KILAS

Tingkatkan Pelayanan Penyaluran BST, Mensos Minta PT Pos Tambah Loket

Kompas.com - 17/05/2020, 10:19 WIB
Menteri Sosial Juliari P Batubara memberikan sambutan saat distribusikan Bansos Sosial Tunai  di Kantor Pos Cikampek, Kabupaten Karawang  (16/05/2020), tampak sebelah kanan Mensos, Dirut PT Pos Gilarsi Wahyu Setijono (topi dan jaket oranye). Dok. Humas KemensosMenteri Sosial Juliari P Batubara memberikan sambutan saat distribusikan Bansos Sosial Tunai di Kantor Pos Cikampek, Kabupaten Karawang (16/05/2020), tampak sebelah kanan Mensos, Dirut PT Pos Gilarsi Wahyu Setijono (topi dan jaket oranye).


KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Bartubara meminta PT Pos Indonesia menambah jumlah loket di titik-titik penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) secepat mungkin.

“Hal ini untuk memperluas jangkauan dan cover layanan untuk masyarakat,” kata Mensos di Jakarta, Minggu (17/05/2020).

Menurutnya, selama ini PT Pos juga telah melakukan pelayanan penjangkauan penyaluran BST melalui komunitas, namun hal tersebut dinilai masih kurang.

Oleh karenanya, ia meminta PT Pos lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan memperbanyak tempat penyaluran di kantor desa, sekolah, rukun warga (RW) atau lokasi yang mudah diakses Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setempat.

Baca juga: Sempat Bermasalah dengan Data Penerima, Warga Kelurahan Warakas Akhirnya Terima Bansos dari Kemensos

Selain itu, Mensos memerintahkan PT Pos memperpanjang durasi penyaluran
untuk memberikan kesempatan lebih luas melayani KPM dan menambah volume jumlah penerima BST.

“Bisa dimulai dari jam 07.00 sampai dengan selesai atau sampai malam setiap hari. Dengan demikian akan semakin banyak masyarakat yang bisa dilayani,” kata Mensos.

Berbagai program yang dilakukan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo terkait upaya akselerasi penyaluran BST.

“Saya sudah menempuh sejumlah langkah baik terkait dengan PT Pos maupun dengan satuan kerja terkait di Kementerian Sosial,” kata Mensos Juliari.

Baca juga: Keaktifan Tangsel Verifikasi DTKS, Mempermudah Kemensos Salurkan Bansos

Dalam keterangan tertulisnya, ia juga meminta Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) untuk selalu memonitor dan melaporkan kegiatan percepatan penyaluran BST setiap waktu.

Dengan demikian, ia berharap penyaluran BST bisa berlangsung cepat dan lancar, dengan mematahi protokol kesehatan.

“Mudah-mudahan dengan berbagai langkah ini, sebelum Hari Raya Idul Fitri, BST tahap I telah selesai disalurkan,” harapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Khawatir Kasus Covid-19 Melonjak, Menkes: Masyarakat Sudah Euforia, Tidak Waspada

Khawatir Kasus Covid-19 Melonjak, Menkes: Masyarakat Sudah Euforia, Tidak Waspada

Nasional
UPDATE Bencana di NTT: Korban Hilang Bertambah Satu Orang, Total 48

UPDATE Bencana di NTT: Korban Hilang Bertambah Satu Orang, Total 48

Nasional
Menlu Iran Kunjungi Indonesia Senin Besok, Bertemu Jokowi hingga Menlu Retno

Menlu Iran Kunjungi Indonesia Senin Besok, Bertemu Jokowi hingga Menlu Retno

Nasional
Jozeph Paul Zhang Diduga Tak di Indonesia, Polri Libatkan Interpol

Jozeph Paul Zhang Diduga Tak di Indonesia, Polri Libatkan Interpol

Nasional
Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 Turun, Jauh di Bawah Pelayan Publik

Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 Turun, Jauh di Bawah Pelayan Publik

Nasional
Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

Nasional
Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

Nasional
UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

Nasional
UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

Nasional
UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

Nasional
ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X