Wapres Ma'ruf Akui Banyak Hal yang Harus Diperbaiki dalam Penanganan Covid-19

Kompas.com - 29/05/2020, 18:09 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat melakukan halal bi halal online dengan pejabat dan pegawai Kantor Wakil Presiden, Jumat (29/5/2020). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin saat melakukan halal bi halal online dengan pejabat dan pegawai Kantor Wakil Presiden, Jumat (29/5/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengakui bahwa pandemi Covid-19 memberikan banyak pengalaman kepada pemerintah Indonesia.

Sebab faktanya, banyak hal yang harus diperbaiki oleh pemerintah dari berbagai sisi.

Terlebih selama pandemi berlangsung, pemerintah memfokuskan diri untuk melawan Covid-19 yang berpengaruh ke banyak sektor.

"Terus terang Covid-19 memberikan banyak pengalaman, banyak hal yang harus diperbaiki," kata Ma'ruf saat halalbihalal secara online dengan pejabat dan pegawai Kantor Wapres, Jumat (29/5/2020).

Beberapa hal yang perlu perbaikan itu antara lain, bagaimana cara birokrasi bekerja hingga data-data yang belum tersinkronisasi dengan baik.

Baca juga: Wapres Maruf: Angka Kemiskinan Bertambah, Kita Menghadapi Tugas Berat

Antara lain soal data orang miskin penerima bantuan sosial (bansos) dan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang datanya belum lengkap.

Sebagai salah satu upaya penanganan dampak Covid-19, pemerintah membuat program jaring pengaman sosial untuk warga miskin dan rentan miskin.

Program tersebut adalah dengan memberikan bansos kepada masyarakat terdampak yang pembagiannya dilakukan berdasarkan data keluarga penerima manfaat (KPM).

"Ternyata dari peristiwa Covid-19, banyak hal yang bisa kami peroleh dan dari situ kami akan mulai upaya penataan dan perbaikan," kata dia.

Baca juga: Wapres Maruf Amin: Walau New Normal, Masyarakat Harus Tetap Produktif

Akibat Covid-19 pula, perekonomian di Tanah Air terguncang sehingga menimbulkan banyaknya pengangguran hingga warga miskin yang bertambah.

Selain tantangan kemisikinan dan pengangguran yang semakin berat, kata dia, Covid-19 juga memberi tantangan terhadap upaya penekanan angka stunting.

"Stunting itu mungkin juga, karena terganggu oleh situasi (Covid-19) bisa juga menambah berat," kata dia.

Namun yang pasti, katanya, akibat Covid-19 ini juga membuat jumlah kelahiran bertambah disamping kemiskinan.

Dengan demikian, jumlah penduduk pun diperkirakan akan meningkat lebih banyak lagi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X