Pemerintah Fokus ke Provinsi yang Alami Peningkatan Angka Positif Covid-19

Kompas.com - 07/07/2020, 17:05 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memberi keterangan di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (6/7/2020). DOKUMENTASI BNPBJuru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memberi keterangan di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (6/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, saat ini pemerintah fokus terhadap beberapa provinsi yang angka positif kasus Covid-19-nya meningkat.

"Kita saat ini harus lebih fokus pada beberapa provinsi yang kecenderungan angka kasus positifnya meningkat," ujar Yurianto dalam konferensi pers di BNPB, Selasa (7/7/2020).

Sejumlah provinsi masih mencatatkan penambahan kasus positif yang banyak per Selasa (7/7/2020).

Antara lain Jawa Timur yang mencapai 280 kasus baru dan 118 sembuh, Sulawesi Selatan 218 kasus baru dan 241 sembuh, Jawa Tengah 140 kasus baru dan 50 sembuh, serta Jawa Barat 79 kasus baru dan 45 sembuh.

Baca juga: Daerah dengan Kasus Covid-19 Tinggi Harus Agresif Contact Tracing dan Tes Masif

Data 24 jam terakhir, didapatkan sebanyak 1.268 orang yang positif Covid-19 secara nasional.

Hal itu pun membuat jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air secara keseluruhan sudah mencapai 66.226 orang.

Yurianto mengatakan, permasalahan Covid-19 harus diintervensi dengan mengedepankan aspek kesehatan.

Oleh karena itu, kata dia, peran serta masyarakat pun menjadi faktor penentu dalam pengendalian Covid-19 di Tanah Air.

"Karena kalau bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, mematuhi protokol kesehatan secara disiplin, terus-menerus bersama-sama maka beban layanan rumah sakit akan menurun," kata dia.

Baca juga: Yurianto: Ada Kasus Positif Covid-19 Belum Teridentifikasi Berada di Tengah Kita

Yurianto mengatakan, perawatan terhadap pasien Covid-19 tidak murah dan mudah.

Ia mengatakan, beban berlebihan bagi satu rumah sakit merawat pasien Covid-19 akan berdampak pada kerugian besar.

Salah satu contohnya adalah banyaknya tenaga kesehatan yang gugur saat melakukan perawatan pasien Covid-19 karena tertular.

"Ini kesedihan bersama, duka kita mendalma karena dengan demikian pasti akan mengurangi kapasitas perawatan di rumah sakit. Ini harus menjadi perhatian," kata dia.

"Mari seluruh masyarakat menjadi tulang punggung pengendalian Covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan sebaik-baiknya," kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Pemerintah Beri BLT kepada Karyawan Swasta

Ini Alasan Pemerintah Beri BLT kepada Karyawan Swasta

Nasional
Fadli Zon dan Fahri Hamzah Bakal Dapat Bintang Tanda Jasa, Ini Penjelasan Istana

Fadli Zon dan Fahri Hamzah Bakal Dapat Bintang Tanda Jasa, Ini Penjelasan Istana

Nasional
Ini 3 Bekal bagi Agen Perubahan di Tengah Pandemi Covid-19

Ini 3 Bekal bagi Agen Perubahan di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Kepala BNPB: Covid-19, Ancamannya Nyata, Bak Malaikat Pencabut Nyawa

Kepala BNPB: Covid-19, Ancamannya Nyata, Bak Malaikat Pencabut Nyawa

Nasional
Perusahaan Diminta Lengkapi Data Karyawan yang Penuhi Syarat Dapat Bantuan Rp 600.000 Per Bulan

Perusahaan Diminta Lengkapi Data Karyawan yang Penuhi Syarat Dapat Bantuan Rp 600.000 Per Bulan

Nasional
Kemendikbud Diminta Kaji Ulang Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning Covid-19

Kemendikbud Diminta Kaji Ulang Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning Covid-19

Nasional
Wakil Ketua MPR Nilai Jokowi Perlu Me-reshuffle Kabinet, Ganti Menteri yang Lemah

Wakil Ketua MPR Nilai Jokowi Perlu Me-reshuffle Kabinet, Ganti Menteri yang Lemah

Nasional
Masifkan Protokol Kesehatan, BNPB Harap Kepala Daerah Rekrut Orang Berpengaruh

Masifkan Protokol Kesehatan, BNPB Harap Kepala Daerah Rekrut Orang Berpengaruh

Nasional
Dua Saksi Dugaan Pidana Jaksa Pinangki Mangkir dari Panggilan Kejagung

Dua Saksi Dugaan Pidana Jaksa Pinangki Mangkir dari Panggilan Kejagung

Nasional
KPK Perpanjang Masa Penahanan 11 Eks Anggota DPRD Sumut

KPK Perpanjang Masa Penahanan 11 Eks Anggota DPRD Sumut

Nasional
Omnibus Law Atur HGU 90 Tahun, KPA: Lebih Parah dari Masa Penjajahan

Omnibus Law Atur HGU 90 Tahun, KPA: Lebih Parah dari Masa Penjajahan

Nasional
MA Tolak Gugatan Pembatalan Kenaikan Tarif BPJS, Pemohon: Rakyat Semakin Berat

MA Tolak Gugatan Pembatalan Kenaikan Tarif BPJS, Pemohon: Rakyat Semakin Berat

Nasional
Kasus Dugaan Pidana Jaksa Pinangki Naik Ke Penyidikan, Kejagung Belum Tetapkan Tersangka

Kasus Dugaan Pidana Jaksa Pinangki Naik Ke Penyidikan, Kejagung Belum Tetapkan Tersangka

Nasional
LPSK Imbau Korban Perkosaan Melapor, Bisa Melalui Jalur Ini...

LPSK Imbau Korban Perkosaan Melapor, Bisa Melalui Jalur Ini...

Nasional
Menpan RB: Pemangkasan Eselon di Lembaga Pemerintah Capai 68 Persen

Menpan RB: Pemangkasan Eselon di Lembaga Pemerintah Capai 68 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X