Ketua Gugus Tugas Covid-19: Jumlah APD Cukup, Bahkan Lebihi Kapasitas

Kompas.com - 17/06/2020, 11:32 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan pemaparan terkait perkambangan situasi Covid-19 kepada Presiden di Kantor BNPB DOK/BNPBKetua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan pemaparan terkait perkambangan situasi Covid-19 kepada Presiden di Kantor BNPB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan, jumlah alat pelindung diri ( APD) bagi tenaga kesehatan telah memenuhi kebutuhan. 

Bahkan, kata dia, terjadi kelebihan kapasitas jumlah APD.

"Alhamdulillah sekarang ini jumlah APD sudah semakin cukup, bahkan kami sudah overcapacity. Banyak industri tekstil yang akhirnya melakukan perubahan untuk membuat APD," kata Doni dalam rapat bersama Komisi X DPR, Rabu (17/6/2020).

Baca juga: Bakal Ada Ritel Masker dan APD di Bandara Soekarno-Hatta

Doni mengatakan, sejumlah perusahaan yang memproduksi APD sudah mendapatkan sertifikat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Artinya, menurut Doni, APD yang dihasilkan di dalam negeri berstandar internasional.

"Kami juga bersyukur sudah ada izin yang dikeluarkan WHO kepada beberapa perusahaan di Tanah Air, bahkan sudah ada yang dapat sertifikat ISO 16604 yang berstandar internasional dengan level 3 premium, bahan baku APD yang selama ini 100 persen didatangkan dari luar negeri, terutama Korsel dan China," tutur dia. 

Selain itu, Doni menyampaikan Kemenristek bersama BPPT telah mengembangkan ventilator untuk membantu penanganan Covid-19.

Ia menegaskan,pemerintah pusat berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan bagi seluruh provinsi.

"Termasuk juga upaya-upaya dari para periset yang berhasil membangun ventilator kemudian Kemenristek serta BPPT dan perguruan tinggi membantu pemerintah merancang alkes yang dapat digunakan untuk pengobatan masyarakat yang sakit. Segala upaya kami lakukan agar seluruh provinsi mendapatkan dukungan memadai dari pusat," ujar Doni.

Selanjutnya, Doni mengatakan, pemerintah akan terus meningkatkan kemampuan tes massal Covid-19.

Baca juga: Komisi II Usul Petugas Pilkada Pakai Stok APD Gugus Tugas atau Pemda

Menurut Doni, Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi yang tegas terkait peningkatan kemampuan tes massal ini hingga menjadi 30.000 per hari.

"Presiden menugaskan Kemenristek dan Kemenkes agar memperbanyak tenaga-tenaga yang punya kemampuan untuk mengelola laboratorium, termasuk tenaga administrasi untuk melaporkan hasil. Ke depan, presiden meminta kemampuan ini ditingkatkan lebih dari 20.000, bahkan ke arah 30.000," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Siapkan Sistem Pendataan Digital untuk Kelompok Prioritas Vaksin Covid-19

Pemerintah Siapkan Sistem Pendataan Digital untuk Kelompok Prioritas Vaksin Covid-19

Nasional
Beri Klarifikasi, Firli Sebut Baca Why Nations Fail pada 2012, Bukan 2002

Beri Klarifikasi, Firli Sebut Baca Why Nations Fail pada 2012, Bukan 2002

Nasional
Ini Alasan Jokowi Undang LSM Agraria ke Istana

Ini Alasan Jokowi Undang LSM Agraria ke Istana

Nasional
Jelang Pencoblosan Pilkada, Mendagri: Jangan Persulit Masyarakat Buat E-KTP

Jelang Pencoblosan Pilkada, Mendagri: Jangan Persulit Masyarakat Buat E-KTP

Nasional
Formappi: Kalau Mau Perkuat Demokrasi, Ya Hapus UU ITE

Formappi: Kalau Mau Perkuat Demokrasi, Ya Hapus UU ITE

Nasional
Satgas: Libur Panjang Akhir Tahun Berpotensi Naikkan Kasus Covid-19

Satgas: Libur Panjang Akhir Tahun Berpotensi Naikkan Kasus Covid-19

Nasional
Sidang Uji Materi UU Cipta Kerja, KSPI Sebut Isu Investasi dan Ketenagakerjaan Tak Bisa Digabung dalam Satu UU

Sidang Uji Materi UU Cipta Kerja, KSPI Sebut Isu Investasi dan Ketenagakerjaan Tak Bisa Digabung dalam Satu UU

Nasional
AMAN Mengaku Tak Pernah Kirim Karangan Bunga di Markas Kodam Jaya

AMAN Mengaku Tak Pernah Kirim Karangan Bunga di Markas Kodam Jaya

Nasional
Satgas Sebut Kasus Covid-19 Meningkat 3,9 Persen Dibandingkan Pekan Sebelumnya

Satgas Sebut Kasus Covid-19 Meningkat 3,9 Persen Dibandingkan Pekan Sebelumnya

Nasional
Muncul Anggapan Perbedaan Perlakuan antara Massa Petamburan dengan Demonstrasi, Ini Jawaban Satgas

Muncul Anggapan Perbedaan Perlakuan antara Massa Petamburan dengan Demonstrasi, Ini Jawaban Satgas

Nasional
Survei Change.org Catat 5 Persoalan Daerah Menurut Anak Muda

Survei Change.org Catat 5 Persoalan Daerah Menurut Anak Muda

Nasional
Kasus Covid-19 Tak Terkendali, Satgas Ingatkan Pemda Tegas Beri Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Tak Terkendali, Satgas Ingatkan Pemda Tegas Beri Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Nasional
Survei Change.org: Janji Kampanye Calon Kepala Daerah Terpilih Perlu Diawasi

Survei Change.org: Janji Kampanye Calon Kepala Daerah Terpilih Perlu Diawasi

Nasional
Polisi Selidiki Dugaan Kampanye di Luar Jadwal oleh Mulyadi-Ali Mukhni

Polisi Selidiki Dugaan Kampanye di Luar Jadwal oleh Mulyadi-Ali Mukhni

Nasional
Mensos Tegaskan Tak Semua Masyarakat Berpendapatan Rendah Terima Bantuan Usaha

Mensos Tegaskan Tak Semua Masyarakat Berpendapatan Rendah Terima Bantuan Usaha

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X