Virus Corona di Indonesia Diyakini Belum Bermutasi

Kompas.com - 18/06/2020, 13:25 WIB
Alissa Eckert dan Dan Higgins, ilustrator dari Centers for Disease Control and Prevention, diminta untuk membuat ilustrasi virus corona yang mampu menarik perhatian publik. the new york timesAlissa Eckert dan Dan Higgins, ilustrator dari Centers for Disease Control and Prevention, diminta untuk membuat ilustrasi virus corona yang mampu menarik perhatian publik.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli virologi dari Universitas Udayana Ngurah Mahardika meyakini bahwa virus corona Sars-Cov-2 penyebab Covid-19 di Indonesia belum bermutasi.

"Tanda mutasi virus corona di Indonesia belum tampak," kata Ngurah dalam dialog virtual dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kamis (18/6/2020).

Ngurah mengatakan, data untuk meneliti mutasi virus memang masih terbatas.

Namun, berdasarkan penelitian sementara dengan data yang ada, virus corona di Indonesia tidak jauh berbeda dari virus corona di negara lain.

Baca juga: Benarkah Mutasi Membuat Virus Corona Lebih Menular, Ini Kata Peneliti

Menurut dia, virus corona di Indonesia memang sudah sedikit berbeda dari yang pertama kali muncul di luar China. Kondisi ini sama dengan virus di negara-negara lain.

"Tapi, secara fungsional dia belum mengganas," ucap Ngurah.

Oleh karena itu, jika nantinya ada negara yang menemukan vaksin Covid-19, Ngurah meyakini vaksin tersebut juga bisa dipakai untuk melawan virus corona yang ada di Indonesia.

"Virus di Indonesia tidak unik. Bibit vaksin mana pun di dunia bisa berkhasiat di Indonesia," kata dia.

Baca juga: Menko PMK: Pemerintah Dukung Upaya Ciptakan Obat Penangkal Virus Corona

Ngurah pun berharap ke depannya virus corona di Indonesia tidak mengalami banyak mutasi. Untuk mencegah mutasi ini, kuncinya adalah menekan penyebaran.

Sebab, virus memiliki peluang untuk bermutasi ketika berada di tubuh manusia. Ia tidak bisa bermutasi saat berada di udara atau menempel di benda.

"Jadi agar tak bermutasi jangan masuk tubuh manusia. Setiap orang punya tugas untuk membuat virus ini tak bermutasi dengan menerapkan protokol aman Covid-19," ujar dia.

Baca juga: JK: Kecepatan dalam Bertindak dan Tes Massal Kunci Menang Lawan Covid-19



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X