Pemerintah Klaim Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Lebih Rendah Dibandingkan Jepang

Kompas.com - 29/06/2020, 17:01 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers, Sabtu (30/5/2020). Gugus Tugas NasionalJuru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers, Sabtu (30/5/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, angka kematian atau case fatality rate (CFR) akibat Covid-19 di Indonesia sebesar 5,15 persen.

Jumlah tersebut, kata dia, lebih rendah dibandingkan Jepang yang CFR-nya berada di angka 5,53 persen.

"Kalau kita coba lebih dalami tentang CFR, persentase kasus meninggal dari penyakit ini, angka dunia adalah 5,01 persen. Angka nasional kita ada di 5,15 persen, lebih rendah dibanding Jepang yang 5,33 persen," ujar Yurianto dalam konferensi pers di BNPB, Senin (29/6/2020).

Baca juga: Update: Persentase Kematian Covid-19, Tertinggi di Italia, Indonesia, dan Iran

Namun, kata Yurianto, hingga saat ini Jepang telah memeriksa sebanyak 3.484 spesimen per 1 juta penduduk.

Sedangkan jumlah spesimen yang diperiksa di Indonesia masih terbilang kecil, yakni baru sebanyak 2.779 per 1 juta penduduk secara nasional.

Meski demikian, terdapat 23 provinsi di Indonesia yang angka kematiannya di bawah angka rata-rata kematian dunia.

"Ini yang kami yakini bahwa optimisme kita, kesembuhan pasien Covid-19 semakin baik," kata dia.

Baca juga: Persentase Pasien Covid-19 Sembuh di Indonesia Lebih Rendah dari Rata-rata Dunia

Adapun jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 menjadi 2.805 orang pada Senin (29/6/2020).

Peningkatan jumlah tersebut setelah terdapat penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 51 orang.

Secara keseluruhan, jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air sudah mencapai 55.092 orang.

Data pemerintah yang dihimpun menunjukkan adanya penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.082 orang.

Baca juga: Pemerintah: Persentase Kesembuhan Pasien Covid-19 di Indonesia Capai 35,8 Persen

Dari jumlah tersebut, terdapat penambahan sebanyak 864 orang pasien sembuh sehingga total menjadi 23.800 orang.

Sementara itu, ada sebanyak 41.605 orang yang statusnya orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 13.335 orang.

Dari 34 provinsi, saat ini sudah sebanyak 448 kabupaten/kota yang dinyatakan terpapar Covid-19.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ahli Epidemiologi Sarankan Pemerintah Hentikan Rapid Test Masal

Ahli Epidemiologi Sarankan Pemerintah Hentikan Rapid Test Masal

Nasional
Mendagri Dukung Pemda yang Terbitkan Perda Kewajiban Pakai Masker

Mendagri Dukung Pemda yang Terbitkan Perda Kewajiban Pakai Masker

Nasional
Wacana Pembelian Pesawat MV-22 Osprey dari AS, Ini Komentar Fadli Zon

Wacana Pembelian Pesawat MV-22 Osprey dari AS, Ini Komentar Fadli Zon

Nasional
Bawaslu Sebut Langgar Protokol Kesehatan Jadi Pelanggaran Pilkada

Bawaslu Sebut Langgar Protokol Kesehatan Jadi Pelanggaran Pilkada

Nasional
Kasus Harian Covid-19 Bertambah 2.657, Ahli: Tambah Kapasitas Pemeriksaan Laboratorium!

Kasus Harian Covid-19 Bertambah 2.657, Ahli: Tambah Kapasitas Pemeriksaan Laboratorium!

Nasional
ICW Sebut Tim Pemburu Koruptor Belum Dibutuhkan, Ini Alasannya...

ICW Sebut Tim Pemburu Koruptor Belum Dibutuhkan, Ini Alasannya...

Nasional
Kasus Covid-19 Naik, Bamsoet Minta Pemerintah Memperketat PSBB Transisi

Kasus Covid-19 Naik, Bamsoet Minta Pemerintah Memperketat PSBB Transisi

Nasional
Belajar dari Flu Burung, Cara Ini Dapat Bantu Indonesia Atasi Covid-19

Belajar dari Flu Burung, Cara Ini Dapat Bantu Indonesia Atasi Covid-19

Nasional
Farhan Ungkap Beda Komunikasi Publik Saat Pandemi Covid-19 dan Wabah Flu Burung

Farhan Ungkap Beda Komunikasi Publik Saat Pandemi Covid-19 dan Wabah Flu Burung

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Sebut Belum Ada Rencana Reshuffle

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Belum Ada Rencana Reshuffle

Nasional
Mendagri Minta Pemda Masifkan Gerakan Pakai Masker untuk Cegah Covid-19

Mendagri Minta Pemda Masifkan Gerakan Pakai Masker untuk Cegah Covid-19

Nasional
Jika Tak ke Kemenkeu, ke Mana Lulusan STAN Ditempatkan Setelah Lulus?

Jika Tak ke Kemenkeu, ke Mana Lulusan STAN Ditempatkan Setelah Lulus?

Nasional
Muhammadiyah Sarankan Bank BUMN Fokus Bantu UMKM

Muhammadiyah Sarankan Bank BUMN Fokus Bantu UMKM

Nasional
Jika Terbukti Palsukan Surat Keterangan Domisili di PPDB Sumbar, Orangtua Siswa Bisa Dipidana

Jika Terbukti Palsukan Surat Keterangan Domisili di PPDB Sumbar, Orangtua Siswa Bisa Dipidana

Nasional
Wapres Larang Perekonomian Dibuka jika Tak Terapkan Protokol Kesehatan

Wapres Larang Perekonomian Dibuka jika Tak Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X