Penggunaan Sarung Tangan Bukan Protokol Utama Cegah Covid-19

Kompas.com - 17/06/2020, 14:12 WIB
Ilustrasi penggunaan sarung tangan. KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRIIlustrasi penggunaan sarung tangan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Junior Doctor Network Edward Faisal mengatakan, masyarakat sebaiknya berhati-hati menggunakan sarung tangan ketika bepergian menggunakan transportasi umum.

Menurut Edward, penggunaan sarung tangan bukan protokol utama pencegahan penularan Covid-19.

"Sebab kadang ada yang suka lupa setelah pakai sarung tangan, lalu dimasukkan ke kantong. Kemudian dipegang lagi, dan secara tidak sengaja sambil makan atau memegang muka," ujar Edward dalam talkshow daring yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu (17/6/2020).

Baca juga: Penggunaan Sarung Tangan Saat Berbelanja Tak Disarankan, Ini Alasannya

"Yang demikian, justru berisiko menularkan (Covid-19). Karenanya harus hati-hati," lanjutnya.

Adapun jika tetap ingin menggunakan sarung tangan, masyarakat disarankan memakai sarung tangan kain.

Setelah dipakai, sarung tangan sebaiknya dimasukkan ke dalan wadah dan dicuci setelah sampai di rumah.

Baca juga: Jangan Pakai Sarung Tangan saat Belanja, Apa Alasannya?

Sebelumnya, Edward mengatakan ada sejumlah protokol kesehatan yang wajib dilakukan masyarakat saat bepergian dengan KRL, bis, maupun MRT.

Protokol kesehatan itu hendaknya dipersiapkan sejak dari rumah.

"Kalau dari sisi kesehatan, persiapannya harus pakai pelindung diri. Bisa memakai topi agar virus tidak mengenai kepala kita. Lalu wajib memakai masker," ujar Edward dalam talkshow daring yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X