Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Novel Baswedan Ungkap Sejumlah Kejanggalan dalam Sidang Kasusnya

Kompas.com - 18/05/2020, 21:32 WIB
Devina Halim,
Krisiandi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mempertanyakan bekas guntingan pada barang bukti baju yang ia kenakan saat disiram dengan air keras oleh dua orang tak dikenal, 11 April 2017 silam.

Novel tidak merasa pernah menggunting baju tersebut. Sebab, ia sendiri yang melepas baju dikenakannya usai kejadian dan berlari mencari air sebagai pertolongan pertama.

“Ini hal yang menurut saya aneh kenapa barang bukti itu harus dipotong dan potongannya ada di mana. Tentu ini kan suatu upaya untuk menyembunyikan fakta,” kata Novel dalam diskusi daring, Senin (18/5/2020).

Baca juga: Novel Baswedan: Mata Kiri Saya Sudah Tidak Bisa Melihat

Kejanggalan lain yang dirasakan Novel dalam persidangan kasusnya yaitu terkait cairan yang digunakan untuk menyerangnya.

Dakwaan JPU menyebut air yang disiramkan ke Novel merupakan air aki. Novel pun memastikan cairan tersebut adalah air keras.

Alasan pertama, aroma cairan sangat menyengat.

Kemudian, dari segi efek. Menurutnya, air keras yang sempat jatuh ke jalan hingga membuat beton berubah warna atau melepuh.

Air keras tersebut juga membuat baju yang ia kenakan saat kejadian seperti beruap.

Wajahnya pun terasa sangat panas setelah terkena air keras tersebut.

“Ada saksi-saksi yang melihat bahwa baju saya yang kena air keras itu seperti beruap dan ketika dipegang dengan tangan biasa tanpa alat bantu, itu terasa sangat panas,” tuturnya.

“Tentu itu bukanlah ciri-ciri dari air aki, itu jelas menunjukkan air keras,” imbuh dia.

Baca juga: 9 Kejanggalan dalam Sidang Kasus Penyerangan Novel Baswedan Menurut Tim Advokasi

Kejanggalan lain dalam persidangan adalah “hilangnya” botol untuk menampung air keras dari barang bukti saat persidangan.

Padahal, warga melihat botol tersebut di TKP. Penyidik pun mengonfirmasi keberadaan botol tersebut ketika ditanya Novel sebelumnya.

Selanjutnya, Novel juga merasakan kejanggalan dari pertanyaan jaksa.

“Dia (jaksa) berharap saya menganalisis atau memberikan penjelasan, diasumsikan saya sebagai penyidik, bagaimana kalau ada orang yang datang menemui penydidik dan mengaku bahwa dia adalah pelaku kejahatan itu, apakah saya sebagai penyidik akan memproses apa tidak,” ucap Novel.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Halalbihalal Merawat Negeri

Halalbihalal Merawat Negeri

Nasional
Tak Ada Tim Transisi pada Pergantian Pemerintahan dari Jokowi ke Prabowo

Tak Ada Tim Transisi pada Pergantian Pemerintahan dari Jokowi ke Prabowo

Nasional
Kasasi KPK Dikabulkan, Eltinus Omaleng Dihukum 2 Tahun Penjara

Kasasi KPK Dikabulkan, Eltinus Omaleng Dihukum 2 Tahun Penjara

Nasional
Penetapan Presiden di KPU: Prabowo Mesra dengan Anies, Titiek Malu-malu Jadi Ibu Negara

Penetapan Presiden di KPU: Prabowo Mesra dengan Anies, Titiek Malu-malu Jadi Ibu Negara

Nasional
Gibran Bertemu Ma'ruf Amin, Saat Wapres Termuda Sowan ke yang Paling Tua

Gibran Bertemu Ma'ruf Amin, Saat Wapres Termuda Sowan ke yang Paling Tua

Nasional
Anies Dinilai Masih Berpeluang Maju Pilkada Jakarta, Mungkin Diusung Nasdem dan PKB

Anies Dinilai Masih Berpeluang Maju Pilkada Jakarta, Mungkin Diusung Nasdem dan PKB

Nasional
Petuah Jokowi-Ma'ruf ke Prabowo-Gibran, Minta Langsung Kerja Usai Dilantik

Petuah Jokowi-Ma'ruf ke Prabowo-Gibran, Minta Langsung Kerja Usai Dilantik

Nasional
Kejagung Periksa 3 Saksi Terkait Kasus Korupsi Timah, Salah Satunya Pihak ESDM

Kejagung Periksa 3 Saksi Terkait Kasus Korupsi Timah, Salah Satunya Pihak ESDM

Nasional
Tak Dukung Anies Maju Pilkada Jakarta, PKS Dinilai Ogah Jadi “Ban Serep” Lagi

Tak Dukung Anies Maju Pilkada Jakarta, PKS Dinilai Ogah Jadi “Ban Serep” Lagi

Nasional
2 Prajurit Tersambar Petir di Mabes TNI, 1 Meninggal Dunia

2 Prajurit Tersambar Petir di Mabes TNI, 1 Meninggal Dunia

Nasional
Usung Perubahan Saat Pilpres, PKB-Nasdem-PKS Kini Beri Sinyal Bakal Gabung Koalisi Prabowo

Usung Perubahan Saat Pilpres, PKB-Nasdem-PKS Kini Beri Sinyal Bakal Gabung Koalisi Prabowo

Nasional
[POPULER NASIONAL] Anies-Muhaimin Hadir Penetapan Presiden-Wapres Terpilih Prabowo-Gibran | Mooryati Soedibjo Tutup Usia

[POPULER NASIONAL] Anies-Muhaimin Hadir Penetapan Presiden-Wapres Terpilih Prabowo-Gibran | Mooryati Soedibjo Tutup Usia

Nasional
Sejarah Hari Posyandu Nasional 29 April

Sejarah Hari Posyandu Nasional 29 April

Nasional
Tanggal 27 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 27 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Wakil Ketua KPK Dinilai Punya Motif Buruk Laporkan Anggota Dewas

Wakil Ketua KPK Dinilai Punya Motif Buruk Laporkan Anggota Dewas

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com