Disetujui Kemenkes, PT Pindad Akan Produksi Ventilator Tangani Covid-19

Kompas.com - 23/05/2020, 23:15 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI, Andika Perkasa saat duduk di lapangan bersama mahasiswa baru UGM menyaksikan video motivasi yang diputar. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal, Andika Perkasa memotivasi para mahasiswa baru dengan menayangkan beberapa video karier Alumni UGM, mulai Presiden Joko Widodo, lalu Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Menlu Retno Marsudi dan Mantan Wapres RI Boediono. (Foto Dokumentasi Humas UGM) YUSTINUS WIJAYA KUSUMAKepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI, Andika Perkasa saat duduk di lapangan bersama mahasiswa baru UGM menyaksikan video motivasi yang diputar. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal, Andika Perkasa memotivasi para mahasiswa baru dengan menayangkan beberapa video karier Alumni UGM, mulai Presiden Joko Widodo, lalu Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Menlu Retno Marsudi dan Mantan Wapres RI Boediono. (Foto Dokumentasi Humas UGM)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pindad akan memproduksi ventilator untuk membantu penanganan pandemi Covid-19.

Ventilator yang diproduksi berjenis non-invasif dengan teknik ventilasi mekanis tanpa menggunakan pipa trakea atau endotracheal tube pada jalan napas.

“Direktur Utama Pindad melaporkan ventilator non-invasif sudah mendapat approval dari Kementerian Kesehatan,” ujar Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, dikutip dari siaran pers resmi TNI AD, Sabtu (23/5/2020).

Baca juga: Ini Sebaran 21.745 Kasus Covid-19 di Indonesia, DKI Jakarta 6.515 Kasus

Pindad akan melakukan uji klinis ventilator non-invasif yang syaratnya harus dilakukan di 10 rumah sakit.

“Namun, saya ingin Dirut Pindad melakukannya lebih dari 10 rumah sakit, dari 68 rumah sakit TNI AD di seluruh Indonesia,” ujar Andika.

Baca juga: Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 23 Mei 2020

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Andika menambahkan, ventilator non-invasif yang diberikan ke beberapa rumah sakit untuk uji klinis akan menjadi hak milik rumah sakit tersebut.

Rumah sakit yang menerima ventilator harus memberikan feedback mengenai hasil uji klinisnya.

"Nanti dilaporkan ke dokter tugas selaku Kapuskes AD, kemudian dokter tugas yang akan melaporkan ke Dirut Pindad,” ujar Andika.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.