Jokowi Minta Penyakit Selain Covid-19 Ditangani dengan Baik

Kompas.com - 29/05/2020, 11:47 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) meninjau salah satu pusat perbelanjaan,  di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020). Kehadiran Presiden itu untuk meninjau persiapan prosedur pengoperasian mal yang berada di wilayah zona hijau, wabah COVID-19. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp. ANTARA FOTO/Fakhri HermansyahPresiden Joko Widodo (tengah) meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020). Kehadiran Presiden itu untuk meninjau persiapan prosedur pengoperasian mal yang berada di wilayah zona hijau, wabah COVID-19. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta penanganan penyakit selain Covid-19 diperhatikan. Pemberantasan beberapa penyakit selain Covid-19 masuk dalam proyek strategis nasional.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas mengenai evaluasi proyek strategis nasional melalui video conference, Jumat (29/5/2020).

"Misalnya di bidang kesehatan, kita memiliki agenda besar yaitu menurunkan stunting, pemberantasan TBC, malaria, demam berdarah, HIV/AIDS, dan juga berkaitan dengan gerakan hidup sehat. Yang ini harus terus kita kerjakan," kata Jokowi.

Baca juga: Jokowi Minta Proyek Strategis Nasional Tetap Jalan untuk Pemulihan Ekonomi

Untuk itu, Jokowi meminta jajarannya bekerja efektif dan efisien dalam menangani pandemi Covid-19.

Dengan demikian penanganan penyakit lainnya yang masih mewabah seperti demam berdarah, TBC, dan sejumlah penyakit lainnya tak terlupakan.

"Ini artinya kita harus fokus menangani dan mengendalikan Covid tetapi agenda-agenda strategis yang berdampak besar bagi kehidupan rakyat juga tidak boleh dilupakan," lanjut Presiden.

Saat ini demam berdarah masih menjadi penyakit yang mengakibatkan korban jiwa di Indonesia. Hingga April lalu, korban meninggal dunia akibat demam berdarah sebanyak 254 orang.

Sementara kematian akibat TBC mencapai 67.000 orang per tahun di Indonesia.

Angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27,67 persen. Angka tersebut masih di atas yang disyaratkan World Health Organization yakni minimal 20 persen.

Baca juga: Jokowi: Hati-hati, Begitu Ada Imported Case Covid-19, Citra Pariwisata Akan Buruk



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X