Pemerintah: Pembukaan 9 Sektor Ekonomi Jalan Tengah di Tengah Pandemi Covid-19

Kompas.com - 18/06/2020, 13:24 WIB
Pekerja mengenakan masker dan berpelindung wajah saat bertugas di pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2020). Untuk mendukung kelancaran masa transisi dan mencegah penularan Covid-19, pengelola mal menyediakan hand sanitizer otomatis di beberapa titik mal, pengecekan suhu tubuh di pintu-pintu masuk, dan juga menggalakkan physical distancing kepada para pengunjung. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPekerja mengenakan masker dan berpelindung wajah saat bertugas di pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2020). Untuk mendukung kelancaran masa transisi dan mencegah penularan Covid-19, pengelola mal menyediakan hand sanitizer otomatis di beberapa titik mal, pengecekan suhu tubuh di pintu-pintu masuk, dan juga menggalakkan physical distancing kepada para pengunjung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam Kemenko Perekonomian Raden Edi Prio Pambudi mengatakan, pembukaan sembilan sektor ekonomi merupakan jalan tengah untuk memulihkan kondisi ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Kesembilan sektor tersebut meliputi pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian, perikanan, logistik, dan transportasi barang.

Namun, dia mengingatkan bahwa kondisi pandemi Covid-19 saat ini belum kembali normal.

"Jadi kami berpesan bahwa sekarang ini kondisi pandemi belum kembali normal. Proses membuka kembali kegiatan sosial ekonomi itu adalah kebijakan jalan tengah," ujar Edi dalam talkshow daring yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kamis (18/6/2020).

Baca juga: Indonesia Terpilih Jadi Dewan Ekonomi dan Sosial PBB

Menurut dia, di satu pihak pemerintah ingin menjaga agar jangan sampai kasus Covid-19 terus meningkat.

Sementara itu, di sisi lain pemerintah juga ingin secepatnya memulihkan kondisi ekonomi.

Oleh karena itu, menurut Edi, jalan tengah atas berbagai hal di atas adalah ketaatan semua pihak untuk menerapkan kebiasaan disiplin terhadap protokol kesehatan.

"Kita harus mempunyai komitmen menerapkan kebiasaan disiplin terhadap protokol kesehatan agar tidak menimbulkan kerugian baru," kata dia. 

"Setelah disiplin diri sendiri, lalu kita sebisa mungkin mengajak masyarakat untuk menerapkan disiplin yang sama dalam kegiatan sosial ekonomi," ucap Edi.

Sebelumnya, pemerintah telah memulai tahapan rencana pembukaan sembilan sektor ekonomi dan pelaksanaan program masyarakat produktif dan aman Covid-19.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X