Tersisa 10 Hari, BPS Ajak Masyarakat Ikuti Sensus Penduduk Online 2020

Kompas.com - 19/05/2020, 17:47 WIB
Seorang Aparatur Negeri Sipil (ASN) mendatangani komitmen bersama dukung sensus penduduk saat rapat koordinasi daerah sensus penduduk 2020 di Pendapa Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (6/2/2020). Sensus penduduk oleh BPS secara online pada 15 Februari hingga 31 Maret dan wawancara langsung di rumah pada satu Juli hingga 31 Juli 2020 yang dilaksanakan setiap lima atau sepuluh tahun sekali serentak di seluruh Indonesia tersebut untuk menghitung jumlah penduduk serta mengumpulkan informasi dasar kependudukan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc. ANTARAFOTO/Oky LukmansyahSeorang Aparatur Negeri Sipil (ASN) mendatangani komitmen bersama dukung sensus penduduk saat rapat koordinasi daerah sensus penduduk 2020 di Pendapa Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (6/2/2020). Sensus penduduk oleh BPS secara online pada 15 Februari hingga 31 Maret dan wawancara langsung di rumah pada satu Juli hingga 31 Juli 2020 yang dilaksanakan setiap lima atau sepuluh tahun sekali serentak di seluruh Indonesia tersebut untuk menghitung jumlah penduduk serta mengumpulkan informasi dasar kependudukan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Hukum Badan Pusat Statistik ( BPS) Endang Retno Sri Subiyandani mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam sensus penduduk online 2020.

Menurut jadwal, tersisa waktu 10 hari jelang hari terakhir sensus penduduk online yang rencananya ditutup pada 29 Mei.

"Di 10 hari terakhir sampai dengan 29 Mei ini kami terus mengajak kepada seluruh penduduk Indonesia yang belum berpartisipasi dalam sensus penduduk agar mencatatkan diri beserta keluarganya," kata Endang di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (19/5/2020).

Baca juga: Sensus Penduduk Tatap Muka Batal, BPS Bakal Libatkan 1,2 Juta Ketua RT

Endang mengatakan, sensus ini telah dibuka sejak 15 Februari 2020.

Pada mulanya, sensus dijadwalkan berakhir pada 31 Maret. Tetapi, karena terjadi pandemi Covid-19, sensus diperpanjang menjadi 59 hari.

Menurut data BPS, hingga 19 Mei hari ini, ada 44,83 juta atau 16,63 persen penduduk Indonesia yang telah berpartisipasi dalam sensus online.

Meskipun angka ini cukup menggembirakan, namun mengetahui fakta bahwa ada 175,4 juta penduduk Indonesia yang menggunakan internet, Endang menilai, masih banyak masyarakat yang dapat berpartisipasi dalam sensus penduduk secara online.

Oleh karenanya, ia mendorong masyarakat untuk segera mengikuti sensus ini.

Caranya, cukup dengan mengakses laman sensusbps.go.id, memasukkan nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan nomor Kartu Keluarga (KK), lalu menjawab pertanyaan yang tersedia dengan jujur dan benar.

"BPS menjamin keamanan informasi yang disampaikan," kata dia.

Setelah sensus online selesai, pada umumnya BPS melanjutkan tahapan dengan sensus secara wawancara.

Baca juga: Baru 16,6 Persen yang Berpartisipasi, BPS Perpanjang Sensus Penduduk Online

Namun, demi mencegah terjadinya penularan Covid-19, tahun ini sensus penduduk wawancara ditiadakan.

Sensus tahap dua yang semula dijadwalkan digelar pada Juli pun ditunda hingga September mendatang.

"Mekanisme penyesuaian proses tahapan sensus penduduk ini akan kami sampaikan kemudian," kata Endang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X