Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/06/2020, 13:52 WIB

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 tidak hanya mengancam tenaga kesehatan (nakes) yang khusus menangani penyakit itu.

Nakes lain yang bertugas di fasilitas kesehatan non-rujukan Covid-19 ternyata juga rawan tertular.

Presiden Toksologi Indonesia asal Jawa Timur (Jatim) Tri Maharani menjadi salah satu contoh nakes yang tertular Covid-19. Kini, ia tengah berjuang untuk sembuh dari penyakit tersebut.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Jatim yang juga anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Sarmuji pun tidak tinggal diam setelah kabar itu sampai di telinganya.

Baca juga: Golkar Dukung Gibran dan Bobby pada Pilkada 2020

“Dia dokter yang sangat langka di Indonesia, bahkan dunia. Dia adalah dokter ahli bisa ular,” kata Sarmuji, dalam keterangan tertulis.

Dirinya terpanggil untuk ikut membantu para dokter yang ia sebut sebagai aset Bangsa Indonesia.

Pesan Dokter Tri Maharani

Sarmuji sempat berbincang dengan Dokter Tri Maharani. Dari perbincangan itu, Sang Dokter menyampaikan enam pesan yang ditujukan kepada semua pihak, terkait pandemi Covid-19.

Menurut Sarmuji, Dokter Tri Maharani memperingatkan bahwa ancaman Covid-19 ternyata lebih berbahaya di rumah sakit non-rujukan. Hal itu bisa dilihat dari kasus yang menimpanya.

“Jadi pesan Dokter Tri, mohon rumah sakit bukan rujukan juga diperhatikan,” kata Sarmuji.

Selanjutnya, Dokter Tri menyarankan agar alur screening Covid-19 diperbaiki. Bukan sekadar tes rapid, tetapi juga tes swab agar makin efisien.

Baca juga: Politisi Golkar: Jakarta Harus Siap Masuk Fase New Normal, Jangan Sampai Pandemi Ekonomi

“Ketiga, ia memohon jaminan keamanan berupa ketersediaan alat keselamatan tenaga kesehatan karena mereka adalah aset negara,” ujar Sarmuji.

Menurut Tri, jaminan keamanan untuk para nakes akan mengurangi kematian dokter dan perawat.

Kemudian, saran keempat ditujukan untuk pemerintah agar berprioritas pada nyawa. Jika makin banyak yang sakit, maka nakes akan kewalahan.

Adapun saran kelima, kata Sarmuji, Tri meminta pemerintah untuk menjadikan orang yang melanggar protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker atau menyebar hoax, dijadikan relawan di rumah sakit rujukan Covid-19.

Baca juga: Airlangga Harap Golkar Paling Siap Hadapi Pilkada di Era Pandemi

Menurut Tri dengan menjadi sukarelawan, seseorang akan benar-benar tahu bahwa ancaman Covid-19 itu nyata.

Terakhir, Sang Dokter meminta agar dilakukan tes swab kepada seluruh nakes karena mereka merupakan salah satu golongan paling rentan tertular Covid-19.

“Apa yang disampaikan Tri Maharani itu tentu sebuah peringatan yang sangat serius. Covid-19 juga bukan merupakan konspirasi,” kata Sarmuji.

Dari perbincangan tersebut, ia menyampaikan bahwa ancaman Covid-19 benar-benar nyata, sehingga tidak boleh disepelekan dan perlu penanganan serius untuk memutus rantai penyebarannya.

Baca juga: Partai Golkar Dukung Pemberlakuan New Normal

Sementara itu, Partai Golkar sendiri telah ambil bagian untuk ikut berpartisipasi mendukung para nakes di Tanah Air dengan menyalurkan ratusan ribu alat pelindung diri (APD).

Saat ini, Golkar Jatim tengah mempersiapkan bantuan APD untuk beberapa rumah sakit di Jawa Timur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lukas Enembe Minta Berobat ke Singapura, KPK: RSPAD Masih Memadai Sejauh Ini

Lukas Enembe Minta Berobat ke Singapura, KPK: RSPAD Masih Memadai Sejauh Ini

Nasional
KPK: Tak Ada yang Dijanjikan ke Lukas Enembe

KPK: Tak Ada yang Dijanjikan ke Lukas Enembe

Nasional
Selain Anies, Prabowo dan Gatot Nurmantyo Akan Diundang ke Rakernas Partai Ummat

Selain Anies, Prabowo dan Gatot Nurmantyo Akan Diundang ke Rakernas Partai Ummat

Nasional
IDAI Ungkap Penyebab Rendahnya Angka Harapan Hidup Anak Pengidap Kanker di Indonesia

IDAI Ungkap Penyebab Rendahnya Angka Harapan Hidup Anak Pengidap Kanker di Indonesia

Nasional
Ini Gejala Umum Kanker pada Anak Menurut IDAI

Ini Gejala Umum Kanker pada Anak Menurut IDAI

Nasional
UPDATE 4 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 186, Totalnya Jadi  6.730.964

UPDATE 4 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 186, Totalnya Jadi 6.730.964

Nasional
Jadi Bakal Capres Favorit Partai Ummat, Anies Diundang ke Rakernas

Jadi Bakal Capres Favorit Partai Ummat, Anies Diundang ke Rakernas

Nasional
Polri: Hoaks, Video Tentara China Dijemput Mobil Polisi

Polri: Hoaks, Video Tentara China Dijemput Mobil Polisi

Nasional
Ribuan Anak Indonesia Idap Kanker Sepanjang 2022, Paling Banyak Leukimia

Ribuan Anak Indonesia Idap Kanker Sepanjang 2022, Paling Banyak Leukimia

Nasional
Kunjungi Menhan Turki, Prabowo Tandatangani Rencana Aksi Kerja Sama Pertahanan

Kunjungi Menhan Turki, Prabowo Tandatangani Rencana Aksi Kerja Sama Pertahanan

Nasional
Kementerian KP Latih Peserta Didik lewat Festival Kewirausahaan

Kementerian KP Latih Peserta Didik lewat Festival Kewirausahaan

Nasional
Anak Buah Sambo Beberkan Budaya Sulit Tolak Perintah Atasan, Kompolnas: Sekarang Bukan Zaman Orde Baru

Anak Buah Sambo Beberkan Budaya Sulit Tolak Perintah Atasan, Kompolnas: Sekarang Bukan Zaman Orde Baru

Nasional
IDAI: Kelebihan Nutrisi Tingkatkan Risiko Kanker pada Anak

IDAI: Kelebihan Nutrisi Tingkatkan Risiko Kanker pada Anak

Nasional
Gelar International Collaboration: Students Industry Networking, Kementerian KP Perkuat Jejaring Internasional untuk Pendidikan

Gelar International Collaboration: Students Industry Networking, Kementerian KP Perkuat Jejaring Internasional untuk Pendidikan

Nasional
Kasatgas Penyidikan KPK Tri Suhartanto kembali ke Polri

Kasatgas Penyidikan KPK Tri Suhartanto kembali ke Polri

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.