Bio Farma Diminta Kembangkan Vaksin Covid-19, Pemerintah Beri Gedung

Kompas.com - 16/06/2020, 09:49 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat melakukan rapat video conference dengan sejumlha menteri terkait penanganan Covid-19, MInggu (22/3/2020). Dok. Humas Kemenko PMKMenko PMK Muhadjir Effendy saat melakukan rapat video conference dengan sejumlha menteri terkait penanganan Covid-19, MInggu (22/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berupaya menemukan dan mengembangkan vaksin untuk virus corona yang menjadi penyebab penyakit Covid-19.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan aset negara milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupa Gedung Laboratorium Avian Flu yang berada di komplek Bio Farma kepada perusahaan farmasi milik negara tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, gedung tersebut rencananya akan menjadi tempat pengembangan vaksin Covid-19 yang akan dilakukan Bio Farma.

"Saya kira ini sudah clear secara hukum. Saya senang sekali kalau keberadaan gedung ini bisa menjadi modal yang signifikan untuk penemuan vaksin Covid-19," ujar Muhadjir saat memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pemanfaatan Gedung Laboratorium Avian Flu melalui telekonferensi, Senin (15/6/2020), dikutip dari siaran pers.

Baca juga: Indonesia Terus Mendorong Akses Vaksin Covid-19 bagi Semua Negara

Gedung tersebut sebelumnya digunakan untuk proyek pengembangan vaksin flu burung tetapi menjadi terbengkalai karena proyek tersebut mangkrak akibat dugaan kasus korupsi.

Secara hukum gedung tersebut sah milik Kemenkes. Dengan demikian, Muhadjir pun meminta percepatan penyelesaian masalah-masalah tersisa agar gedung tersebut bisa digunakan.

Ia juga meminta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kemenkes dan Bio Farma segera membentuk tim untuk membahas mekanisme sementara yang akan digunakan.

"Terkait peralatan pun dalam minggu ini saya mohon ada tim untuk mengecek langsung dari Bio Farma, Kemenristek, dan Unair yang memiliki kaitan dengan jenis-jenis riset yang mau ditangani di gedung yang ada di Bio Farma itu," kata dia.

Baca juga: Jusuf Kalla: Indonesia Harus Berkontribusi dalam Pengobatan Covid-19, Jangan Selalu Minta ke China

Muhadjir mengatakan, skema penyertaan modal negara dalam bentuk aset menjadi skema ideal untuk pengalihan gedung tersebut.

Ada dua pendekatan yang bisa dilakukan untuk mempercepatnya, yakni skema kerja sama operasional dan skema kerja sama pemanfaatan aset.

"Skema kerja sama operasional, fungsi Kemenkes dijalankan oleh Bio Farma sedangkan skema kerja sama pemanfaatan aset, aset Kemenkes yang dimaksud dilaksanakan Bio Farma untuk pemanfaatan yang lebih baik," ucap dia.

Baca juga: BIN dan Unair Temukan Kombinasi Obat yang Hambat Perkembangan Virus Corona



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X