Normal Baru dan Transformasi Abnormalitas

Kompas.com - 01/06/2020, 11:48 WIB
ilustrasi masker medis cegah virus corona shutterstockilustrasi masker medis cegah virus corona

PANDEMI virus corona membuat penduduk bumi terpojok: memasuki kehidupan normal baru ( new normal).

Tiada cara lain setelah miliaran manusia tak berdaya, ratusan negara kelimpungan, ratusan rezim penguasa tak berkutik, partai politik membisu, ormas tak bersuara.

Negara-negara seperti Amerika Serikat yang biasanya amat powerful tiba-tiba menjadi powerless menghadapi virus yang super mikro itu.

Guna membendung transmisi virus semua negara mengunci diri (lockdown) setidaknya dalam tiga bulan terakhir ini, hingga di tingkat wilayah kota.

Bahkan pembatasan sosial (social distancing) dan jaga jarak (physical distancing) dilakukan sampai pada skala kecil di tingkat rumah tinggal.

Baca juga: Menyiapkan Normal Baru Pembelajaran yang Berpihak pada Siswa Kita

Kampanye tetap di rumah saja (stay at home) dan bekerja dari rumah (work from home) adalah cara untuk menghentikan penularan virus. Dunia seperti berhenti berputar, sunyi, dan muram.

Dampak tercepat pandemi ini adalah ambruknya sektor ekonomi yang kehabisan darah. Pukulan paling telak adalah begitu banyak perusahaan terkulai dan akhirnya merumahkan karyawan untuk sementara atau pun permanen, bahkan gulung tikar.

Di AS, misalnya, semua sektor tak ada yang imun dari dampak pandemi corona, entah transportasi, keuangan, hotel-properti, retail, manufaktur, hiburan, kesehatan, makanan, teknologi, seni dan kebudayaan, hingga pemerintahan. (Forbes, 6 Mei 2020)

Dampak runtuhnya sektor ekonomi adalah tsunami pengangguran. Secara global diperkirakan 200 juta pekerja akan kehilangan pekerjaan (BBC, 7 April 2020).

Di Indonesia, pada akhir April, Kementerian Tenaga Kerja mengeluarkan angka 2,8 juta orang terkena PHK, tetapi Kadin (Kamar Dagang dan Industri) memprediksi lebih banyak lagi antara 15 juta hingga 40 juta, karena termasuk sektor UMKM (CNN Indonesia, 1 Mei 2020).

Menurut organisasi buruh International Labour Organization (ILO), krisis sekarang ini adalah krisis terparah di sektor tenaga kerja sejak Perang Dunia II. Ini adalah bencana kemanusiaan lanjutan dari bencana penyakit.

Berita buruknya akhir krisis pandemi corona ini tiada yang dapat memprediksi. Kabar baiknya bahwa siasat isolasi memberikan fakta dapat memutus mata rantai penularan virus antarmanusia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok Masuk Kategori Zona Merah Covid-19

Depok Masuk Kategori Zona Merah Covid-19

Nasional
Keputusan PBNU Tetap Ikut Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Keputusan PBNU Tetap Ikut Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Nasional
Satgas: Tidak 'Lockdown' Bukan Berarti Pemerintah Terapkan 'Herd Immunity'

Satgas: Tidak "Lockdown" Bukan Berarti Pemerintah Terapkan "Herd Immunity"

Nasional
KSAD Pimpin Sertijab 7 Jabatan, dari Pangdam Jaya hingga Pangkostrad

KSAD Pimpin Sertijab 7 Jabatan, dari Pangdam Jaya hingga Pangkostrad

Nasional
Kongres Luar Biasa Gerindra Akan Tetapkan Prabowo Jadi Ketua Umum Lagi

Kongres Luar Biasa Gerindra Akan Tetapkan Prabowo Jadi Ketua Umum Lagi

Nasional
Komisi Kejaksaan Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejagung terhadap Jaksa Pinangki

Komisi Kejaksaan Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejagung terhadap Jaksa Pinangki

Nasional
KSAU Tinjau Pembangunan Satuan Peluru Kendali NASAMS

KSAU Tinjau Pembangunan Satuan Peluru Kendali NASAMS

Nasional
Periksa Nurhadi, KPK Konfirmasi soal Barang-barang yang Disita

Periksa Nurhadi, KPK Konfirmasi soal Barang-barang yang Disita

Nasional
Periksa Bupati Blora, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari PT Dirgantara Indonesia

Periksa Bupati Blora, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari PT Dirgantara Indonesia

Nasional
Tommy Soeharto Keberatan Namanya Dicatut dalam Kepengurusan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Tommy Soeharto Keberatan Namanya Dicatut dalam Kepengurusan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Nasional
Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Kemensos Percepat Penyaluran Bansos

Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Kemensos Percepat Penyaluran Bansos

Nasional
Sejauh Ini, Kedua Terpidana Kasus Novel Baswedan Belum Dijatuhi Sanksi Etik

Sejauh Ini, Kedua Terpidana Kasus Novel Baswedan Belum Dijatuhi Sanksi Etik

Nasional
Capai Target Bauran Energi 23 Persen, Indonesia Kerja Sama dengan Inggris Luncurkan Program Mentari

Capai Target Bauran Energi 23 Persen, Indonesia Kerja Sama dengan Inggris Luncurkan Program Mentari

Nasional
Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan, Komisi Kejaksaan: Atasannya Kirim Surat

Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan, Komisi Kejaksaan: Atasannya Kirim Surat

Nasional
Tanggapi Klaim Risma, Satgas Sebut Zonasi Risiko Covid-19 Kewenangan Pusat

Tanggapi Klaim Risma, Satgas Sebut Zonasi Risiko Covid-19 Kewenangan Pusat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X