LBH Pers: HAM Masih Bisa Diperjuangkan dalam Negeri Ini

Kompas.com - 04/06/2020, 17:58 WIB
Kuasa Hukum Tim Pembela Kebebasan Pers Ade Wahyudin di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Rawamangun, Jakarta, Rabu (5/2/2020). Allizha Puti MonarqiKuasa Hukum Tim Pembela Kebebasan Pers Ade Wahyudin di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Rawamangun, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Ade Wahyudin menganggap kemenangan melawan Presiden Joko Widodo dalam kasus pemblokiran internet di Papua dan Papua Barat jadi penyemangat memperjuangkan HAM.

"Keputusan ini akan menjadi penyemangat bahwa HAM masih bisa diperjuangkan dalam negeri ini," ujar Ade dalam webinar, Kamis (4/6/2020).

Ade mengatakan, beberapa amar putusan pengadilan dinilainya cukup menggemberikan.

Terlebih, kemenangan tersebut terjadi ketika situasi demokrasi di Indonesia cukup menyedihkan.

"Beberapa amar putusan itu sangat menggemberikan karena kita tahu bahwa dalam konteks hari ini demokrasi cukup menyedihkan," katanya.

Baca juga: Jokowi Diminta Taati Putusan PTUN soal Pemblokiran Internet Papua

Namun demikian, dirinya meminta masyarakat untuk menahan diri hingga putusan tersebut berkekuatan hukum atau inkrah.

Dengan begitu, masyarakat tetap memiliki peluang menuntut apabila kenyataannya masih terdapat pihak yang dirugikan dari kebijakan pemblokiran tersebut.

"(Kalau) memang ada sektor lain yang merasa dirugikan dan itu bisa dihitung secara materiil, tentu saja akan menjadi peluang lain untuk masyarakat Papua menuntut secara hukum kepada pemerintah," tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, majelis hakim PTUN memutuskan bahwa Presiden Republik Indonesia serta Menteri Komunikasi dan Informatika bersalah atas pemblokiran internet di Papua dan Papua Barat.

Baca juga: YLBHI: Putusan PTUN soal Pemblokiran Internet di Papua Jadi Pembelajaran Pemerintah

Pemblokiran internet ini dilakukan pada Agustus 2019 menyusul kerusuhan yang terjadi karena aksi demonstrasi di Papua dan Papua Barat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres: Integritas ASN Jadi Fokus Pemerintah

Wapres: Integritas ASN Jadi Fokus Pemerintah

Nasional
Polri Diminta Transparan dalam Pengawasan dan Pembinaan Pam Swakarsa

Polri Diminta Transparan dalam Pengawasan dan Pembinaan Pam Swakarsa

Nasional
Bio Farma: 1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac untuk Tenaga Kesehatan Ditargetkan Sampai di Daerah Tujuan Hari Ini

Bio Farma: 1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac untuk Tenaga Kesehatan Ditargetkan Sampai di Daerah Tujuan Hari Ini

Nasional
Politikus PKS Desak Pemerintah Minta Maaf soal Penanganan Covid-19

Politikus PKS Desak Pemerintah Minta Maaf soal Penanganan Covid-19

Nasional
Komisi X Bentuk Panja Kawal Pengangkatan Guru Honorer Jadi ASN

Komisi X Bentuk Panja Kawal Pengangkatan Guru Honorer Jadi ASN

Nasional
UPDATE: 2.966 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri, Kasus Perdana di Kuba

UPDATE: 2.966 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri, Kasus Perdana di Kuba

Nasional
Setuju Penyuluh KB Ditambah, Jokowi: Supaya Mewujudkan Keluarga Indonesia Berkualitas

Setuju Penyuluh KB Ditambah, Jokowi: Supaya Mewujudkan Keluarga Indonesia Berkualitas

Nasional
Evaluasi Satgas Covid-19 terhadap PPKM Tahap I

Evaluasi Satgas Covid-19 terhadap PPKM Tahap I

Nasional
Profil Eks KSAD Wismoyo Arismunandar, Ipar Soeharto dengan Karier Cemerlang di TNI AD

Profil Eks KSAD Wismoyo Arismunandar, Ipar Soeharto dengan Karier Cemerlang di TNI AD

Nasional
Penguatan Hubungan TNI-Polri di Akar Rumput Dinilai Jadi Tantangan Bagi Kapolri Baru

Penguatan Hubungan TNI-Polri di Akar Rumput Dinilai Jadi Tantangan Bagi Kapolri Baru

Nasional
Lagi, Kebinekaan Indonesia Tercederai

Lagi, Kebinekaan Indonesia Tercederai

Nasional
Kamis Ini, MK Gelar Sidang 34 Perkara Sengketa Pilkada 2020

Kamis Ini, MK Gelar Sidang 34 Perkara Sengketa Pilkada 2020

Nasional
387 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari, Anggota DPR: Waktunya Evaluasi Menyeluruh

387 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari, Anggota DPR: Waktunya Evaluasi Menyeluruh

Nasional
Satgas Akui Program Vaksinasi Covid-19 Berjalan Lambat di Awal

Satgas Akui Program Vaksinasi Covid-19 Berjalan Lambat di Awal

Nasional
Jokowi Klaim Pandemi Terkendali Saat Angka Kematian Tinggi, IDI Pertanyakan Parameternya

Jokowi Klaim Pandemi Terkendali Saat Angka Kematian Tinggi, IDI Pertanyakan Parameternya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X