Kasus ABK yang Dilarung ke Perairan Somalia, Polda Jateng Akan Periksa Saksi Ahli

Kompas.com - 28/05/2020, 17:39 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Dok. Divisi Humas PolriKepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Jawa Tengah berencana memeriksa saksi ahli dari Dinas Tenaga Kerja setempat terkait pelarungan jenazah anak buah kapal ( ABK) Indonesia di Perairan Somalia yang videonya viral beberapa waktu lalu.

“Sampai dengan saat ini, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 10 saksi dan minggu ini akan dilakukan pemeriksaan ahli dari Dinas Tenaga Kerja,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan melalui video telekonferensi, Kamis (28/5/2020).

Baca juga: Polisi Diminta Tuntaskan Seluruh Kasus Dugaan Perbudakan ABK Indonesia

Dalam kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini, polisi telah menetapkan dua tersangka.

Keduanya merupakan petinggi perusahaan agensi yang memberangkatkan ABK tersebut, yaitu PT MTB.

Kedua tersangka terdiri dari Komisaris PT MTB berinisial S (45) dan MH (54) selaku Direktur PT MTB.

Perusahaan tersebut memberangkatkan ABK untuk bekerja di kapal asing Lu Qing Yuan Yu 623 dan kapal Fu Yuan Yu 1218.

Setelah itu, kata Ramadhan, penyidik segera merampungkan berkas perkara kasus tersebut.

“Selanjutnya, penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Tengah akan segera merampungkan berkas perkara untuk dikirim ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah,” ucap dia. 

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana Sutisna mengungkapkan, perusahaan tersebut tak memiliki izin untuk merekrut pekerja migran Indonesia (PMI).

"Mereka merekrut dan menempatkan ABK di kapal berbendera China melalui PT MTB tanpa mengantongi surat izin perekrutan pekerja migran Indonesia (SIP2MI)," kata Iskandar saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Rabu (20/5/2020).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X