Riuh Rendah Mahasiswa di Gedung DPR/MPR Jelang Mundurnya Soeharto...

Kompas.com - 19/05/2020, 08:18 WIB
Mahasiswa membawa keranda jenazah Soeharto saat menduduki Gedung MPR/DPR menuntut Soeharto
mundur sebagai Presiden RI, Jakarta, 21 Mei 1998. MAJALAH D&R/RULLY KESUMAMahasiswa membawa keranda jenazah Soeharto saat menduduki Gedung MPR/DPR menuntut Soeharto mundur sebagai Presiden RI, Jakarta, 21 Mei 1998.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bulan Mei 1998, Gedung DPR/MPR RI menjadi episentrum gerakan mahasiswa yang menutut Presiden Soeharto mundur dari jabatannya setelah tujuh kali dipilih MPR.

Pemberitaan Harian Kompas pada Rabu (20/5/1998) silam menggambarkan betapa ramainya suasana Kompleks Parlemen tatkala diserbu puluhan ribu mahasiswa itu sejak Selasa, sehari sebelumnya.

Mahasiswa yang jumlahnya mencapai 30.000 orang itu menempati sudut-sudut Gedung DPR/MPR, mulai dari pelataran, taman-taman, lorong-lorong maupun ruangan lobi hingga memanjat ke kubah Gedung Kura-kura yang menjadi ikon Kompleks Parlemen.

Kompas menulis, mahasiswa mulai berkumpul di Gedung DPR/MPR sejak pagi hari menggunakan bus-bus sewaan maupun bus resmi universitas masing-masing.

Baca juga: Saat Parlemen Minta Soeharto Mundur...

Beberapa di antaranya ada yang menggunakan ojek dan turun di dalam Komplek Parlemen. Imbas penjagaan yang longgar.

Penjagaan yang longgar itu pula yang membuat mahasiswa dapat mendaki kubah Gedung Kura-kura dan memasang spanduk panjang berisi permintaan agar Soeharto segera mundur.

Sebagai episentrum gerakan mahasiswa, Kompleks Parlemen yang biasa dihuni para wakil rakyat berjas dan berdasi saat itu berubah selayaknya pasar malam.

Corong mikrofon yang biasa digunakan untuk memanggil mobil diambil alih oleh mahasiswa.

Lewat corong tersebut, berbagai informasi, pernyataan sikap dan ajakan untuk mengumandangkan lagu-lagu perjuangan terus disuarakan. Bahkan meski hari sudah gelap.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Harmoko Minta Soeharto Mundur dan Mahasiswa Duduki Parlemen

Selain mahasiswa, sejumlah tokoh antara lain Hariman Siregar, Guruh Soekarnoputra dan Ali Sadikin turut hadir berbaur di tengah kerumunan mahasiswa

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK: Salah Alamat Kalau Jadi Kepala Daerah untuk Cari Pendapatan Lebih Besar

KPK: Salah Alamat Kalau Jadi Kepala Daerah untuk Cari Pendapatan Lebih Besar

Nasional
Satgas: Mobilitas Penduduk Saat Libur Panjang Berdampak pada Peningkatan Kasus

Satgas: Mobilitas Penduduk Saat Libur Panjang Berdampak pada Peningkatan Kasus

Nasional
Jokowi Minta Kepala Daerah Tak Sebar Sentimen Negatif tentang Perekonomian Nasional

Jokowi Minta Kepala Daerah Tak Sebar Sentimen Negatif tentang Perekonomian Nasional

Nasional
Rekomendasi Mahfud MD Tambah Pasukan di Papua Dikritik

Rekomendasi Mahfud MD Tambah Pasukan di Papua Dikritik

Nasional
Dituntut Penjara Seumur Hidup, Terdakwa Kasus Jiwasraya: Bagaikan Hukuman Mati

Dituntut Penjara Seumur Hidup, Terdakwa Kasus Jiwasraya: Bagaikan Hukuman Mati

Nasional
Presiden Jokowi Diminta Buka Draf UU Cipta Kerja

Presiden Jokowi Diminta Buka Draf UU Cipta Kerja

Nasional
Fadli Zon: Ada Anggapan Kalau Jadi Partai Koalisi Tak Boleh Lagi Bersuara di DPR, Ini Bahaya

Fadli Zon: Ada Anggapan Kalau Jadi Partai Koalisi Tak Boleh Lagi Bersuara di DPR, Ini Bahaya

Nasional
Hari Santri, Wapres Minta Santri dan Pesantren Kontribusi Majukan Bangsa

Hari Santri, Wapres Minta Santri dan Pesantren Kontribusi Majukan Bangsa

Nasional
Ditetapkan sebagai Tersangka, Dirut PAL Budi Saleh Diduga Terima Rp 686 Juta

Ditetapkan sebagai Tersangka, Dirut PAL Budi Saleh Diduga Terima Rp 686 Juta

Nasional
Setahun Pemerintahan Jokowi, Menlu Retno Paparkan Hasil Kinerja Perlindungan WNI

Setahun Pemerintahan Jokowi, Menlu Retno Paparkan Hasil Kinerja Perlindungan WNI

Nasional
4.432 Kasus Baru Covid-19 dari 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 989

4.432 Kasus Baru Covid-19 dari 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 989

Nasional
Kekeliruan Tugas Otonomi Disebut Jadi Alasan Lahirnya Omnibus Law

Kekeliruan Tugas Otonomi Disebut Jadi Alasan Lahirnya Omnibus Law

Nasional
Rp 1 Triliun dari Pinjaman PEN Digunakan untuk Penanggulangan Banjir Jakarta

Rp 1 Triliun dari Pinjaman PEN Digunakan untuk Penanggulangan Banjir Jakarta

Nasional
Menlu AS Mike Pompeo Kunjungi Indonesia Pekan Depan

Menlu AS Mike Pompeo Kunjungi Indonesia Pekan Depan

Nasional
Dukung Gerakan Mahasiswa-Buruh, Fadli Zon: Parlemen Tak Mampu Lagi Kontrol Pemerintah

Dukung Gerakan Mahasiswa-Buruh, Fadli Zon: Parlemen Tak Mampu Lagi Kontrol Pemerintah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X