Ilham Habibie Yakin Keberpihakan pada Produk Lokal Akan Majukan Teknologi dalam Negeri

Kompas.com - 19/05/2020, 20:18 WIB
Ilham Akbar Habibie saat menghadiri acara di Universitas Negeri Malang (UM) Kota Malang, Kamis (17/10/2019) KOMPAS.COM/ANDI HARTIKIlham Akbar Habibie saat menghadiri acara di Universitas Negeri Malang (UM) Kota Malang, Kamis (17/10/2019)
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pembina Habibie Center, Ilham Akbar Habibie mengatakan Indonesia harus belajar menggunakan produk dalam negeri jika ingin sukses di bidang apapun, termasuk teknologi.

Hal itu disampaikan Ilham dalam diskusi online bertajuk 'Industri Alat Kesehatan: Awal Ketertarikan Industri dan Lembaga Penelitian?', Selasa (19/5/2020).

"Utamakan barang kita biar pun diawal sering kali kalah dari yang kita impor dari luar tapi kalau kita tidak berpihak secara afirmatif pada barang yang bermuatan teknologi kita ya kita enggak akan bisa jauh-jauh kemana-mana," kata Ilham.

Baca juga: Ilham Habibie: Kita Negara Besar, Kenapa Perguruan Tinggi Tidak Top 100

Ilham juga menyarankan ke depannya juga harus ada aturan yang afirmatif terkait produk-produk dalam negeri.

Sehingga, kata dia, produk buatan Indonesia bisa menjadi menjadi sama besar seperti produk negara-negara maju.

"Itu saya kira adalah salah satu esensi yang kita harus integrasikan dalam rencana strategi kita kedepan bahwasanya ada peraturan yang afirmatif pada kita sendiri," ujarnya.

Diketahui, Kementerian Riset dan Teknologi telah membentuk konsorsium ristek untuk menangani pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Menurut Menristek Bambang Brodjonegoro, konsorsium tersebut bertugas untuk menyusun rencana kerja guna membantu mencegah dan mendeteksi secara cepat Covid-19 melalui riset dan inovasi di bidang pencegahan.

"Seperti vaksin dan suplemen, screening, diagnosis, pengobatan dan teknologi alat kesehatan terkait Covid-19," kata Bambang di Graha BNPB, Jakarta, Senin (6/4/2020).

Konsorsium ini memiliki anggota sejumlah lembaga penelitian yang berada di Badan Riset Inovasi Nasional (BRINS), antara lain Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta sejumlah perguruan tinggi.

Baca juga: Ilham Habibie: Dampak Corona, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Barang China

Selain itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan, dunia usaha baik swasta maupun BUMN juga dilibatkan ke dalam konsorsium untuk memproduksi berbagai produk.

Konsorsium juga mengajak sejumlah start up untuk bergabung, khususnya yang bergerak di dunia kesehatan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X