Kompas.com - 19/06/2020, 21:45 WIB
Peta sebaran Covid-19 di Jawa Timur 10 Juni 2020. Tangkapan layarPeta sebaran Covid-19 di Jawa Timur 10 Juni 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono menilai, tidak masalah apabila Provinsi Jawa Timur tidak lagi menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Menurut Pandu, PSBB bisa digantikan dengan penerapan protokol kesehatan, misalnya memasifkan penggunaan masker.

"Yang paling penting adalah semua orang harus pakai masker. Itu lebih jelas. orang tuh enggak ngerti PSBB itu apa. Jadi pada enggak ngerti, ya (kasus Covid-19) naik terus," kata Pandu pada Kompas.com, Jumat (19/6/2020).

Baca juga: Beredar Kabar PSBB Surabaya Kembali Digelar, Pemprov Jatim: Belum Ada Permintaan

Pandu menilai, selama ini PSBB di Jawa Timur tidak efektif dalam menekan angka penambahan kasus baru Covid-19.

Oleh karena itu, harus ada solusi lain seperti memperkuat penerapan protokol kesehatan ditingkat akar rumput.

Pandu menjelaskan, penggunaan masker bisa mengurangi potensi penularan Covid-19.

Kemudian, jika masyarakat mengkombinasikannya dengan protokol jaga jarak dan rajin mencuci tangan, maka risiko penularan akan semakin rendah.

Baca juga: Sebaran Kasus Baru Covid-19: Jatim Tertinggi dengan 384 Kasus

"Biarin saja masyarakat bebas, tapi perilaku pakai masker jaga jarak dan cuci tangan itu yang sekarang difokuskan," ujar dia.

Diketahui, penambahan kasus harian Covid-19 di Jawa Timur masih cukup besar.

Berdasarkan catatan Kompas.com, pada 17 Juni 2020 terdapat penambahan kasus positif harian Covid-19 sebanyak 225 orang di Jawa Timur.

Sementara 18 Juni terjadi penambahan kasus harian lagi sebanyak 384 orang dan terakhir 19 Juni bertambah 140 orang.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 19 Juni 2020

Meski demikian, senerapan PSBB di wilayah Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo, tak diperpanjang.

Keputusan itu disepakati Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan kepala daerah dalam rapat evaluasi penerapan PSBB Surabaya Raya III di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (8/6/2020).

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono mengatakan, wilayah Surabaya Raya akan masuk dalam masa transisi selama dua pekan sebelum penerapan konsep new normal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X