KILAS

LAN Lakukan Penyederhanaan Birokrasi untuk Hadapi New Normal

Kompas.com - 30/05/2020, 14:43 WIB
Suasana pengambilan sumpah jabatan pejabat administrator menjadi pejabat fungsional dalam Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Administrator dan Pejabat Fungsional di lingkungan LAN, di Aula Prof Agus Dwiyanto, MPA, di Kantor LAN, Jakarta, Jumat (29/5/2020). Dok. Humas Lembaga Administrasi NegaraSuasana pengambilan sumpah jabatan pejabat administrator menjadi pejabat fungsional dalam Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Administrator dan Pejabat Fungsional di lingkungan LAN, di Aula Prof Agus Dwiyanto, MPA, di Kantor LAN, Jakarta, Jumat (29/5/2020).

KOMPAS.com – Lembaga Administrasi Negara ( LAN) melakukan proses penyederhanaan birokrasi dengan mengalihkan sebagian besar jabatan struktural menjadi jabatan fungsional.

Langkah tersebut dilakukan dalam rangka persiapan menuju “ new normal” akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini. Penyederhanaan itu pun sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat proses layanan publik.

"Dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden terkait penyederhanaan birokrasi, LAN tidak hanya mengalihkan jabatan, tetapi juga melakukan penataan organisasi,” ungkap Kepala LAN Adi Suryanto melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (30/5/2020).

Adi menambahkan, penataan organisasi itu menyebabkan beberapa perubahan. Misalnya, penyederhanaan jabatan struktural, mengalihkan jabatan administrator, dan mengubah jabatan pengawas menjadi jabatan fungsional, yang menghargai keahlian dan kompetensi sesuai dengan kriteria penyetaraan jabatan.

Baca juga: Tingkatkan Kemajuan Reformasi Birokrasi, Pemerintah Hadapi Berbagai Tantangan

Menurutnya, membangun kelembagaan yang miskin struktur tetapi kaya fungsi seperti itu menjadi upaya meningkatkan kelincahan organisasi dan profesionalitas ASN. Terlebih saat ini LAN sedang bersiap untuk menghadapi new normal bagi birokrasi.

“Pekerjaan yang semakin banyak harus didistribusikan dengan baik. Oleh karena itu, harus ada pembagian kewenangan dan spesialisasi pekerjaan, sehingga pejabat fungsional yang didapat benar-benar handal dan terukur dari segi sumber daya manusianya,” ucap Adi.

Dia mengakui, birokrasi yang terlalu kaku dan gemuk akan membatasi ruang gerak dalam upaya mempercepat pengambilan keputusan.

“Ke depannya, saya berharap struktur baru ini akan mengubah juga kultur birokrasi kita, menjadi lebih lentur, fleksibel, gesit, smart,” imbuhnya.

Suasana Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Administrator dan Pejabat Fungsional di lingkungan Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang dilakukan melalui video conference, Jumat (29/5/2020). Dok. Humas Lembaga Administrasi Negara Suasana Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Administrator dan Pejabat Fungsional di lingkungan Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang dilakukan melalui video conference, Jumat (29/5/2020).

Hal tersebut Adi sampaikan saat menghadiri Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Administrator dan Pejabat Fungsional di lingkungan LAN, di Aula Prof Agus Dwiyanto, MPA, di Kantor LAN, Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Dalam acara pelantikan tersebut, sebanyak 40 orang dilantik menjadi pejabat fungsional, yang terdiri dari 29 orang menjadi pejabat fungsional ahli madya, 1 orang menjadi asisten ahli, 5 orang menjadi lektor, 4 orang menjadi lektor kepala, dan 1 orang menjadi guru besar.

Akan tetapi, pelatikan hanya dihadiri 10 orang pejabat sebagai perwakilan dengan tetap menjaga physical distancing. Pejabat lainnya mengikuti kegiatan pelantikan melalui video conference.

Sementara itu, untuk pelantikan pejabat pengawas menjadi jabatan fungsional akan dilakukan setelah pelantikan tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenperin Usul RUU Pengawasan Obat dan Makanan Mudahkan Pelaku Industri

Kemenperin Usul RUU Pengawasan Obat dan Makanan Mudahkan Pelaku Industri

Nasional
Masuki Musim Hujan, BMKG Minta Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Masuki Musim Hujan, BMKG Minta Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Nasional
Politikus PDI-P Minta Polri Hati-hati Tangani Kebakaran Gedung Kejagung

Politikus PDI-P Minta Polri Hati-hati Tangani Kebakaran Gedung Kejagung

Nasional
Kemendagri Sebut Ada Lima Urgensi Pelaksanaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Kemendagri Sebut Ada Lima Urgensi Pelaksanaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Anggaran Pengamanan Pilkada Belum Tuntas, Mendagri Peringatkan Pemda

Anggaran Pengamanan Pilkada Belum Tuntas, Mendagri Peringatkan Pemda

Nasional
Dalam Eksepsinya, Jaksa Pinangki Sebut Djoko Tjandra Kenalkan Diri sebagai Joe Chan

Dalam Eksepsinya, Jaksa Pinangki Sebut Djoko Tjandra Kenalkan Diri sebagai Joe Chan

Nasional
September-November Beberapa Wilayah Indonesia Terdampak La Nina, Kecuali Sumatera

September-November Beberapa Wilayah Indonesia Terdampak La Nina, Kecuali Sumatera

Nasional
UPDATE: Sebaran 4.284 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dan Jabar

UPDATE: Sebaran 4.284 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dan Jabar

Nasional
Hingga 30 September, Pemerintah Telah Periksa 3.321.898 Spesimen Terkait Covid-19

Hingga 30 September, Pemerintah Telah Periksa 3.321.898 Spesimen Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 30 September: Ada 132.693 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 30 September: Ada 132.693 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
Gaya Hidup Tinggi, Jaksa Pinangki Mengaku Punya Banyak Harta dari Almarhum Suami

Gaya Hidup Tinggi, Jaksa Pinangki Mengaku Punya Banyak Harta dari Almarhum Suami

Nasional
4.510 Pasien Sembuh dari Covid-19 dalam Sehari, Rekor Terbanyak Selama Pandemi

4.510 Pasien Sembuh dari Covid-19 dalam Sehari, Rekor Terbanyak Selama Pandemi

Nasional
Curhat ke Jokowi, Pedagang Ini Mengaku Bangkrut akibat Pandemi

Curhat ke Jokowi, Pedagang Ini Mengaku Bangkrut akibat Pandemi

Nasional
UPDATE 30 September: Ada 61.321 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 30 September: Ada 61.321 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Mendagri Akui Masih Ada Kerumunan di Masa Awal Pilkada 2020

Mendagri Akui Masih Ada Kerumunan di Masa Awal Pilkada 2020

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X