Kompas.com - 07/07/2020, 11:34 WIB
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Selasa (31/12/2019). KOMPAS.com/ HARYANTI PUSPA SARIMenteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Selasa (31/12/2019).
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menyatakan, pemerintah tidak akan membuka sekolah kedinasan pada tahun ini.

Meski demikian, kebijakan yang dilaksanakan bersamaan dengan moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) ini memiliki pengecualian.

"Demikian juga dengan sekolah kedinasan (tidak ada penerimaan), kecuali sekolah khusus BIN (Badan Intelijen Negara)," kata Tjahjo kepada Kompas.com, Selasa (7/7/2020).

Selain Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) yang berada di bawah BIN, pengecualian juga berlaku untuk sekolah kedinasan kepolisian dan militer.

Namun, Tjahjo menuturkan, pembukaan kedua sekolah kedinasan tersebut tetap dengan memperhatikan data kebutuhan personel terlebih dahulu secara ketat.

Baca juga: Penerimaan CPNS Kemenkeu dan Pendaftaran STAN Dimoratorium hingga 2024

"Rekrutmen CPNS, dua tahun ini enggak ada. Kecuali kedinasan yang memang sudah terprogram. Akpol (Akademi Kepolisian), Akmil (Akademi Militer) tetap (dilaksanakan) di 2021," kata Tjahjo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, seperti dilansir dari Kompas TV.

Tjahjo menambahkan, salah satu alasan ditundanya penerimaan CPNS serta calon siswa sekolah kedinasan akibat pandemi Covid-19.

Menurut dia, proses penerimaan CPNS tahun 2019-2020 baru saja selesai lantaran sempat ditunda akibat Covid-19. Sementara, CPNS yang telah lulus belum dilantik semua.

"Maka alokasi 2020 dialihkan untuk 2021," kata dia.

Kendati demikian, untuk jumlah formasinya belum ditentukan. Nantinya, alokasi kebutuhan akan diserahkan kepada masing-masing instansi dengan memperhatikan secara ketat kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dan kemampuan anggaran.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X