IDAI: Sekolah Baru Dapat Dibuka jika Kasus Covid-19 Telah Menurun

Kompas.com - 11/06/2020, 17:20 WIB
Ilustrasi Belajar di Rumah DOK. PIXABAYIlustrasi Belajar di Rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menilai kegiatan belajar mengajar baru dapat kembali dilakukan di sekolah ketika jumlah kasus Covid-19 telah menurun.

Ketua Umum PP IDAI Aman Bhakti Pulungan mengajurkan agar kegiatan pembelajaran jarak jauh dilanjutkan pada tahun ajaran baru mendatang karena jumlah kasus belum menurun.

"Pembukaan kembali sekolah-sekolah dapat dipertimbangkan bila Covid-19 telah menurun dan kita lihat di TV belum menurun kan," kata Aman dalam acara rapat koordinasi nasional Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) secara daring, Kamis (11/6/2020).

Baca juga: Kemendikbud: Kegiatan Belajar di Sekolah Tergantung pada Perkembangan Pandemi

Aman menuturkan, secara epidemiologis, persebaran wabah Covid-19 di Indonesia belum terkendali, sehingga anak-anak memiliki risiko terinfeksi virus corona.

"Tiap minggu kasusnya naik, tiap minggu ada anak yang meninggal baik positif maupun PDP, bagaimana ini dikatakan terkendali," ujar Aman.

Selain itu, Aman juga menilai sistem kesehatan serta pemantauan kesehatan masyarakat belum mampu menangani Covid-19.

Ia mencontohkan data kasus Covid-19 yang dilaporkan setiap harinya kerap kali tidak sesuai dengan temuan di lapangan.

"Hari ini diumumkan (zona) hijau, hari itu saya cek ada tiga kasus baru di tempat yang diumumkan hijau. Jadi kan kadang-kadang data yang di TV itu data yang beberapa lama yang lalu," ujar Aman.

Baca juga: Wapres: Hanya Daerah Zona Hijau Bisa Mulai Sekolah secara Tatap Muka

Aman pun menegaskan bahwa anak-anak sama-sama berisiko meninggal akibat terinfeksi Covid-19, selayaknya orang dewasa.

"Anak itu banyak yang meninggal, satu anak pun tidak boleh meninggal. Jangan dibilang anak itu enggak ada (yang) meninggal," kata Aman.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Biro Kerja Sama dan Humas ( Kemendikbud) Evy Mulyani mengatakan, dimulainya tahun ajaran baru tidak dilakukan secara tatap muka. Model pembelajaran akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi pandemi Covid-19.

"Yang ingin saya sampaikan adalah klarifikasi bahwa ketika kita bicara tahun ajaran baru ini tidak sama dengan kegiatan belajar mengajar tatap muka disekolah atau pembukaan sekolah artinya bahwa tahun ajaran baru yang dimaksud adalah dimulainya tahun pelajaran baru 2020/2021," kata Evy dalam video yang ditayangkan dalam talk show bertema Lembaga Pendidikan yang Adaptif Terhadap Kebiasaan Baru, Selasa (9/6/2020).

Baca juga: Kemendikbud: Model Pembelajaran Tahun Ajaran Baru Akan Mengikuti Kondisi

Evy menuturkan, nantinya model pembelajaran akan tergantung pada perkembangan kondisi Covid-19, mungkin pembelajaran dilakukan seperti tiga bulan terakhir.

"Artinya model pembelajaran akan sangat tergantung pada perkembangan kondisi. Model pembelajaran pertama yang utama sebagian besar sekolah akan melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) seperti yang sudah dilakukan tiga bulan terakhir ini," ujar Evy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: 1.353.834 Kasus Covid-19 serta Seruan Satu Komando Pusat dan Daerah

UPDATE: 1.353.834 Kasus Covid-19 serta Seruan Satu Komando Pusat dan Daerah

Nasional
Kasus Bansos Covid-19, Sekjen Kemensos Ungkap Aliran Dana untuk Juliari Batubara

Kasus Bansos Covid-19, Sekjen Kemensos Ungkap Aliran Dana untuk Juliari Batubara

Nasional
Tentang Virus Corona B.1.1.7 dari Inggris yang Terdeteksi di Karawang

Tentang Virus Corona B.1.1.7 dari Inggris yang Terdeteksi di Karawang

Nasional
Presiden Jokowi Ajak Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan

Presiden Jokowi Ajak Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan

Nasional
KPK Usut Kasus Suap Pajak Senilai Puluhan Miliar Rupiah dan Respons Sri Mulyani

KPK Usut Kasus Suap Pajak Senilai Puluhan Miliar Rupiah dan Respons Sri Mulyani

Nasional
Ketujuh Eks Kader Demokrat Bakal Ajukan Gugatan Pemecatan Bersamaan

Ketujuh Eks Kader Demokrat Bakal Ajukan Gugatan Pemecatan Bersamaan

Nasional
Kepala BKPM Sebut Investasi Miras Usulan dari Pemda dan Masyarakat

Kepala BKPM Sebut Investasi Miras Usulan dari Pemda dan Masyarakat

Nasional
Kejagung Sita Tambang Nikel Seluas 23.000 Hektare Milik Heru Hidayat

Kejagung Sita Tambang Nikel Seluas 23.000 Hektare Milik Heru Hidayat

Nasional
Ini Kasus yang Dipertimbangkan KPK untuk Diterbitkan SP3

Ini Kasus yang Dipertimbangkan KPK untuk Diterbitkan SP3

Nasional
KPK Sita Rumah Milik Staf Khusus Edhy Prabowo di Jakarta Selatan

KPK Sita Rumah Milik Staf Khusus Edhy Prabowo di Jakarta Selatan

Nasional
Menristek: Mutasi Virus Corona Berpengaruh pada Efikasi Vaksin

Menristek: Mutasi Virus Corona Berpengaruh pada Efikasi Vaksin

Nasional
Geledah Rumah Penyuap Nurdin Abdullah, KPK Sita Berbagai Dokumen

Geledah Rumah Penyuap Nurdin Abdullah, KPK Sita Berbagai Dokumen

Nasional
Polri Mulai Selidiki Dugaan Unlawful Killing terhadap 4 Anggota Laskar FPI

Polri Mulai Selidiki Dugaan Unlawful Killing terhadap 4 Anggota Laskar FPI

Nasional
Tanggapi Isu KLB, Demokrat: Demi Selamatkan Partai atau Kepentingan Pribadi?

Tanggapi Isu KLB, Demokrat: Demi Selamatkan Partai atau Kepentingan Pribadi?

Nasional
Hakim Pertanyakan Kualifikasi Effendi Gazali Jadi Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan

Hakim Pertanyakan Kualifikasi Effendi Gazali Jadi Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X