Krisis Keuangan

Nasional
Kongres XI AJI, Sasmito dan Ika Ningtyas Terpilih Jadi Ketua Umum-Sekjen

Kongres XI AJI, Sasmito dan Ika Ningtyas Terpilih Jadi Ketua Umum-Sekjen

Nasional
Tinjau Vaksinasi Prajurit TNI, Kasum Harap Bisa Bantu Pemda Laksanakan Protokol Kesehatan

Tinjau Vaksinasi Prajurit TNI, Kasum Harap Bisa Bantu Pemda Laksanakan Protokol Kesehatan

Nasional
Perpres yang Atur Investasi Miras Dicabut, Istana: Tindak Lanjut Segera Disampaikan

Perpres yang Atur Investasi Miras Dicabut, Istana: Tindak Lanjut Segera Disampaikan

Nasional
Kunjungi Banyuwangi, Puan Maharani Puji Vaksinasi di Puskesmas Kabat

Kunjungi Banyuwangi, Puan Maharani Puji Vaksinasi di Puskesmas Kabat

Nasional
Setahun Pandemi, Kawal Covid-19 Sebut Pengetesan dan Pelacakan Masih Bermasalah

Setahun Pandemi, Kawal Covid-19 Sebut Pengetesan dan Pelacakan Masih Bermasalah

Nasional
PPP Apresiasi Pencabutan Aturan soal Investasi Miras

PPP Apresiasi Pencabutan Aturan soal Investasi Miras

Nasional
Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr Banding Putusan PTUN yang Kabulkan Gugatan Tommy Soeharto

Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr Banding Putusan PTUN yang Kabulkan Gugatan Tommy Soeharto

Nasional
Doni Monardo: Mayoritas Kasus Kematian Covid-19 Berasal dari Penderita Komorbid

Doni Monardo: Mayoritas Kasus Kematian Covid-19 Berasal dari Penderita Komorbid

Nasional
Kabareskrim: Kasus Guru Laporkan Siswa dengan UU ITE di NTT Berakhir Damai

Kabareskrim: Kasus Guru Laporkan Siswa dengan UU ITE di NTT Berakhir Damai

Nasional
Wamenkes: Vaksin Sinovac yang Baru Tiba Diperuntukkan bagi Pelayan Publik dan Lansia

Wamenkes: Vaksin Sinovac yang Baru Tiba Diperuntukkan bagi Pelayan Publik dan Lansia

Nasional
Ibu Dipenjara Bersama Bayinya karena UU ITE, Pimpinan Komisi III Ingatkan Polri Selektif Proses Kasus

Ibu Dipenjara Bersama Bayinya karena UU ITE, Pimpinan Komisi III Ingatkan Polri Selektif Proses Kasus

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X