Kompas.com - 04/07/2020, 09:56 WIB
Amien Rais setelah mengikuti Pengajian akbar dan pelantikan pimpinan daerah pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gunungkidul di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (31/8/2019) malam KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOAmien Rais setelah mengikuti Pengajian akbar dan pelantikan pimpinan daerah pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gunungkidul di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (31/8/2019) malam
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendiri Partai Amanat Nasional Amien Rais mempertanyakan langkah Presiden Joko Widodo yang sengaja memublikasikan kemarahannya kepada menteri dalam rapat kabinet 18 Juni lalu.

"Saya kira Pak Jokowi salah besar ya dengan memublikasi kemarahannya itu menjadi viral, ternyata rakyat makin marah," kata Amien Rais dalam video wawancara di akun Instagram Amien Rais Official, yang dikutip Sabtu (4/7/2020).

Video kemarahan Jokowi itu dirilis Istana pada 28 Juni, atau 10 hari setelah rapat kabinet berlangsung.

Baca juga: Jokowi Jengkel, Nasdem Nilai Kinerja Para Menteri Perlu Ditingkatkan

Pihak istana beralasan rapat tersebut awalnya bersifat internal atau tertutup, tetapi video kemarahan Jokowi sengaja dipublikasikan karena banyak hal baik yang perlu diketahui publik.

Mantan Ketua MPR ini menilai kemarahan Jokowi itu hanya menunjukkan bahwa para menterinya tidak mengerti mengenai kesulitan yang tengah dialami rakyat di tengah pandemi Covid-19 ini.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Kriteria pemimpin: "Carilah orang-orang yang punya watak kerakyatan yang mendalam, yang people-oriented, yang mementingkan kepentingan rakyatnya." (MAR)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

A post shared by Mohammad Amien Rais (Official) (@amienraisofficial) on Jul 3, 2020 at 12:09am PDT

Amien Rais lantas bercerita mengenai kisah kesulitan rakyat yang ia ketahui. Misalnya Pak Slamet dan Bu Slamet, pemilik warung yang menemuinya karena kesulitan keuangan.

"Pak Amien, saya sudah enggak bisa ngapa-ngapain lagi sekeluarga ini. Warung tutup dan kami sudah enggak punya cadangan," ucap Amien menirukan percakapannya dengan pemilik warung.

Daripada memublikasikan kemarahannya, Amien meminta Presiden Jokowi lebih baik bekerja saja lebih keras dalam mengatasi krisis yang diakibatkan oleh pandemi ini.

Baca juga: Jokowi Jengkel ke Menterinya Dinilai Wajar, Sekjen PDI-P: Ada Beberapa yang Cari Aman


Ia menilai masih ada waktu untuk memperbaiki keadaan.

Jika memang Presiden memang ingin melakukan perombakan kabinet, Amien juga menyarankan agar memilih menteri yang memang mengerti soal kesulitan yang dialami rakyat saat ini.

"Jadi Pak Jokowi silakan, saya juga tidak ingin negeri ini kacau balau. Jangan sampai Anda rontok di tengah jalan, nanti malah repot lagi," ucap Amien.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Obat Regkirona Diklaim Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19 hingga 72 Persen

Obat Regkirona Diklaim Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19 hingga 72 Persen

Nasional
Dorong Produktivitas Milenial, Kemnaker Gelar Ngopi Daring Nasional

Dorong Produktivitas Milenial, Kemnaker Gelar Ngopi Daring Nasional

Nasional
Kemensos Salurkan 95 Persen Bansos Tunai di DKI Jakarta

Kemensos Salurkan 95 Persen Bansos Tunai di DKI Jakarta

Nasional
Jokowi Kirim 5.000 Paket Bansos ke Sorong Usai Warga Geruduk Kantor Dinsos

Jokowi Kirim 5.000 Paket Bansos ke Sorong Usai Warga Geruduk Kantor Dinsos

Nasional
Sariamin Ismail, Pujangga Perempuan Pertama Indonesia Pemilik Banyak Nama Samaran yang Jadi Google Doodle 31 Juli 2021

Sariamin Ismail, Pujangga Perempuan Pertama Indonesia Pemilik Banyak Nama Samaran yang Jadi Google Doodle 31 Juli 2021

Nasional
Ketua DPR Minta Vaksinasi Covid-19 Merata di Seluruh Indonesia

Ketua DPR Minta Vaksinasi Covid-19 Merata di Seluruh Indonesia

Nasional
Mahfud: Permasalahan Bansos Sudah Lama Terjadi, Baru Terasa Saat Pandemi

Mahfud: Permasalahan Bansos Sudah Lama Terjadi, Baru Terasa Saat Pandemi

Nasional
Jubir PAN Minta Kader Penggugat Zulkifli Hasan Rp 100 Miliar Introspeksi Diri

Jubir PAN Minta Kader Penggugat Zulkifli Hasan Rp 100 Miliar Introspeksi Diri

Nasional
UPDATE 31 Juli: Ada 278.618 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 31 Juli: Ada 278.618 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Rakornas Virtual, PPP Umumkan Pembentukan Relawan Vaksin Covid-19

Rakornas Virtual, PPP Umumkan Pembentukan Relawan Vaksin Covid-19

Nasional
UPDATE: Sebaran 1.808 Kasus Kematian Covid-19, Jawa Timur Tertinggi

UPDATE: Sebaran 1.808 Kasus Kematian Covid-19, Jawa Timur Tertinggi

Nasional
Di Rakornas, Ketum PPP Minta Seluruh Kader Salurkan Bansos hingga Fasilitasi Warga Positif Covid-19

Di Rakornas, Ketum PPP Minta Seluruh Kader Salurkan Bansos hingga Fasilitasi Warga Positif Covid-19

Nasional
UPDATE 31 Juli: Jawa Tengah Tertinggi Penambahan Kasus Baru Covid-19

UPDATE 31 Juli: Jawa Tengah Tertinggi Penambahan Kasus Baru Covid-19

Nasional
UPDATE: Ada 545.447 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Ada 545.447 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 31 Juli: Tambah 39.372, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 2.770.092 Orang

UPDATE 31 Juli: Tambah 39.372, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 2.770.092 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X