Covid-19 Sulit Dikendalikan, Menko PMK: Masalah Dasarnya Masyarakat Tak Disiplin

Kompas.com - 07/07/2020, 18:11 WIB
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PKM) Muhadjir Effendi saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Senin (6/7/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYMenteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PKM) Muhadjir Effendi saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Senin (6/7/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui masalah paling mendasar dalam penanganan Covid-19 adalah ketidakdisiplinan masyarakat.

Hal itulah, kata dia, yang menyebabkan penyebaran Covid-19 di Tanah Air sulit dikendalikan.

"Masalah paling mendasar yang umum terjadi di seluruh wilayah adalah ketidakdisiplinan masyarakat," ujar Muhadjir dikutip dari siaran pers, Selasa (7/7/2020).

Oleh karena itu, Muhadjir pun meminta para pimpinan daerah baik Walikota, Bupati, maupun Gubernur untuk memberikan contoh kepada warganya, terutama dalam menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Mulai dari mengenakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

"Yang paling penting pakai masker karena berdasarkan penelitian 60 persen mengurangi potensi penularan. Kemudian social distancing harus dijalankan karena itu merupakan standar minimum yang harus dipenuhi," kata dia.

Tak hanya itu, Muhadjir juga mengajak seluruh pihak, khususnya TNI/Polri untuk berjaga dan berperang melawan Covid-19.

Misalnya dengan melakukan pengawasan ketat di pasar-pasar tradisional yang sudah dibuka.

Baca juga: Pasien Covid-19 yang Menjalani Isolasi Mandiri Diminta Disiplin agar Tak Sebarkan Virus

Hal tersebut diperlukan agar para pelaku usaha dan masyarakat yang menjadi pembeli selalu mematuhi protokol kesehatan.

"Bagaimana pun kita harus memulai sektor ekonomi, terutama usaha kecil dan mikro karena mereka yang paling terdampak," kata dia.

"Jadi agar tidak menjadi keluarga miskin baru sehingga tidak ada pilihan selain mematuhi protokol,” ucap dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BP2MI Minta Kemenaker Cabut Izin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran yang Langgar Protokol Kesehatan

BP2MI Minta Kemenaker Cabut Izin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran yang Langgar Protokol Kesehatan

Nasional
Profil Singkat 7 Calon Anggota Komisi Yudisial

Profil Singkat 7 Calon Anggota Komisi Yudisial

Nasional
Saksi Sebut Jaksa Pinangki Biayai Rapid Test Teman-teman Kantornya

Saksi Sebut Jaksa Pinangki Biayai Rapid Test Teman-teman Kantornya

Nasional
Menantu Nurhadi Gunakan Rekening Bawahan untuk Tampung Uang

Menantu Nurhadi Gunakan Rekening Bawahan untuk Tampung Uang

Nasional
Gantikan Luhut, Mentan Syahrul Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim

Gantikan Luhut, Mentan Syahrul Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim

Nasional
Polri Nilai Deklarasi Benny Wenda Bentuk Provokasi dan Propaganda

Polri Nilai Deklarasi Benny Wenda Bentuk Provokasi dan Propaganda

Nasional
85 Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Positif Covid-19, Kepala BP2MI: Masalah Serius

85 Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Positif Covid-19, Kepala BP2MI: Masalah Serius

Nasional
Dilaporkan Putri Kalla ke Polisi, Ferdinand Hutahaean: Saya Tak Pernah Serang Dia atau Keluarganya

Dilaporkan Putri Kalla ke Polisi, Ferdinand Hutahaean: Saya Tak Pernah Serang Dia atau Keluarganya

Nasional
Anggota KY Tanya Yanto Yunus soal Motivasi Jadi Hakim MA di Usia 30 Tahun

Anggota KY Tanya Yanto Yunus soal Motivasi Jadi Hakim MA di Usia 30 Tahun

Nasional
Ini 18 Nama Calon Anggota Ombudsman 2021-2026 yang Diserahkan Jokowi ke DPR

Ini 18 Nama Calon Anggota Ombudsman 2021-2026 yang Diserahkan Jokowi ke DPR

Nasional
Diduga Ada Kekerasan, Amnesty Sebut Polisi Gunakan Tongkat Hingga Kayu Saat Amankan Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

Diduga Ada Kekerasan, Amnesty Sebut Polisi Gunakan Tongkat Hingga Kayu Saat Amankan Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

Nasional
Putri Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahaean dan Rudi S Kamri ke Bareskrim

Putri Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahaean dan Rudi S Kamri ke Bareskrim

Nasional
Presiden Jokowi Terima 18 Nama Calon Anggota Ombudsman RI

Presiden Jokowi Terima 18 Nama Calon Anggota Ombudsman RI

Nasional
BP2MI: Taiwan Hentikan Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia

BP2MI: Taiwan Hentikan Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia

Nasional
Pakar Hukum Internasional: Klaim Benny Wenda Tak Berdasar

Pakar Hukum Internasional: Klaim Benny Wenda Tak Berdasar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X