Kompas.com - 25/06/2020, 12:53 WIB
Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam diskusi di Kantor ICW, Senin (28/10/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DPeneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam diskusi di Kantor ICW, Senin (28/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch menyoroti jumlah operasi tangkap tangan (OTT) yang merosot drastis pada enam bulan pertama masa kepemimpinan Firli Bahuri sebagai Ketua KPK.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan, merosotnya jumlah OTT tersebut merupakan satu dari enam persoalan dalam sektor penindakan di bawah kepemimpinan Firli.

"Di penindakan kita menemukan 6 persoalan yang cukup serius, yang ramai sekali diberitakan oleh publik, mulai dari jumlah tangkap tangan yang sangat merosot tajam," kata Kurnia dalam acara Peluncuran Hasil Pemantauan Kinerja KPK, Kamis (25/6/2020).

Baca juga: KPK Ajukan Penambahan Anggaran Rp 1,88 Triliun, Untuk Apa Saja?

Berdasarkan catatan ICW, pada enam bulan pertama tahun 2016 KPK menggelar 8 tangkap tangan, 6 bulan pertama pada 2017 ada 5 tangkap tangan, 6 bulan pertama 2018 ada 13 tangkap tangan, dan 7 tangkap tangan pada 6 bulan pertama 2019.

"Dan di 2020 zamannya Firli Bahuri hanya dua. Itu pun dua banyak permasalahan. Praktis yang mungkin tidak ada permasalahan yang kasus Sidoarjo," ujar Kurnia.

Sementara, tangkap tangan terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan jsutru menyisakan sejumlah tanda tanya termasuk keberadaan eks caleg PDI-P Harun Masiku yang masih berstatus buron.

Baca juga: Tak Pakai Masker hingga Naik Helikopter, Firli Diadukan ke Dewas KPK

Menurut ICW, merosotnya jumlah tangkap tangan itu merupakan indikator para pimpinan KPK tidak fokus pada isu penindakan korupsi. Namun, Kurnia menilai hal itu tidak mengagetkan.

"Karena sejak awal 5 orang yang sedang duduk sebagai pimpinan KPK ini adalah lima orang yang tidak pernah bicara lebih jauh soal penindakan," kata Kurnia.

Selain merosotnya jumlah tangkap tangan, beberapa hal lain yang disoroti ICW dalam sektor penindakan adalah bertambahnya jumlah buronan serta penindakan yang tak menyentuh perkara besar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X