Warga Salatiga Diminta Tak Takut Belanja ke Pasar

Kompas.com - 02/07/2020, 12:29 WIB
Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Salatiga memberi pengumuman waktu pasar pagi akan habis kepada pedagang di Pasar Pagi Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2020). Pemerintah Kota Salatiga menata para pedagang pasar pagi tersebut dengan menerapkan physical distancing atau jaga jarak satu meter antarpedagang sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGROAnggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Salatiga memberi pengumuman waktu pasar pagi akan habis kepada pedagang di Pasar Pagi Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2020). Pemerintah Kota Salatiga menata para pedagang pasar pagi tersebut dengan menerapkan physical distancing atau jaga jarak satu meter antarpedagang sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Kusumo Aji meminta masyarakat Salatiga, Jawa Tengah, tidak lagi takut untuk belanja ke pasar.

Menurut Aji, meskipun di Salatiga masih ada kasus Covid-19, tetapi Pemkot sudah mengantisipasi dengan melakukan tes kepada para pedagang yang berjualan di pasar.

Salah satunya di Pasar Pagi Kota Salatiga yang beroperasi mulai pukul 01.00 dini hari hingga 06.30 WIB.

"Kami berharap masyarakat tidak takut lagi untuk belanja ke pasar karena pasar-pasar kami sudah dites Covid-19," ujar Kusumo dalam konferensi pers di BNPB, Kamis (2/7/2020).

Baca juga: Tenaga Medis RSUD Kota Salatiga Belum Terima Insentif Sejak Maret

Ia mengatakan, dari pemerikaan terhadap seluruh pihak di pasar dengan metode rapid test, tidak ada satu pun yang hasilnya reaktif.

Selain melakukan tes, kata dia, sejumlah protokol kesehatan juga diterapkan di pasar-pasar di Salatiga, termasuk di Pasar Pagi.

Pasar Pagi biasanya digelar di halaman parkir Pasar Raya Satu Salatiga dengan luas sekitar 600 meter persegi sedangkan pedagangnya berjumlah 900 orang.

Baca juga: Pemkot Salatiga Akhiri Masa Tanggap Darurat Covid-19

Oleh karena itu, atas izin Wali Kota Salatiga perluasan pun dilakukan dengan menggunakan bahu jalan protokol, yakni Jalan Jenderal Sudirman di dekat lokasi pasar tersebut.

"Kami juga memberi jarak 1,5 meter antara pedagang satu dengan yang lainnya," kata dia.

"Kami menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, cuci tangan, thermo gun bahkan dari pemerintah kota membagikan face shield terhadap pedagang dan pengunjung," kata dia.

Pemkot juga mewajibkan pedagang dan pembeli mengenakan masker. Jika ada pedagang yang tidak mengenakan masker tidak diperbolehkan berjualan.

Baca juga: Sehari Tanggap Darurat Dicabut, Pasien Positif Covid-19 di Salatiga Tambah 5 Orang

Sementara pembeli tanpa masker tidak akan dilayani.

Pemerintah kota juga melakukan penyemprotan desinfektan di lokasi-lokasi pasar untuk pencegahan.

"Kami harap agar perekonomian tetap berjalan sehingga apa yang dicemaskan masyarakat, takut datang ke pasar tidak ada lagi. Pedagang pun sekarang sudah nyaman, hasil penjualnnya sudah meningkat, tidak terdampak Covid-19," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izin Dicabut, Konser Dangdut yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal Terus Berjalan, Dihadiri Ribuan Orang

Izin Dicabut, Konser Dangdut yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal Terus Berjalan, Dihadiri Ribuan Orang

Nasional
DPR dan Pemerintah Sepakat Keluarkan Klaster Pendidikan dari RUU Cipta Kerja

DPR dan Pemerintah Sepakat Keluarkan Klaster Pendidikan dari RUU Cipta Kerja

Nasional
Menurut Luhut, Ini Alasan Jokowi Tunjuk Dirinya Tangani Covid-19 di 9 Provinsi

Menurut Luhut, Ini Alasan Jokowi Tunjuk Dirinya Tangani Covid-19 di 9 Provinsi

Nasional
Di Depan DPR, Kejagung Sebut akan Limpahkan Berkas Djoko Tjandra ke JPU

Di Depan DPR, Kejagung Sebut akan Limpahkan Berkas Djoko Tjandra ke JPU

Nasional
Putusan Dewas KPK Diharap Pecut Firli Bahuri Lebih Serius Berantas Korupsi

Putusan Dewas KPK Diharap Pecut Firli Bahuri Lebih Serius Berantas Korupsi

Nasional
Febri Diansyah Mundur dari KPK

Febri Diansyah Mundur dari KPK

Nasional
Ketua MPR: Pilkada Saat Pandemi Berpengaruh pada Tingkat Partisipasi Pemilih

Ketua MPR: Pilkada Saat Pandemi Berpengaruh pada Tingkat Partisipasi Pemilih

Nasional
Kamis Ini, Kejagung Kembali Periksa Djoko Tjandra

Kamis Ini, Kejagung Kembali Periksa Djoko Tjandra

Nasional
Terawan Jarang Muncul di Publik, Luhut: Mungkin Dia Enggak Suka Bicara

Terawan Jarang Muncul di Publik, Luhut: Mungkin Dia Enggak Suka Bicara

Nasional
Klaster Covid-19 Keluarga Meningkat, Hindari Pertemuan Keluarga Besar!

Klaster Covid-19 Keluarga Meningkat, Hindari Pertemuan Keluarga Besar!

Nasional
Ada Nama Pejabatnya di Surat Dakwaan Jaksa Pinangki, Ini Komentar Kejagung

Ada Nama Pejabatnya di Surat Dakwaan Jaksa Pinangki, Ini Komentar Kejagung

Nasional
Lindungi Anak-anak, Kementerian PPPA Bentuk Program Gereja Ramah Anak

Lindungi Anak-anak, Kementerian PPPA Bentuk Program Gereja Ramah Anak

Nasional
Tuntas 3 Bulan, Dewan Pengawas KPK Bantah Anggapan Lambat Tangani Kasus Etik Firli

Tuntas 3 Bulan, Dewan Pengawas KPK Bantah Anggapan Lambat Tangani Kasus Etik Firli

Nasional
Angka Kematian Tinggi, Luhut Sebut Penanganan Pasien Covid-19 di RS Rujukan Belum Maksimal

Angka Kematian Tinggi, Luhut Sebut Penanganan Pasien Covid-19 di RS Rujukan Belum Maksimal

Nasional
Luhut: Tak Ada Perintah Presiden yang Tak Bisa Saya Selesaikan

Luhut: Tak Ada Perintah Presiden yang Tak Bisa Saya Selesaikan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X