Kompas.com - 06/07/2020, 14:48 WIB
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla saat mengunjungi kantor redaksi Kompas di Menara Kompas, Jakarta, Senin (21/10/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla saat mengunjungi kantor redaksi Kompas di Menara Kompas, Jakarta, Senin (21/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla mengatakan, para pemimpin negara saat ini harus adu cepat dengan virus corona yang jadi penyebab Covid-19, yang penularannya sangat cepat.

Oleh karena itu, untuk menangani situasi darurat seperti saat ini kecepatan dan ketegasan pemimpin sangat dibutuhkan.

"Apabila ingin mencapai tujuan yang baik, maka dibutuhkan pemimpin yang baik tapi dewasa ini untuk mengatasi itu dia harus cepat. Covid-19 itu sangat cepat penyebarannya karena dia memakai deret ukur," ujar Kalla dalam webinar LSPR, Senin (7/6/2020).

Baca juga: Jusuf Kalla: Jangan Harapkan Bantuan Negara Lain pada Masa Pandemi Covid-19

Contohnya, kata dia, kasus Covid-19 di dunia untuk mencapai jumlah 1 juta dibutuhkan tiga bulan lamanya atau 90 hari.

Namun, kondisi saat ini penambahannya justru bisa menjadi 10 juta dalam seminggu.

"Jadi kalau pemimpinnya lambat, maka dia akan kalah terus kecepatannya dibandingkan penanganannya, pencegahannnya. Kita akan kalah," kata dia.

Apalagi di Indonesia, kata dia, dalam jumlah 10.000 pertama membutuhkan waktu dua bulan yakni, Maret-April.

Baca juga: Tanggulangi Covid-19, Kementerian ESDM Realokasi Anggaran Rp 3,46 Triliun

Namun, kondisi saat ini bisa mencapai 5.000-6.000 hanya dalam waktu satu minggu.

"Tanpa pemimpin yang cepat, maka dia akan kalah cepat dengan penularannya," kata dia.

Namun, berkaca dari keberhasilan Korea Selatan, Vietnam, Taiwan, dan China, kata dia, leadership para pemimpinnya dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini baik.

Indonesia pun diharapkan bisa belajar dari negara-negara tersebut untuk dapat mengatasi permasalahan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

"Mari kita semua berusaha, berdoa agar pandemi ini bisa diselesaikan denfan pemimpin cepat dan tegas, ulet tentunya menanggung risiko dan masalahnya," ucap dia.

Baca juga: Opsi Herd Immunity, Jusuf Kalla: Jangan Coba-coba, Korbannya Banyak



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X