85 Tahun Syafii Maarif, Azyumardi Azra: Dia Seorang Demokrat

Kompas.com - 06/06/2020, 07:12 WIB
Buya Syafii Maarif, saat menjadi pembicara di Seminar Internasional Islam Indonesia di Pentas global : Inspirasi Damai Nusantara untuk Dunia, yang digelar di Balai Senat UGM, Jumat (25/01/2019) KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMABuya Syafii Maarif, saat menjadi pembicara di Seminar Internasional Islam Indonesia di Pentas global : Inspirasi Damai Nusantara untuk Dunia, yang digelar di Balai Senat UGM, Jumat (25/01/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra menilai, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif (Buya Syafii) sebagai seorang demokrat atau penganut paham demokrasi.

Hal itu ia sampaikan dalam diskusi online dalam rangka hari ulang tahun Buya Syafii yang ke-85 tahun bertajuk 'Merawat Buya, Merawat Indonesia: Buya Syafii Maarif Dimata Tokoh Bangsa', Jumat (5/6/2020).

"Kita tahu bahwa di dalam Buya Syafii Maarif ini di tulang rusuknya, di tulang sum-sumnya itu adalah seorang demokrat," kata Azyumardi.

Baca juga: 85 Tahun Buya Syafii Maarif, Sosok Sederhana yang Enggan Diistimewakan

Ia juga mengatakan Buya tidak pernah terlibat politik praktis. Sebaliknya, Buya selalu bermain dalam politik pengimbang.

Azyumardi juga menilai banyak sekali perjuangan Buya yang harus dilanjutkan generasi muda.

Mulai dari menempatkan Islam dalam konteks ke Indonesiaan dan kemanusiaan.

Kemudian, memperjuangkan komitmen Indonesia dan Pancasila. Menurut Azyumardi, saat ini masih banyak konfrontasi antar Pancasila terutama dengan agama.

"Atau dibikin konfrontasi baru antara agama dengan pancasila yang sebetuknya ini sudah selesai dari dulu," ujarnya.

Baca juga: Buya Syafii Maarif: Harus Mencintai Negeri Ini Meskipun Ruwet

Perjuangan selanjutnya, adalah melakukan mensosialisasikan Pancasila demi terciptanya keragaman.

Terakhir, lanjut Azyumardi adalah melakukan konsolidasi demokrasi. Ia menilai hal itu perlu dilakukan, pasalnya belakangan ini demokrasi Indonesia sudah mulai kabur.

"Sudah banyak penilaian kkta sendiri juga merasakan bahwa demikrasi kita sudah bergeser dalan flow demokrasi yang cacat," ucap Azyumardi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Sudah Salurkan Rp 304,6 Triliun untuk Pemulihan Ekonomi

Pemerintah Sudah Salurkan Rp 304,6 Triliun untuk Pemulihan Ekonomi

Nasional
Jokowi: Kondisi Sekarang Serba Sulit

Jokowi: Kondisi Sekarang Serba Sulit

Nasional
Batal Hari Ini, Gelar Perkara Kasus Kebakaran Kejagung Dilakukan Besok

Batal Hari Ini, Gelar Perkara Kasus Kebakaran Kejagung Dilakukan Besok

Nasional
Pihak Pinangki Ungkap Dugaan Kejanggalan dalam Penyidikan

Pihak Pinangki Ungkap Dugaan Kejanggalan dalam Penyidikan

Nasional
KPU Tak Tutup Mata dengan Usul Penundaan, tetapi Ingin Pilkada Tetap Dilanjutkan

KPU Tak Tutup Mata dengan Usul Penundaan, tetapi Ingin Pilkada Tetap Dilanjutkan

Nasional
Hadapi La Nina, BNPB Minta Setiap Daerah Siaga dan Siapkan Mitigasi Bencana

Hadapi La Nina, BNPB Minta Setiap Daerah Siaga dan Siapkan Mitigasi Bencana

Nasional
Ahli: Kalau Pilkada Mau Dilaksanakan Cabut Dulu Status Darurat Kesehatan Masyarakat

Ahli: Kalau Pilkada Mau Dilaksanakan Cabut Dulu Status Darurat Kesehatan Masyarakat

Nasional
Film G30S/PKI dan Cara Pemerintah Sikapi Peristiwa 1965...

Film G30S/PKI dan Cara Pemerintah Sikapi Peristiwa 1965...

Nasional
Mendagri: Kesuksesan Pilkada 2020 Diukur dari Minimnya Klaster Covid-19

Mendagri: Kesuksesan Pilkada 2020 Diukur dari Minimnya Klaster Covid-19

Nasional
PP Muhammadiyah Minta Pemerintah Tinjau Ulang Keputusan Melanjutkan Pilkada 2020

PP Muhammadiyah Minta Pemerintah Tinjau Ulang Keputusan Melanjutkan Pilkada 2020

Nasional
Kemenperin Usul RUU Pengawasan Obat dan Makanan Mudahkan Pelaku Industri

Kemenperin Usul RUU Pengawasan Obat dan Makanan Mudahkan Pelaku Industri

Nasional
Masuki Musim Hujan, BMKG Minta Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Masuki Musim Hujan, BMKG Minta Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Nasional
Politikus PDI-P Minta Polri Hati-hati Tangani Kebakaran Gedung Kejagung

Politikus PDI-P Minta Polri Hati-hati Tangani Kebakaran Gedung Kejagung

Nasional
Kemendagri Sebut Ada Lima Urgensi Pelaksanaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Kemendagri Sebut Ada Lima Urgensi Pelaksanaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Anggaran Pengamanan Pilkada Belum Tuntas, Mendagri Peringatkan Pemda

Anggaran Pengamanan Pilkada Belum Tuntas, Mendagri Peringatkan Pemda

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X