Gugus Tugas: Warga yang akan Kembali ke Jakarta Harus Unduh Aplikasi BLC

Kompas.com - 26/05/2020, 19:21 WIB
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Senin (30/3/2020). Dok. BNPBKetua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Senin (30/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat yang berencana kembali ke Jakarta usai pulang kampung diharuskan mengunduh aplikasi Bersatu Lawan Covid (BLC) di ponselnya.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, aplikasi tersebut harus diunduh selain mengisi surat keterangan bagi masyarakat pelaku perjalanan.

"Khususnya pelaku perjalanan, harus (mengunduh aplikasi BLC)," kata Wiku dalam konferensi pers di BNPB, Selasa (26/5/2020).

Aplikasi BLC akan membantu integrasi data untuk mengetahui peta risiko kondisi Covid-19 di suatu daerah.

Baca juga: Aplikasi Bersatu Lawan Covid, Akses Data hingga Pantau Pasien Bisa Lebih Mudah

Aplikasi tersebut juga memudahkan petugas mengecek siapa saja warga yang bisa masuk ke Jakarta, karena hanya perlu memindai lewat QR code.

Melalui aplikasi itu pula, petugas bisa langsung mengetahui apakah warga yang bersangkutan bisa melanjutkan kembali ke Jakarta atau tidak.

"Sistem (di aplikasi) ini akan otomatis memverifikasi apa yang ada sehingga mudah untuk petugas di lapangan dan para pelaku perjalanan cukup menunjukkan HP," kata dia.

Masyarakat yang mengunduh aplikasi BLC menjadi salah satu bentuk keterlibatan mereka dalam menggambarkan peta risiko Covid-19 yang ada di sekitarnya.

Baca juga: Demi Transparansi, Gugus Tugas Covid-19 Luncurkan Bersatu Lawan Covid

Dalam aplikasi tersebut, sistem seluruh data Covid-19 di Indonesia menjadi satu dan bisa diketahui dengan mudah.

Beberapa hal yang bisa dimasukkan dalam aplikasi tersebut antara lain adalah status kesehatan, nomor induk kependudukan (NIK), dan identitas lainnya, termasuk nomor telepon.

Selain itu, masyarakat juga bisa mengkonsultasikan kesehatannya melalui aplikasi tersebut.

"Semakin banyak yang mengunduh aplikasi, maka akan semakin tajam analisis risikonya karena semua orang bisa menyampaikannya di situ. Data pasien semua ada di situ, tanpa nama," kata dia.

Adapun aplikasi BLC dapat diunduh secara gratis di android dan iOS.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Amien Rais: Banyak Menteri yang Tidak Paham Kehidupan Rakyat

Amien Rais: Banyak Menteri yang Tidak Paham Kehidupan Rakyat

Nasional
Amien Rais Nilai Jokowi Salah Besar Publikasikan Kemarahan

Amien Rais Nilai Jokowi Salah Besar Publikasikan Kemarahan

Nasional
Hak Jawab Jubir PKS Terkait Pemberitaan 'Jokowi Ancam Reshuffle, PKS Tegaskan Tak Tertarik Kursi Menteri'

Hak Jawab Jubir PKS Terkait Pemberitaan "Jokowi Ancam Reshuffle, PKS Tegaskan Tak Tertarik Kursi Menteri"

Nasional
OTT Bupati-Ketua DPRD Kutai Timur: Suami-Istri Tersangka Korupsi

OTT Bupati-Ketua DPRD Kutai Timur: Suami-Istri Tersangka Korupsi

Nasional
Airlangga Paparkan Langkah Pemerintah untuk Cegah Perekonomian RI Minus pada Akhir Tahun

Airlangga Paparkan Langkah Pemerintah untuk Cegah Perekonomian RI Minus pada Akhir Tahun

Nasional
Eksekusi Putusan Hakim, Jaksa Segera Rampas Aset Buronan Honggo Wendratno

Eksekusi Putusan Hakim, Jaksa Segera Rampas Aset Buronan Honggo Wendratno

Nasional
KPK Minta Masyarakat Ambil Pelajaran dari Kasus Bupati-Ketua DPRD Kutai Timur

KPK Minta Masyarakat Ambil Pelajaran dari Kasus Bupati-Ketua DPRD Kutai Timur

Nasional
Jadi Tersangka KPK, Berikut Perjalanan Karir Ketua DPRD Kutai Timur

Jadi Tersangka KPK, Berikut Perjalanan Karir Ketua DPRD Kutai Timur

Nasional
Perjalanan Karir Bupati Kutai Timur, dari Birokrat hingga Tersangka KPK

Perjalanan Karir Bupati Kutai Timur, dari Birokrat hingga Tersangka KPK

Nasional
KPK Sebut OTT Bupati Kutai Timur Hasil Penyadapan Perdana Pasca-revisi UU KPK

KPK Sebut OTT Bupati Kutai Timur Hasil Penyadapan Perdana Pasca-revisi UU KPK

Nasional
KPK: Kami Ingatkan agar di Kaltim Jangan Terjadi OTT, tapi Nyatanya Seperti Ini

KPK: Kami Ingatkan agar di Kaltim Jangan Terjadi OTT, tapi Nyatanya Seperti Ini

Nasional
Kembangkan Kasus Jiwasraya Jilid II, Kejagung Periksa 2 Staf OJK

Kembangkan Kasus Jiwasraya Jilid II, Kejagung Periksa 2 Staf OJK

Nasional
Jadi Tersangka, Bupati dan Ketua DPRD Kutai Timur Ditahan KPK

Jadi Tersangka, Bupati dan Ketua DPRD Kutai Timur Ditahan KPK

Nasional
KPK Temukan Uang Rp 170 Juta dan Buku Tabungan Bersaldo Rp 4,8 Miliar Saat Tangkap Bupati Kutai Timur

KPK Temukan Uang Rp 170 Juta dan Buku Tabungan Bersaldo Rp 4,8 Miliar Saat Tangkap Bupati Kutai Timur

Nasional
Bupati Kutai Timur dan Istri Jadi Tersangka Kasus Suap, Ini Jumlah Kekayaannya

Bupati Kutai Timur dan Istri Jadi Tersangka Kasus Suap, Ini Jumlah Kekayaannya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X