Ketua MPR Minta RUU HIP Diubah Jadi Penguatan BPIP

Kompas.com - 07/07/2020, 18:49 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di Jalan Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (29/2/2020). KOMPAS.com/HaryantipuspasariKetua MPR RI Bambang Soesatyo di Jalan Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (29/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) diubah menjadi RUU tentang Penguatan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP).

Menurut Bambang, hal itu perlu dilakukan agar pembahasan RUU tersebut tidak kontra produktif dan menimbulkan kegaduhan.

"Saya berharap dengan perubahan total RUU BPIP yang baru nanti, sesuai dengan aspirasi dan keinginan masyarakat. Sehingga tidak ada ruang untuk dipelintir dan menjadi bahan distruktif baru di masyaraka," kata Bambang melalui keterangan tertulis, Selasa (7/7/2020).

"RUU tentang penguatan BPIP tersebut, sebagaimana diusulkan PBNU, langsung saja diberi nama RUU BPIP," lanjut dia.

Baca juga: RUU HIP Ditunda, Mahfud MD Tegaskan TAP MPRS Nomor XXV/1966 Jadi Pedoman

Ia menyatakan saat ini bola berada di tangan pemerintah untuk menentukan kepastian apakah akan membahas RUU tersebut bersama DPR atau tidak.

Ia meyakini Presiden Joko Widodo mampu menggerakan kabinetnya untuk meredam pro kontra pembahasan RUU HIP agar kembali kepada semangat awal untuk penguatan BPIP.

Untuk itu, ia mengatakan, komunikasi jajaran pemerintah dengan pimpinan partai politik juga sangat diperlukan. Hal itu bertujuan agar antara pemerintah dengan DPR bisa satu suara dalam membahas RUU tersebut.

"Melalui pembinaan yang terstruktur, sistematis, dan masif, ideologi Pancasila akan kembali menjadi tuan rumah di negerinya sendiri," lanjut politisi Golkar itu.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X