Lestarikan Cagar Budaya, Menko PMK Minta Provinsi Papua Rehabilitasi Rumah Adat

Kompas.com - 08/07/2020, 09:52 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy dalam kunjungannya ke Papua dan Papua Barat, Selasa (7/7/2020), Humas Kemenko PMKMenko PMK Muhadjir Effendy dalam kunjungannya ke Papua dan Papua Barat, Selasa (7/7/2020),

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta Provinsi Papua merehabilitasi rumah adat Papua sebagai bentuk pelestarian cagar budaya.

Ia meminta Papua mengembangkan rumah adat bernama Honai tersebut agar menjadi ciri khas di wilayah tersebut.

"Intinya negara concern terhadap keberadaan rumah adat dan cagar budaya," kata Muhadjir saat berkunjung ke Desa Sereh Sentani, Papua, dikutip dari siaran pers, Rabu (8/7/2020).

"Seingat saya Papua belum pernah mengajukan pemugaran rumah adat, jadi mohon nanti ada inisiatif untuk rehabilitasi rumah adat, apalagi yang memiliki nilai fungsional," ujar dia.

Baca juga: Menko PMK Minta Penyaluran Bansos di Papua Dipercepat

ILUSTRASI: Warga Papua, Ruben Wetipo (paling kanan) bersama anak-anaknya di depan honai (rumah adat Papua) di Kampung Wouma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Minggu (29/4/2012). Kaum laki-laki tidur dalam satu honai yang disebut honai pilamo. 
KOMPAS/AGUS SUSANTO ILUSTRASI: Warga Papua, Ruben Wetipo (paling kanan) bersama anak-anaknya di depan honai (rumah adat Papua) di Kampung Wouma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Minggu (29/4/2012). Kaum laki-laki tidur dalam satu honai yang disebut honai pilamo.

Ia mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), setiap daerah harus menonjolkan kearifan lokal dan kekhasan daerah masing-masing.

Di Papua, rumah adat merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa yang harus dilestarikan.

Baca juga: Covid-19 Sulit Dikendalikan, Menko PMK: Masalah Dasarnya Masyarakat Tak Disiplin

Dalam rangka rehabilitasi ini, kata dia, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memiliki alokasi anggarannya.

"Oleh karena itu, silakan kalau ada yang minta pemugaran rumah adat bisa lewat Kemenko PMK nanti saya rekomendasikan ke Ditjen Kebudayaan Kemendikbud," kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X