Kompas.com - 16/05/2020, 12:01 WIB
Pembawa acara Choky Sitohang dalam sesi wawancara di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2018). KOMPAS.com/Dian Reinis Kumampung Pembawa acara Choky Sitohang dalam sesi wawancara di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Selebritas mengajak masyarakat terus meningkatkan displin diri untuk menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Choky dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (16/5/2020). Dia menyebutkan, masyarakat harus peduli dengan situasi yang terjadi saat ini.

"Dengan pandemi ini kita mesti belajar mengambil hikmah. Taat dan displin adalah kuncinya. Kemudian kita tidak boleh menjadi apatis," kata Choky.

Menurut Choky, masyarakat harus memerhatikan imbauan-imbauan pemerintah terkait pengendalian Covid-19.

Baca juga: Belum Pasti Kapan Berakhir, Kenapa Kita Perlu Berdamai dengan Covid-19?

Ia juga mengajak masyarakat agar selalu mengikuti informasi atau instruksi yang benar.

"Kita boleh menyukai atau tidak menyukai orang, tapi kita sekarang terpaksa haruss mengikuti apa yang benar. Jadi jangan apatis terhadap pemerintah," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada kesempatan yang sama, hadir juga aktris Olivia Zalianty dan Marcella Zalianty. Olivia menegaskan pentingnya menjaga kesehatan diri.

Menurut Olivia, garda terdepan dalam penanganan Covid-19 adalah masyarakat sendiri.

Ia mengatakan, dengan kesadaran menjaga kesehatan diri, maka masyarakat telah membantu mengurangi beban para dokter dan perawat yang menangani Covid-19.

"Satu-satunya yang harus kita lakukan adalah menjaga diri kita sendiri. Kita sebagai masyarakat adalah garda terdepan. Bukan dokter atau perawat yang garda terdepan, tapi masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Marcella berharap pemerintah menyampaikan informasi terkait Covid-19 secara terpadu dan transparan.

Baca juga: Hampir 75 Persen Kabupaten/Kota di Indonesia Terdampak Covid-19

Sebab, kata dia, saat ini masyarakat dihadapi banyak hoaks atau berita bohong.

"Yang penting saat ini penyebaran informasi terpadu, benar adanya, dan membuat masyarakat clear mana yang hoax dan mana yang benar," kata Marcella.

"Jadi saya pikir informasii-informasi mengenai kesehatan perlu disosialisasikan secara benar, agar tidak misleading," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Dipulangkan, 60 Orang Pekerja Migran Bermasalah dari Malaysia Divaksin Covid-19

Sebelum Dipulangkan, 60 Orang Pekerja Migran Bermasalah dari Malaysia Divaksin Covid-19

Nasional
Kasus Covid-19 di Luar Jawa Naik, Menkes: Secara Nasional Terlihat Ada Penurunan

Kasus Covid-19 di Luar Jawa Naik, Menkes: Secara Nasional Terlihat Ada Penurunan

Nasional
Anggota DPR: Jangan karena Kejar Terget Vaksinasi, Prokes Diabaikan

Anggota DPR: Jangan karena Kejar Terget Vaksinasi, Prokes Diabaikan

Nasional
LIVE STREAMING: Pernyataan Jokowi soal Kelanjutan PPKM Level 4

LIVE STREAMING: Pernyataan Jokowi soal Kelanjutan PPKM Level 4

Nasional
Saudi Buka Umrah, Kemenag Sebut Asosiasi PPIU Sepakat Prioritaskan Penanganan Covid-19

Saudi Buka Umrah, Kemenag Sebut Asosiasi PPIU Sepakat Prioritaskan Penanganan Covid-19

Nasional
UPDATE: Sebaran 1.568 Kasus Kematian Covid-19, Paling Tinggi di Jatim

UPDATE: Sebaran 1.568 Kasus Kematian Covid-19, Paling Tinggi di Jatim

Nasional
KPK Tahan Tersangka Rudi Hartono Iskandar Terkait Pengadaan Lahan di Munjul

KPK Tahan Tersangka Rudi Hartono Iskandar Terkait Pengadaan Lahan di Munjul

Nasional
Menkes: Pesan Presiden, Vaksinasi di 7 Provinsi Jawa-Bali Harus Dipercepat

Menkes: Pesan Presiden, Vaksinasi di 7 Provinsi Jawa-Bali Harus Dipercepat

Nasional
UPDATE: Spesimen yang Diperiksa Jeblok, Hanya 151.216, Positivity Rate Versi PCR 39,48 Persen

UPDATE: Spesimen yang Diperiksa Jeblok, Hanya 151.216, Positivity Rate Versi PCR 39,48 Persen

Nasional
Gus Menteri Minta Mahasiswa Tingkatkan Produktivitas

Gus Menteri Minta Mahasiswa Tingkatkan Produktivitas

Nasional
UPDATE 2 Agustus: Tambah 32.807, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 2.842.345 Orang

UPDATE 2 Agustus: Tambah 32.807, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 2.842.345 Orang

Nasional
UPDATE 2 Agustus Ada 109.374 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 2 Agustus Ada 109.374 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 2 Agustus: Ada 523.164 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 2 Agustus: Ada 523.164 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 2 Agustus: Sebaran 22.404 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Tengah

UPDATE 2 Agustus: Sebaran 22.404 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Tengah

Nasional
UPDATE 2 Agustus: Tambah 1.568, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 97.291

UPDATE 2 Agustus: Tambah 1.568, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 97.291

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X