Kompas.com - 09/06/2020, 12:33 WIB
Petugas memakamkan jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 di lahan khusus pemakaman di Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (4/5/2020). Sedikitnya lima jenazah PDP COVID-19 telah dimakamkan di pemakaman khusus yang disediakan Pemkot Tarakan tersebut. ANTARA FOTO/Fachrurrozi/zk/pras. ANTARA FOTO/FACHRURROZIPetugas memakamkan jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 di lahan khusus pemakaman di Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (4/5/2020). Sedikitnya lima jenazah PDP COVID-19 telah dimakamkan di pemakaman khusus yang disediakan Pemkot Tarakan tersebut. ANTARA FOTO/Fachrurrozi/zk/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Operasi Terpusat Kontigensi Aman Nusa II-Penanganan Covid-19 Tahun 2020 Komjen Agus Andrianto menginstruksikan jajarannya berkoordinasi dengan pihak rumah sakit rujukan Covid-19.

Agus, yang juga merupakan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, meminta jajarannya mendorong pihak rumah sakit agar segera melakukan tes swab kepada pasien.

“Untuk berkoordinasi, bekerja sama, dan mendorong pihak rumah sakit rujukan Covid-19 untuk segera melaksanakan tes swab terhadap pasien yang dirujuk,” kata Agus melalui keterangan tertulis, Selasa (8/6/2020).

Baca juga: Antisipasi Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 dari RS, Polisi Banyumas Intensifkan Pengawasan

“Terutama pasien yang sudah menunjukkan gejala Covid-19, memiliki riwayat penyakit kronis, atau dalam keadaan kritis,” sambungnya.

Hal itu tertuang dalam surat telegram Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis dengan nomor ST/1618/VI/Ops.2/2020.

Surat yang diterbitkan pada 5 Juni 2020 itu ditandatangani oleh Agus atas nama Kapolri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Telegram dikeluarkan menanggapi pengambilan paksa jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) yang terjadi belakangan ini.

Baca juga: Detik-detik Warga Surabaya Terekam Ambil Paksa Jenazah Positf Covid-19, Nekat Buka Peti

Dengan dilakukan tes dengan segera, akan diketahui apakah pasien terjangkit Covid-19 atau tidah sehingga dapat menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Lebih lanjut, pemakaman wajib dilakukan dengan prosedur Covid-19 apabila jenazah dipastikan terpapar virus corona.

“Jika jenazah yang dimaksud telah dipastikan positif Covid-19, maka proses pemakamannya harus dilakukan sesuai prosedur Covid-19,” ujarnya.

Baca juga: Viral, Video Keluarga Bawa Paksa Jenazah Pasien Covid-19 Beserta Kasur Rumah Sakit

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.