Kompas.com - 18/05/2020, 11:51 WIB
Proses penyerahan kali ini dilakukan dengan menggunakan Video Conference yang dilaksanakan bersama Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya. Atase Pertahanan RI – Singapura, Kol PNB Benny Arfan, Perwakilan Temasek Foundation, Perwakilan Tuan Sing Holding dan Perwakilan dari Sinar Mas serta Wali Kota Bata, HM Rudi. DOK Dubes RI untuk SingapuraProses penyerahan kali ini dilakukan dengan menggunakan Video Conference yang dilaksanakan bersama Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya. Atase Pertahanan RI – Singapura, Kol PNB Benny Arfan, Perwakilan Temasek Foundation, Perwakilan Tuan Sing Holding dan Perwakilan dari Sinar Mas serta Wali Kota Bata, HM Rudi.
Penulis Dani Prabowo
|
Editor Bayu Galih

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah tersebut sebanyak 116 orang.

Jumlah itu terdiri atas 87 warga Kepri dan 29 orang yang dirujuk ke Rumah Sakit Khusus Pulau Galang.

Dari total pasien positif, 82 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 11 orang lain meninggal dunia. Sedangkan 23 orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca juga: MUI Sebut Ada Pertentangan Sikap Pemerintah dalam Penanganan Covid-19

Adapun jumlah pasien dalam pengawasan, sebut Isdianto, sebanyak 466 orang. Sedangkan orang dalam pemantauan sebanyak 4.152 orang. Kemudian, orang tanpa gejala sebanyak 4.655 orang.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar menuturkan, jumlah pasien positif Covid-19 di wilayahnya sebanyak 99 orang.

Dari jumlah tersebut, enam orang telah dinyatakan meninggal dunia, 60 orang dinyatakan sembuh dan 33 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Saat ini, ia menambahkan, pihaknya terus membatasi aktivitas masyarakat seperti kegiatan sekolah, ibadah di rumah ibadah, hingga kegiatan di pusat keramaian seperti pasar guna menekan penyebaran virus corona di tengah masyarakat.

Baca juga: UPDATE 17 Mei: DKI Catat Penambahan Covid-19 Tertinggi, Kalsel Kasus Meninggal Terbanyak

Dampak kebijakan ini pun turut mengganggu aktivitas penerbangan dari Keppri ke Singapura maupun sebaliknya.

"Untuk saat ini tidak banyak lagi klaster yang sebabkan penularan karena kami terus melakukan pengawasan terhadap orang yang keluar masuk Provinsi Riau. Tentunya itulah kemungkinan saat ini terganggu hubungan antara Singapura dengan provinsi, apalagi bandara kita selalu sediakan pesawat ke Singapura," ucapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya KBRI Singapura telah menerima bantuan berupa berupa 3 juta masker medis dari Yayasan Temasek, yang disalurkan kepada Pemprov Riau, TNI dan Polri.

Selain itu, Yayasan Temasek juga telah membantu penanganan Covid-19 di Indonesia dengan menyalurkan 40.000 alat test kit berbasis RT PCR ke Jakarta, Bali, dan Batam.

Baca juga: Diperiksa Imigrasi, Turis Singapura yang Tinggal di Bedeng Disuruh Cari Indekos

Di samping bantuan medis, ada sejumlah kerja sama yang telah dijalin antara Yayasan Temasek dan sejumlah industri di Tanah Air, terutama dalam hal pengadaan kebutuhan dukungan non medis Singapura.

Kerja sama itu, antara lain pembelian dipan dan kasur komplit sebanyak 25 ribu set untuk kebutuhan fasilitas karantina darurat yang dibuka oleh Pemerintah Singapura; pembelian reusable masker, serta sumbangan hand sanitizer dan APD yang dapat digunakan oleh berbagai instansi di Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X