Imaji Harapan dan Ancaman di Masa Pandemi

Kompas.com - 03/06/2020, 19:12 WIB
Koordinator Distribusi Posko Merah Putih Kasih Foundation JHL Group Marcelinus Enggala (kanan) menyerahkan bantuan kepada perwakilan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Hendra Eka (tengah) di Tangerang, Banten, Minggu (3/5/2020). Merah Putih Kasih Foundation memberikan donasi Alat Pelindung Diri (APD) dan masker kepada jurnalis foto sebagai bentuk kepedulian dan upaya pencegahan penyebaran wabah COVID-19. ANTARA FOTO/FAUZANKoordinator Distribusi Posko Merah Putih Kasih Foundation JHL Group Marcelinus Enggala (kanan) menyerahkan bantuan kepada perwakilan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Hendra Eka (tengah) di Tangerang, Banten, Minggu (3/5/2020). Merah Putih Kasih Foundation memberikan donasi Alat Pelindung Diri (APD) dan masker kepada jurnalis foto sebagai bentuk kepedulian dan upaya pencegahan penyebaran wabah COVID-19.

Kita semua tentu setuju mengenai optimisme ini. Karena pengalaman dan sejarah menunjukkan bahwa segala badai pasti berlalu.

Pertanyaan saya yang muncul kemudian adalah, sebelum harapan itu muncul, apakah masyarakat kita sudah cukup sadar akan bahaya Covid-19?

Harapan biasanya ada setelah kerisauan hadir. Namun, sehari-hari kita menyaksikan banyak orang seolah tidak peduli ataupun takut pada Covid-19.

Kita melihat orang berkerumun, belanja baju lebaran, bahkan pergi ke luar rumah tanpa masker. Dari sini tantangan kita terbesar adalah menumbuhkan kesadaran (awareness).

Tanpa kesadaran potensi bahaya, kedisiplinan masyarakat sulit terbentuk. Tanpa kesadaran itu upaya pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga protokol new normal menjadi tidak berarti dalam menghalau Covid-19.

Mungkin saat ini yang lebih diperlukan adalah "imaji mengancam" seperti masifnya proses penguburan korban jiwa dan membludaknya rumah sakit.

Namun, barangkali benar argumen Susan Sontag dalam dalam Regarding the Pain of Others (2004) bahwa budaya melihat telah menetralisasi kekuatan moral fotografi atas kekejaman.

Maksudnya adalah kengerian yang dipertontonkan terus-menerus membuat masyarakat menjadi kebal.

Literasi visual

Direktur Museum Seni Toledo Brian Kennedy pernah mengutip penelitian bahwa kecepatan membaca visual 60.000 kali lebih cepat dibanding membaca teks. Visual terbukti menjadi alat efektif untuk menyampaikan pesan.

Secara psikologis manusia telah terbiasa berpikir secara visual. Misalnya ketika kita mendengar kata "gedung" maka gambar-gambar beton melintas di dalam kepala kita.

Sebelum Facebook memperkenalkan wall post, manusia prasejarah di goa pedesaan Maros di Sulawesi Selatan telah menggambar pesan dinding, usianya 39.900 tahun—lebih tua dari temuan lukisan zaman es di Eropa.

Visual menaungi banyak medium gambar, dan fotografi termasuk di dalamnya. Fotografi sendiri ditengarai masuk ke Tanah Air (kala itu masih bernama Hindia Belanda) pada tahun 1841 oleh Juriaan Munich, seorang utusan kementerian kolonial lewat jalan laut di Batavia.

Dalam budaya visual yang didukung internet kita dibanjiri limpahan foto. Namun, tidak semua foto tersebut berisi kebenaran. Saat itulah literasi visual dibutuhkan.

Literasi visual atau melek visual adalah kesatuan kompetensi untuk membaca, memahami, dan menciptakan gambar.

Melek visual semakin perlu saat masyarakat bukan lagi seeing is believing, melainkan percaya dulu baru memilih apa yang mereka lihat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 476 Orang, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 29.331

UPDATE: Tambah 476 Orang, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 29.331

Nasional
KNPI Laporkan Permadi Arya terkait Dugaan Rasialisme terhadap Natalius Pigai

KNPI Laporkan Permadi Arya terkait Dugaan Rasialisme terhadap Natalius Pigai

Nasional
UPDATE 28 Januari: 166.540 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 28 Januari: 166.540 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Mahfud MD: Sudah Saya Duga

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Mahfud MD: Sudah Saya Duga

Nasional
UPDATE 28 Januari: Bertambah 87.280, Total 9.046.675 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE 28 Januari: Bertambah 87.280, Total 9.046.675 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 28 Januari: Bertambah 10.792, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 842.122

UPDATE 28 Januari: Bertambah 10.792, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 842.122

Nasional
Masyarakat Dapat Gugat Pemerintah yang Lalai Tangani Pandemi Covid-19

Masyarakat Dapat Gugat Pemerintah yang Lalai Tangani Pandemi Covid-19

Nasional
UPDATE 28 Januari: Ada 82.676 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 28 Januari: Ada 82.676 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 476 Pasien Meninggal akibat Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE: 476 Pasien Meninggal akibat Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Nasional
Dukung Penanganan Stunting, Kemendagri Beri Akses Data Penduduk ke BKKBN

Dukung Penanganan Stunting, Kemendagri Beri Akses Data Penduduk ke BKKBN

Nasional
Jokowi Klaim Pandemi Terkendali, Pengamat: Siapa yang Membisikkan?

Jokowi Klaim Pandemi Terkendali, Pengamat: Siapa yang Membisikkan?

Nasional
Prabowo Mengenang Eks KSAD Wismoyo, Diberi Sajadah Sebelum Berangkat Operasi Militer

Prabowo Mengenang Eks KSAD Wismoyo, Diberi Sajadah Sebelum Berangkat Operasi Militer

Nasional
Indeks Persepsi Korupsi Turun, Klaim Pemerintah Soal Pemberantasan Korupsi Dinilai Terbantahkan

Indeks Persepsi Korupsi Turun, Klaim Pemerintah Soal Pemberantasan Korupsi Dinilai Terbantahkan

Nasional
'Sebaiknya Minta Maaf, Bilang Saja Kita Sedang Berusaha Keras Menangani Pandemi...'

"Sebaiknya Minta Maaf, Bilang Saja Kita Sedang Berusaha Keras Menangani Pandemi..."

Nasional
Pihak Kemenkes Sebut RS Tak Boleh Tarik Biaya dari Pasien Covid-19, tetapi...

Pihak Kemenkes Sebut RS Tak Boleh Tarik Biaya dari Pasien Covid-19, tetapi...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X