Kompas.com - 15/05/2020, 10:25 WIB
Ilustrasi pesawat ShutterstockIlustrasi pesawat

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak kurang dari 95 warga negara Indonesia (WNI) melakukan repatrasi mandiri dari Manila menuju Jakarta, Kamis (14/5/2020). Sebagian dari WNI yang repatriasi merupakan jemaah tablig.

Berdasarkan keterangan dari KBRI Manila, repatriasi dilakukan dengan menggunakan pesawat charter Air Asia pukul 14.25 waktu setempat.

"Repatriasi WNI ini dilakukan secara mandiri oleh WNI terdampak kebijakan enhance community quarantine (ECQ) atau karantina wilayah, yang ingin kembali ke Indonesia, namun terkendala ketersediaan penerbangan reguler dari Manila ke Jakarta," tulis keterangan tersebut.

Baca juga: Lawan Virus Corona, Filipina Tutup Ibu Kota Manila

Keberangkatan mereka menuju bandara dilakukan langsung oleh Dubes RI untuk Manila, Sinyo Sarundajang.

Dari total 95 orang yang kembali ke Tanah Air, 32 orang di antaranya merupakan jemaah tablig.

"Selain itu, juga terdapat 21 siswa sekolah pilot di Marinduque, yang sehari sebelumnya diupayakan ketibaannya dari Pulau Marinduque. Selebihnya merupakan WNI yang menetap di Filipina, namun karena alasan mendesak harus kembali ke Indonesia," imbuh keterangan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum terbang, seluruh penumpang telah dipastikan dalam keadaan sehat.

Baca juga: Kasus Covid-19 Capai 10.000, Filipina Akan Lakukan Uji Coba Obat Avigan

 

Hal itu dibuktikan dengan adanya surat keterangan sehat dari otoritas kesehatan setempat.

Untuk diketahui, pesawat Air Asia yang digunakan untuk penerbangan, sebelumnya digunakan untuk memulangkan 22 warga negara Filipina dari Indonesia.

Hal itu terjadi sebagai bentuk kerjasama KBRI Manila dengan Kedubes Filipina di Jakarta untuk perlindungan warga negara masing-masing di masa epidemik Covid-19.

"Fasilitasi KBRI Manila terhadap repatriasi mandiri ini merupakan wujud upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal terhadap WNI di luar negeri," tutup keterangan itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan 2 Kapal Perang Baru, Prabowo Minta TNI AL Jaga Aset Rakyat

Serahkan 2 Kapal Perang Baru, Prabowo Minta TNI AL Jaga Aset Rakyat

Nasional
Polri dan Reformasi Setengah Hati

Polri dan Reformasi Setengah Hati

Nasional
Menlu Sebut Negara Pasifik Jadi Elemen Penting Politik Luar Negeri Indonesia

Menlu Sebut Negara Pasifik Jadi Elemen Penting Politik Luar Negeri Indonesia

Nasional
Kapolri: Saya Ingin Polisi Dicintai sebagai Pelindung dan Pengayom Masyarakat

Kapolri: Saya Ingin Polisi Dicintai sebagai Pelindung dan Pengayom Masyarakat

Nasional
Menekan Sendi Kehidupan, Alasan PAN Tak Setuju PCR Diwajibkan di Semua Transportasi

Menekan Sendi Kehidupan, Alasan PAN Tak Setuju PCR Diwajibkan di Semua Transportasi

Nasional
Pidato di KTT ASEAN-AS, Jokowi: Tak Ada Perdamaian di Asia Tanpa ASEAN

Pidato di KTT ASEAN-AS, Jokowi: Tak Ada Perdamaian di Asia Tanpa ASEAN

Nasional
Spesifikasi dan Asal-usul Nama 2 Kapal Perang yang Diserahkan Prabowo ke TNI AL

Spesifikasi dan Asal-usul Nama 2 Kapal Perang yang Diserahkan Prabowo ke TNI AL

Nasional
Soal Harga Tes PCR, Anggota DPR: Jika Tidak Ada Kepentingan Bisnis, Harusnya Bisa Lebih Murah

Soal Harga Tes PCR, Anggota DPR: Jika Tidak Ada Kepentingan Bisnis, Harusnya Bisa Lebih Murah

Nasional
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Menkes Monitor Ketat Varian Corona Delta dan AY.4.2

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Menkes Monitor Ketat Varian Corona Delta dan AY.4.2

Nasional
Moeldoko: Setelah Berhasil Kendalikan Covid-19, Indonesia Dipuji Banyak Negara

Moeldoko: Setelah Berhasil Kendalikan Covid-19, Indonesia Dipuji Banyak Negara

Nasional
PAN Lirik Sejumlah Tokoh untuk Capres 2024, Ada Erick Thohir, Anies, Ganjar hingga Puan

PAN Lirik Sejumlah Tokoh untuk Capres 2024, Ada Erick Thohir, Anies, Ganjar hingga Puan

Nasional
Satgas: Jangan Sampai Terjadi Lonjakan Covid-19 seperti Negara Lain

Satgas: Jangan Sampai Terjadi Lonjakan Covid-19 seperti Negara Lain

Nasional
Keterangan Saksi-saksi Kasus Unlawful Killing Laskar FPI: Lihat Mobil Berhenti Mendadak hingga Golok di Kendaraan

Keterangan Saksi-saksi Kasus Unlawful Killing Laskar FPI: Lihat Mobil Berhenti Mendadak hingga Golok di Kendaraan

Nasional
[POPULER NASIONAL] Panglima TNI Mutasi-Promosi 108 Perwira Tinggi | Sudi Silalahi Sempat Jalan Pagi lalu Nyeri Perut Sebelum Meninggal

[POPULER NASIONAL] Panglima TNI Mutasi-Promosi 108 Perwira Tinggi | Sudi Silalahi Sempat Jalan Pagi lalu Nyeri Perut Sebelum Meninggal

Nasional
Anggota Komisi I Sebut Situs Pemerintah Kerap Jadi Ajang 'Latihan' Peretas

Anggota Komisi I Sebut Situs Pemerintah Kerap Jadi Ajang "Latihan" Peretas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.