Kunjungi Anambas, Mendagri Bahas Pilkada Hingga Covid-19

Kompas.com - 04/06/2020, 16:03 WIB
Mendagri Tito Karnavian mengenakan masker dengan gambar wajahnya sendiri. Tangkap layar Kompas TVMendagri Tito Karnavian mengenakan masker dengan gambar wajahnya sendiri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja bersama Menko Polhukam Mahfud MD ke Kepulauan Anambas, Natuna Kamis (4/6/2020).

Dalam kunjungan ini, Tito membahas persiapan Pilkada Serentak 2020 yang akan digelar 9 Desember mendatang.

"Sebagai salah satu daerah yang akan melaksanakan Pilkada, saya menekankan agar Pemerintah Kabupaten Anambas memperhatikan anggaran Pilkada, terutama terkait penerapan protokol kesehatan dalam pesta demokrasi itu," ujar Tito sebagaimana dikutip dari siaran pers Kemendagri, Kamis.

Menurut Tito, dirinya sudah bicara dengan Bupati mengenai anggaran Pilkada untuk KPUD, Bawaslu Daerah dan aparat keamanan.

Baca juga: Pilkada di Tengah Pandemi, Komisi II Setuju KPU Tambah Jumlah Bilik Suara

Tito meminta agar anggaran itu segera dicairkan.

"Kemudian, mungkin dengan menambah untuk protokol kesehatan, alat-alat untuk pelindung diri petugas maupun masyarakat pemilih nantinya. Segera untuk juga dicairkan," lanjut dia.

Tito mengatakan, persiapan Pilkada tetap harus dilaksanakan dengan baik meski saat ini Indonesia masih berada dalam situasi pandemi Covid-19.

Tujuannya agar pemungutan suara Pilkada bisa terlaksana dengan lancar.

"Siapapun yang dipilih adalah urusan rakyat dan urusan Tuhan ya, tentunya kita berharap Anambas memiliki pemimpin yang baik, pemimpin yang dapat memajukan Anambas," tutur Tito.

Selain itu, Tito juga mengapresiasi masyarakat Kepulauan Anambas dalam menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

Baca juga: 8 Potensi Pelanggaran Pilkada Saat Pandemi, Akurasi Daftar Pemilih hingga Politik Uang

Tito mengatakan bahwa kedatangannya di Anambas juga untuk mengecek juga situasi Covid-19.

Ia memuji masyarakat yang peduli akan kesehatan dengan menerapkan protokol menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, maupun menggunakan masker.

"Saya lihat masyarakat sangat paham. Mulai dari pakai masker, kita melihat cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, termasuk di tempat ibadah," ungkap Tito.

"Ini memberikan rasa confident (percaya diri) bahwa di Anambas ini sudah mengerti tentang protokol kesehatan Covid-19," tambah dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Protokol Kesehatan Menonton Film di Bioskop DKI Saat PSBB Transisi

Ini Protokol Kesehatan Menonton Film di Bioskop DKI Saat PSBB Transisi

Nasional
Virolog: Vaksin Covid-19 Sulit Diterima Publik jika Belum Lolos Uji Klinis Fase 3

Virolog: Vaksin Covid-19 Sulit Diterima Publik jika Belum Lolos Uji Klinis Fase 3

Nasional
Mahfud: Dokter Harus Berpihak pada Kelangsungan Hidup Manusia

Mahfud: Dokter Harus Berpihak pada Kelangsungan Hidup Manusia

Nasional
Ini Lima Langkah Efektif Cegah Covid-19 di Pesantren dari Epidemiolog

Ini Lima Langkah Efektif Cegah Covid-19 di Pesantren dari Epidemiolog

Nasional
Di HUT IDI, Mahfud Tegaskan Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Harus Bersamaan

Di HUT IDI, Mahfud Tegaskan Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Harus Bersamaan

Nasional
Pusat Keramaian Sumedang Dipantau CCTV, Warga Tak Pakai Masker Langsung Ditindak

Pusat Keramaian Sumedang Dipantau CCTV, Warga Tak Pakai Masker Langsung Ditindak

Nasional
Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawa

Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawa

BrandzView
Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah Sengaja Tak Tes Covid-19 agar Tetap di Zona Hijau

Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah Sengaja Tak Tes Covid-19 agar Tetap di Zona Hijau

Nasional
HUT IDI, Presiden Jokowi Sebut Masyarakat Rasakan Ketangguhan Para Dokter Selama Pandemi

HUT IDI, Presiden Jokowi Sebut Masyarakat Rasakan Ketangguhan Para Dokter Selama Pandemi

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Paling Tinggi Jakarta dengan 1.062

UPDATE 24 Oktober: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Paling Tinggi Jakarta dengan 1.062

Nasional
Pada HUT IDI, Jokowi Sampaikan Dukacita untuk Dokter yang Gugur karena Covid-19

Pada HUT IDI, Jokowi Sampaikan Dukacita untuk Dokter yang Gugur karena Covid-19

Nasional
HUT IDI, Presiden Jokowi: Covid-19 Jadi Momentum Transformasi Sistem Kesehatan

HUT IDI, Presiden Jokowi: Covid-19 Jadi Momentum Transformasi Sistem Kesehatan

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Ada 63.556 Kasus Aktif Covid-19

UPDATE 24 Oktober: Ada 63.556 Kasus Aktif Covid-19

Nasional
Hingga 24 Oktober, Pemerintah Telah Periksa 4.293.347 Spesimen dari 2.711.239 Orang Terkait Covid-19

Hingga 24 Oktober, Pemerintah Telah Periksa 4.293.347 Spesimen dari 2.711.239 Orang Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Capai 166.380

UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Capai 166.380

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X