YLBHI: Ada Upaya Pembungkaman Kritik secara Sistematis

Kompas.com - 15/06/2020, 20:22 WIB
Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur saat memberikan keterangan pers terkait pengepungan kantor YLBHI oleh ratusan massa pada Minggu (17/9/2017) malam hingga Senin (18/9/2017) dini hari. Isnur diwawancarai oleh sejumlah wartawan di kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoKetua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur saat memberikan keterangan pers terkait pengepungan kantor YLBHI oleh ratusan massa pada Minggu (17/9/2017) malam hingga Senin (18/9/2017) dini hari. Isnur diwawancarai oleh sejumlah wartawan di kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ( YLBHI) Muhammad Isnur menilai ada upaya pembungkaman kritik secara sistematis terkait serangan yang dialami oleh komika, Bintang Emon.

"Jadi ini ada pembungkaman yang sistematis, yang sangat serius dari kekuasaan," ujar Isnur saat dihubungi Kompas.com, Senin (15/6/2020).

Baca juga: YLBHI Nilai Serangan ke Bintang Emon Serangkai dalam Teror Novel Baswedan

Isnur berpandangan, ada sejumlah pihak yang ingin agar suara kritis dibungkam, baik pihak yang terganggu dengan upaya pemberantasan korupsi maupun lembaga tertentu.

Terlebih, upaya pembungkaman kepada Bintang terjadi setelah ia menyampaikan kritik berbalut komedi terkait kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Menurut Isnur, kasus serupa juga pernah dialami jurnalis hingga sastrawan. Ia menduga, ada pihak-pihak yang sangat terganggu dengan kritik dari masyarakat.

"Dalam artian penguasa dalam tahap terganggu sangat serius, bahkan terganggu oleh komika, terganggu oleh lawak, terganggu oleh sastra, seni, itu kan mengerikan," kata Isnur.

Baca juga: Bikin Video Kasus Novel Baswedan, Bintang Emon Jadi Trending Topic di Twitter

Sebelumnya, Bintang Emon menerima serangan di Twitter dari sejumlah akun.

Serangan tersebut diduga berkaitan dengan video sindirannya mengenai tuntutan jaksa terhadap dua terdakwa pelaku yang menyerang Novel Baswedan. Kedua terdakwa, yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, dituntut pidana 1 tahun penjara.

Bahkan, nama Bintang Emon menjadi trending topic atau terpopuler di Twitter hingga Senin (15/6/2020) siang.

Salah satu serangan tersebut, yakni tuduhan jika Bintang Emon merupakan pengguna narkoba. Namun hal tersebut lantas dibantah keras oleh sesama komika, Arie Kriting.

"Bintang Emon baik banget. Gak pernah narkoba dari dulu sampai sekarang. Kalian tanya aja semua yang kenal Bintang deh. Disodorin rokok aja dia ogah. Sering diledekin di tongkrongan, karena gak punya sejarah bandel," tulis Arie di akun Twitter-nya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X