KWI Ingatkan Jangan Sampai Rumah Ibadah Jadi Klaster Baru Covid-19

Kompas.com - 08/06/2020, 14:23 WIB
Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di Gereja Santa Perawan Maria (Katedral) Bogor, Sabtu (30/5/2020). Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hingga 4 Juni 2020 melakukan penyesuaian kebijakan dari transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memasuki fase normal baru. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPetugas melakukan penyemprotan disinfektan di Gereja Santa Perawan Maria (Katedral) Bogor, Sabtu (30/5/2020). Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hingga 4 Juni 2020 melakukan penyesuaian kebijakan dari transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memasuki fase normal baru.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia ( KWI) Romo Agustinus Heri Wibowo mengajak seluruh umat Katolik untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat beribadah di gereja.

Hal itu perlu dilakukan agar rumah ibadah tidak menjadi klaster baru penyebaran virus corona ( Covid-19).

"Sehingga kegiatan keagamaan kita aman sehat dan masyarakat produktif. Tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19," ujar Heri dalam acara diskusi online bertajuk Tata Hidup Baru (The Normal Life): Prespektif Agama-agama, Senin (8/6/2020).

Baca juga: Gereja Katedral Jakarta Akan Dibuka Setelah Siap dengan Protokol Kesehatan

Heri mengatakan, rumah ibadah harus dijadikan tempat untuk meningkatkan iman pada Tuhan.

Namun, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Protokol kesehatan yang wajib dilakukan yakni, penerapan jarak antar-umat, penyediaan tempat cuci tangan, hingga alat pengecekan suhu tubuh.

"Menjadikan kita semua umat beragama teladan gotong royong untuk kebaikan bersama dengan berusaha disiplin pada protokol kesehatan," ungkap Heri.

Baca juga: PSBB Transisi Berlaku, Gereja Katedral Jakarta Belum Akan Dibuka

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, rumah ibadah akan dibuka secara bertahap menyusul kebijakan pemerintah untuk memasuki tatanan kenormalan baru atau new normal.

"Kami membuat konsep umum, secara bertahap kegiatan ibadah di rumah ibadah dibuka kembali dengan menerapkan prosedur tatanan baru, new normal yang telah dinyatakan Pak Presiden pada 15 Mei 2020," kata Fachrul usai rapat kabinet, Rabu (27/5/2020).

Fachrul menilai cara ini dapat mengobati rasa rindu umat untuk beribadah di rumah ibadah.

Pembukaan rumah ibadah ini juga dinilai bisa memberi ketenangan batin bagi masyarakat di tengah pandemi saat ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nadiem: Aktivitas Sekolah saat Pandemi Beda dengan Kondisi Normal

Nadiem: Aktivitas Sekolah saat Pandemi Beda dengan Kondisi Normal

Nasional
Tren Kampanye Tatap Muka Meningkat, Bawaslu Minta Protokol Kesehatan Dipatuhi

Tren Kampanye Tatap Muka Meningkat, Bawaslu Minta Protokol Kesehatan Dipatuhi

Nasional
Soal Sekolah Dibuka Kembali, Nadiem: Kuncinya di Orangtua

Soal Sekolah Dibuka Kembali, Nadiem: Kuncinya di Orangtua

Nasional
DPR Didesak Ambil Sikap Atas Rencana Relokasi Warga Pulau Komodo

DPR Didesak Ambil Sikap Atas Rencana Relokasi Warga Pulau Komodo

Nasional
Menag: Dari Perspektif Agama, Kemajemukan Adalah Rahmat

Menag: Dari Perspektif Agama, Kemajemukan Adalah Rahmat

Nasional
Bertemu Menkumham, DPR Serahkan Masukan untuk Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme

Bertemu Menkumham, DPR Serahkan Masukan untuk Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme

Nasional
Sambil Terisak, Jaksa Pinangki Minta Maaf ke Anita Kolopaking

Sambil Terisak, Jaksa Pinangki Minta Maaf ke Anita Kolopaking

Nasional
Kepala Bakamla Ingatkan Personelnya Bijak Gunakan Medsos

Kepala Bakamla Ingatkan Personelnya Bijak Gunakan Medsos

Nasional
Indonesia Kembali Catat Kasus Harian Tertinggi, Epidemiolog: Jangan Terpaku Kasus Harian

Indonesia Kembali Catat Kasus Harian Tertinggi, Epidemiolog: Jangan Terpaku Kasus Harian

Nasional
Anita Kolopaking Akui Pernah Kirim Surat hingga Tanya Kemungkinan Ajukan Fatwa ke MA

Anita Kolopaking Akui Pernah Kirim Surat hingga Tanya Kemungkinan Ajukan Fatwa ke MA

Nasional
Dalam 2 Bulan, Ada 91.640 Kampanye Tatap Muka dan 2.126 Pelanggaran Protokol Kesehatan

Dalam 2 Bulan, Ada 91.640 Kampanye Tatap Muka dan 2.126 Pelanggaran Protokol Kesehatan

Nasional
Anita Kolopaking Sebut Djoko Tjandra Sempat Marah soal 'Action Plan' yang Dibuat Jaksa Pinangki

Anita Kolopaking Sebut Djoko Tjandra Sempat Marah soal "Action Plan" yang Dibuat Jaksa Pinangki

Nasional
Pesan dan Harapan Guru untuk Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

Pesan dan Harapan Guru untuk Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
MK Tolak Gugatan terhadap UU Pornografi yang Dimohonkan Terdakwa Kasus Video Porno

MK Tolak Gugatan terhadap UU Pornografi yang Dimohonkan Terdakwa Kasus Video Porno

Nasional
Polri: Ada 1.448 Pelanggaran Protokol Kesehatan Selama Kampanye Pilkada

Polri: Ada 1.448 Pelanggaran Protokol Kesehatan Selama Kampanye Pilkada

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X