Kompas.com - 23/05/2020, 14:51 WIB
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo usai melakukan peninjauan ke Komplek Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020). Dok. Divisi Humas PolriKepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo usai melakukan peninjauan ke Komplek Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi mengamankan 821 kilogram sabu dari dua warga negara asing berinisial BA asal Pakistan dan AB asal Yaman.

Sabu tersebut diduga masuk lewat jalur tikus di pantai selatan Banten dan disamarkan dengan asam kranji.

"Mereka menyampaikan bahwa barang mulai masuk dua minggu yang lalu, di salah satu wilayah pantai yang ada di wilayah Banten," ujar Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen (Pol) Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers di Polda Banten, Sabtu (23/5/2020).

Baca juga: Polisi Sita 821 Kg Sabu dari Dua WNA

Keduanya ditangkap pada Jumat (23/5/2020) malam.

Keduanya diamankan bersama 821 kilogram sabu yang disimpan dalam ruko di Jalan Takari, Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten.

Listyo menyebut, AB merupakan warga negara Pakistan yang sudah sering mengunjungi Indonesia dalam dua tahun terakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menggunakan jalur pantai di Banten Selatan, yakni Tanjung Lesung dan Bayah untuk mengirim sabu.

"Untuk jalur masuk yang saat ini kita perlu awasi bersama, berada di wilayah jalur selatan yang memang sering terjadi dari Tanjung Lesung dan Bayah," ujar Listyo.

Menurut Listyo, untuk mengelabui petugas, pelaku mencampur sabu dengan asam kranji. Pelaku AB asal Pakistan diketahui memang berprofesi penjual rempah-rempah.

Baca juga: Kronologis Penangkapan WNA Asal Pakistan dan Yaman Pemilik 821 Kg Sabu

"Kardus-kardus rokok dia masukan (sabu) di bagian bawah, atasnya ditutup buah asam kranji," ujar Listyo.

Pengungkapan ini dilakukan cukup cermat dengan proses penyelidikan kurang lebih empat bulan.

Kedua tersangka disangkakan dengan Pasal 132, 114 dan 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19

Ketua DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19

Nasional
Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Keberatan JPU Tak Sertakan Keterangan Saksi

Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Keberatan JPU Tak Sertakan Keterangan Saksi

Nasional
Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks, Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara

Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks, Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara

Nasional
Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART, Demokrat: Cari Pembenaran 'Begal Politik'

Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART, Demokrat: Cari Pembenaran "Begal Politik"

Nasional
KSAU Pimpin Sertijab Danseskoau hingga Pangkoopsau III

KSAU Pimpin Sertijab Danseskoau hingga Pangkoopsau III

Nasional
Yusril Jadi Kuasa Hukum Kubu Moeldoko Ajukan Uji Materi AD/ART Demokrat ke MA

Yusril Jadi Kuasa Hukum Kubu Moeldoko Ajukan Uji Materi AD/ART Demokrat ke MA

Nasional
Panglima TNI, Kapolri, dan Ketua DPR Hadiri Bakti Sosial Alumni Akabri 1996 di Tangerang

Panglima TNI, Kapolri, dan Ketua DPR Hadiri Bakti Sosial Alumni Akabri 1996 di Tangerang

Nasional
Satgas: Jika Ada Kasus Positif Covid-19, Segera Tutup Sekolah

Satgas: Jika Ada Kasus Positif Covid-19, Segera Tutup Sekolah

Nasional
Forum Pemred Sahkan Kepengurusan Baru, Arfin Asydhad Ketua

Forum Pemred Sahkan Kepengurusan Baru, Arfin Asydhad Ketua

Nasional
Prof Sahetapy dan Kisah-kisah Anggota Dewan yang Terhormat

Prof Sahetapy dan Kisah-kisah Anggota Dewan yang Terhormat

Nasional
Cegah Insiden Serupa Penganiayaan Muhammad Kece Terulang, Polri Perketat Pengamanan Rutan

Cegah Insiden Serupa Penganiayaan Muhammad Kece Terulang, Polri Perketat Pengamanan Rutan

Nasional
Mengacu BPOM, Penggunaan Vaksin Pfizer Belum Diperbolehkan untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Mengacu BPOM, Penggunaan Vaksin Pfizer Belum Diperbolehkan untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Nasional
PBB, Berkarya, dan Perindo Ajukan Uji Materi Pasal tentang Verifikasi Parpol UU Pemilu ke MK

PBB, Berkarya, dan Perindo Ajukan Uji Materi Pasal tentang Verifikasi Parpol UU Pemilu ke MK

Nasional
Laporan Luhut terhadap Fatia dan Haris Azhar Dinilai Berkebalikan dengan Pernyataan Jokowi

Laporan Luhut terhadap Fatia dan Haris Azhar Dinilai Berkebalikan dengan Pernyataan Jokowi

Nasional
Polri Dalami Dugaan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, 18 Saksi Diperiksa

Polri Dalami Dugaan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, 18 Saksi Diperiksa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.