Kompas.com - 22/05/2020, 21:24 WIB

Namun hanya 97 pengaduan yang diteruskan, sebab satu aduan lagi tidak diteruskan karena datanya tidak sesuai.

Baca juga: Dapat Bansos Kemensos, Aparat Desa: Saya Sempat Kaget, Saya Tidak Berhak Terima Ini

Pada Kamis (21/5/2020), terdapat 143 pengaduan yang masuk ke KawalBansos.id. Proses untuk meneruskan aduan masih berlangsung.

Irwan menuturkan, proses meneruskan aduan ke Lapor.go.id masih dilakukan secara manual. Sebab, sistem KawalBansos.id belum terintegrasi dengan sistem Lapor.go.id.

“Hingga saat ini system to system (dengan) KSP, belum bisa dijalankan karena memang ada beberapa protokol yang belum bisa kami terima,” tuturnya.

Baca juga: PKB: Data Penerima Bansos dan Proses Penyalurannya Harus Dievaluasi

Dari laporan yang masuk, anggota KawalBansos.id Latu Tripurantoko menuturkan, banyak warga yang mengeluh tidak menerima bansos.

Padahal, warga sudah memberikan fotokopi KTP atau KK kepada RT/RW setempat.

Kemudian, ada pula masyarakat yang tidak memiliki KTP atau KK.

 

Selain itu, ada pula keluhan terkait penerimaan bansos dari warga yang tinggal di tempat berbeda dengan keterangan pada KTP.

“Ada juga yang bilang baik di WhatsApp maupun web, KTP dan domisilinya beda, lalu ditolak oleh RT asal, kata RT apa yang harus kami lakukan,” ujar Latu.

Baca juga: Ini yang Harus Dibawa Masyarakat untuk Cairkan Dana Bansos di PT Pos Indonesia

Menurut Latu, ada juga masyarakat yang mempertanyakan perihal syarat atau kriteria untuk menerima bansos tersebut.

Sejauh ini, Latu menuturkan, belum ada laporan yang terverifikasi oleh pihak Lapor.go.id.

“Jadi kalau terverifikasi saja belum ada, otomatis yang diproses dan selesai masih belum ada. Jadi semuanya masih nol itu. Kita baru submit, kita masih menunggu. Mungkin terpotong libur kemarin, bisa jadi ya,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.