Wapres Ma'ruf Amin Tak Gelar Open House pada Lebaran Tahun Ini

Kompas.com - 22/05/2020, 10:41 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin berjalan usai menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020).  Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.
 ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAWakil Presiden Maruf Amin berjalan usai menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada Idul Fitri 1441 Hijriah tahun ini, Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak akan menggelar open house atau membuka kediamannya untuk bersilaturahim dengan masyarakat.

" Wapres tidak melakukan open house tahun ini karena kita sedang menghadapi pandemi Covid-19," ujar Juru Bicara Wapres Ma'ruf Amin Masduki Baidlowi dalam keterangan pers, Kamis (21/5/2020).

Masduki mengatakan, saat ini Wapres Ma'ruf tidak bisa melaksanakan acara rutin tersebut untuk bertatap muka dengan publik melalui open house.

Baca juga: Banyak OTG, Menag Minta Masyarakat Tak Terima Tamu Saat Lebaran

Oleh karena itu, pihaknya pun meminta maaf yang sebesar-besarnya karena suasana Lebaran kali ini berbeda dari biasanya.

"Saya kira kita maklumi karena kita masih harus melaksanakan protokol kesehatan sebagaimana yang telah disosialisakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19," kata Ma'ruf.

Selain tidak menggelar open house, sebelumnya Ma'ruf Amin juga secara langsung meminta masyarakat melaksanakan shalat Idul Fitri dari rumah untuk mencegah penularan Covid-19.

"Pemerintah meminta supaya masyarakat dalam merayakan Idul Fitri dilakukan di rumah. Tidak di masjid ataupun di lapangan terbuka," kata Ma'ruf melalui siaran pers Sekretariat Wakil Presiden, Kamis (21/5/2020).

Baca juga: Silaturahim Virtual, Cara Aman Ber-Lebaran Saat Pandemi

Ma'ruf mengatakan, penularan Covid-19 di Indonesia masih terjadi setiap harinya sehingga menggelar kegiatan yang mengumpulkan massa akan berbahaya.

Sebab, kerumunan berisiko tinggi menularkan Covid-19.

Mantan Rais Aam PBNU itu mengatakan saat ini Indonesia masih berada di masa darurat Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X