Kompas.com - 18/05/2020, 20:25 WIB
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (14/4/2020). DOKUMENTASI BNPBKepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (14/4/2020).
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengingatkan masyarakat untuk sebisa mungkin tetap di rumah dan menghindari kerumunan di ruang publik.

Hal ini disampaikan Doni menanggapi masyarakat yang ramai mengunjungi ruang publik seperti pusat perbelanjaan menjelang hari raya Idul Fitri.

"Sekali lagi marilah kita sama-sama meningkatkan kesadaran bahwa aktivitas kita menimbulkan kerumunan akan membahayakan baik membahayakan diri kita maupun membahayakan orang-orang di sekitar kita," kata Doni dalam video conference, Senin (18/5/2020).

Baca juga: Pedagang Kaki Lima di Pasar Anyar Tangerang Berdagang dalam Garis Kotak

Doni tak menjawab pertanyaan apakah pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas yang menimbulkan kerumunan.

Ia hanya mengingatkan bahwa potensi penularan virus corona di keramaian sangat tinggi.

"Kalau kita negatif mungkin kita yang akan tertular, tapi kalau kita positif tanpa gejala bisa jadi kita yang menulari," kata dia.

Belum lagi jika yang tertular adalah kelompok yang memiliki penyakit komorbid atau penyerta seperti hipertensi, diabetes, jantung, paru, asma dan ginjal serta beberapa penyakit lainnya. Hal tersebut akan berakibat fatal.

"Sehingga dengan demikian sekali lagi kami dari gugus tugas mengajak masyrakat agar hentikan kegiatan yang menimbulkan pertemuan satu orang dengan orang lain," kata dia.

Salah satu kerumunan yang viral di media sosial adalah di Pasar Anyar Bogor.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Senin (18/5/2020), menertibkan ratusan lapak pedagang di kawasan Pasar Anyar karena melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X