Polisi Tangkap Pemuda yang Buang Bayi ke Sungai di Cianjur

Kompas.com - 24/06/2020, 13:03 WIB
Petugas tengah memeriksa kondisi mayat bayi baru lahir yang ditemukan di sungai di Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Dok: Polsek TakokakPetugas tengah memeriksa kondisi mayat bayi baru lahir yang ditemukan di sungai di Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

CIANJUR, KOMPAS.com - Seorang pemuda di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digelandang ke kantor polisi, Selasa (23/6/2020.

Pria berinisial HS (26), warga Kampung Cibodas, Desa Pasawahan, Takokak, Cianjur, itu diamankan atas tuduhan pembuangan bayi.

Perwira Urusan Humas Polres Cianjur Ipda Ade Novi Dwiharyanto mengatakan, bayi malang yang diduga dibuang pelaku ke sungai itu merupakan hasil hubungan gelap pelaku dengan kekasihnya.

"Hasil penyelidikan petugas terhadap kasus temuan mayat bayi di sungai tempo hari mengarah ke pelaku, untuk kemudian kita amankan," kata Ade kepada Kompas.com via pesan singkat, Rabu (24/6/2020).

Baca juga: Cium Bau Menyengat, Warga di Cianjur Temukan Jasad Bayi di Sungai, Polisi Buru Pelaku

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku disangkakan pasal 80 ayat (3) dan atau pasal 80 ayat (4) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat bayi ditemukan di sungai di Kampung Cibodas, Desa Panyawahan, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (20/6/2020) malam.

Bayi berjenis kelamin laki-laki yang masih terdapat tali ari-ari itu ditemukan seorang warga yang hendak memancing di sungai.

Saksi mencium bau tidak sedap di sekitar sungai yang ternyata berasal dari jasad bayi yang sudah membusuk tersebut.

Baca juga: Warga Geger, Ada Jasad Bayi Terbungkus Kresek Hitam di Sumur

Petugas dari Polsek Takokak yang mendapat laporan langsung bergerak ke lokasi untuk kemudian membawa jasad bayi malang itu ke puskesmas setempat untuk dilakukan visum et repertum.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Ungkap Kejanggalan KLB Sumut, Moeldoko Langsung Terpilih hingga Pertanyakan KTA

Mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Ungkap Kejanggalan KLB Sumut, Moeldoko Langsung Terpilih hingga Pertanyakan KTA

Nasional
Saksi Ungkap Pembagian Jatah Paket Bansos Tergantung Permintaan Juliari

Saksi Ungkap Pembagian Jatah Paket Bansos Tergantung Permintaan Juliari

Nasional
Satgas Ingatkan Dampak Libur Panjang saat Pandemi: Dari Kasus Aktif Meningkat hingga Kematian Dokter Tinggi

Satgas Ingatkan Dampak Libur Panjang saat Pandemi: Dari Kasus Aktif Meningkat hingga Kematian Dokter Tinggi

Nasional
Cerita Kader Demokrat Diiming-imingi Rp 100 Juta untuk Ikut KLB, Nyatanya Cuma Terima Rp 5 Juta

Cerita Kader Demokrat Diiming-imingi Rp 100 Juta untuk Ikut KLB, Nyatanya Cuma Terima Rp 5 Juta

Nasional
Terungkap Nama Pengusul Vendor Bansos Covid-19, Termasuk Juliari dan 2 Anggota DPR

Terungkap Nama Pengusul Vendor Bansos Covid-19, Termasuk Juliari dan 2 Anggota DPR

Nasional
AHY: Saya Tetap Hormati Moeldoko, tetapi...

AHY: Saya Tetap Hormati Moeldoko, tetapi...

Nasional
Kerumunan dalam KLB Demokrat di Deli Serdang Dilaporkan ke Polisi

Kerumunan dalam KLB Demokrat di Deli Serdang Dilaporkan ke Polisi

Nasional
Saksi Sebut Fee Bansos Covid-19 Digunakan untuk Bayar Hotma Sitompul Rp 3 Miliar

Saksi Sebut Fee Bansos Covid-19 Digunakan untuk Bayar Hotma Sitompul Rp 3 Miliar

Nasional
Pengakuan Mantan Kader Demokrat yang Ikut KLB: Moeldoko Jadi Anggota dengan Nomor Khusus

Pengakuan Mantan Kader Demokrat yang Ikut KLB: Moeldoko Jadi Anggota dengan Nomor Khusus

Nasional
Jhoni Allen: Moeldoko Tak Pernah Berpikir Jadi Ketum Demokrat, Kami yang Meminang

Jhoni Allen: Moeldoko Tak Pernah Berpikir Jadi Ketum Demokrat, Kami yang Meminang

Nasional
KSP: Saat ini yang Paling Mendesak adalah Pengesahan RUU PKS

KSP: Saat ini yang Paling Mendesak adalah Pengesahan RUU PKS

Nasional
Indonesia Dapat 11.748.000 Vaksin Covid-19 dari Jalur Multilateral pada 'Batch' Pertama

Indonesia Dapat 11.748.000 Vaksin Covid-19 dari Jalur Multilateral pada "Batch" Pertama

Nasional
AHY: Saya Kecewa Moeldoko Terlibat...

AHY: Saya Kecewa Moeldoko Terlibat...

Nasional
AHY Sebut KLB Sumut Dihadiri 32 Mantan Ketua DPC yang Sudah Dicopot

AHY Sebut KLB Sumut Dihadiri 32 Mantan Ketua DPC yang Sudah Dicopot

Nasional
Menkes: Semua Kontak Erat Dua Kasus Covid-19 B.1.1.7 Negatif

Menkes: Semua Kontak Erat Dua Kasus Covid-19 B.1.1.7 Negatif

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X