Novel Ungkap Bukti Disiram Air Keras, Bukan Air Aki

Kompas.com - 18/06/2020, 09:38 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan (tengah) selaku korban menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya dengan terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (30/4/2020). Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan saksi. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz ANTARA FOTO/Aprillio AkbarPenyidik KPK Novel Baswedan (tengah) selaku korban menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya dengan terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (30/4/2020). Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan saksi. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menegaskan, ia disiram menggunakan air keras dan bukan air aki.

Menurut Novel, tidak ada fakta lain di persidangan yang menguatkan bahwa ia disiram menggunakan air aki selain dari keterangan terdakwa.

"Jadi ketika dibilang air aki saya kira dasarnya hanya karena terdakwa bilang begitu. Tidak ada fakta lain," kata Novel dalam acara "Mata Najwa", Rabu (17/6/2020).

Baca juga: Hanya Mata yang Luka Terkena Air Keras, Begini Penjelasan Novel Baswedan

Novel kemudian menjelaskan beberapa bukti bahwa ia disiram menggunakan air keras.

Bukti pertama, yakni rekam medisnya yang menunjukkan bahwa ia disiram menggunakan air keras.

Bukti kedua, menurut Novel, air yang digunakan terdakwa untuk menyiramnya sempat terjatuh di beton, kemudian beton tersebut berubah warna.

"Ini kelihatan sekali bekasnya bahwa ada bercak betonnya itu seperti melepuh. Berubah warna," ujar dia. 

"Ini tergambar bahwa tidak mungkin air aki kalau jatuh ke beton itu bisa betonnya berubah warna. Bahkan sampai setahun lebih," kata Novel.  

Bukti ketiga, para saksi di lokasi kejadian juga mencium bau yang sangat menyengat.

Air keras, kata dia, memiliki bau yang sangat menyegat tidak seperti air aki yang tidak memiliki bau menyengat.

"Orang yang mengamankan ada beberapa orang, semuanya mencium dengan penciuman yang jelas dan bersaksi di persidangan bahwa baunya sangat menyengat," ucap Novel. 

Baca juga: Saat Istana Diminta Tak Buang Badan Soal Ringannya Tuntutan Penyerang Novel Baswedan

Bukti keempat, ada saksi yang mencoba memindahkan pakaian milik Novel saat kejadian. Ketika dipindahkan saksi tersebut mengalami rasa panas.

Sederet bukti tersebut juga sudah disampaikan Novel saat persidangan berlangsung beberapa waktu lalu. Namun, jaksa penuntut umun justu memberikan tuntutan satu tahun penjara.

"Bahkan yang saya tahu bahwa salah seorang tim pencari fakta dari Komnas HAM ketika mengkonfirmasi kepada labfor (laboratorium forensik) Mabes Polri, mengatakan bahwa dikatakan diberitahu bahwa itu air keras bukan air aki," ucap Novel Baswedan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X