Kompol Rossa yang Kembali Bekerja di KPK Setelah Dikembalikan ke Polri...

Kompas.com - 15/05/2020, 06:14 WIB
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (30/1/2020). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DPlt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (30/1/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali mempekerjakan Kompol Rossa Purbo Bekti sebagai penyidik KPK setelah sebelumnya ia dikembalikan ke Polri.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Rossa dipastikan kembali bekerja di KPK setelah pimpinan KPK membatalkan surat keputusan pemberhentian Kompol Rossa sebagai penyidik KPK.

"KPK memutuskan telah meninjau kembali dan membatalkan serta menyatakan tidak berlaku surat Keputusan Sekretaris Jenderal KPK Nomor 123 Tahun 2020 tentang Pemberhentian dengan Hormat Pegawai Negeri yang Dipekerjakan pada KPK atas nama Rossa Purbo Bekti terhitung mulai tanggal 1 Februari 2020," kata Ali dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2020).

Baca juga: Kompol Rossa Kembali Bertugas, Wadah Pegawai Apresiasi Pimpinan KPK

Ali mengatakan, keputusan itu diambil secara kolektif kolegial oleh pimpinan KPK dalam rapat pimpinan KPK yang digelar pada Sabtu (6/5/2020).

KPK pun telah menerbitkan Surat Keputusan Sekjen KPK Nomor 744.1 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keputusan Sekjen KPK Nomor 123 Tahun 2020 tentang Pemberhentian dengan hormat Pegawai Negeri yang Dipekerjakan pada KPK tertanggal 6 Mei 2020 lalu.

Ali mengatakan, pembatalan SK Sekjen KPK itu karena memperhatikan dan mengingat antara lain Surat Kapolri tertanggal 3 Maret 2020 perihal Tanggapan atas Pengembalian Penugasan Anggota Polri di lingkungan KPK guna memperkerjakan kembali Pegawai Negeri yang Dipekerjakan atas nama Rossa Purbo Bekti sampai tanggal 23 September 2020.

"Dengan demikian, saat ini hak-hak kepegawaian Rossa Purbo Bekti telah kembali sebagaimana sebelum diterbitkannya Keputusan Sekjen KPK Nomor 123 Tahun 2020 tersebut," ujar Ali.

Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo mengapresiasi keputusan pimpinan KPK yang mengembalikan Kompol Rossa sebagai penyidik.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dewan Pengawas KPK dan Mabes Polri.

"Terima kasih kepada pimpinan KPK, Dewas KPK, Mabes Polri sehingga Mas Rossa sudah kembali bekerja di KPK dan bergabung lagi bersama kami," ujar Yudi, Kamis.

Baca juga: ICW: Sudah Terang, Pengembalian Kompol Rossa ke Polri Langgar Prosedur

Ia mengatakan, kembalinya Rossa menjadi penyemangat bagi para pegawai KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia.

Menurut Yudi, Rossa merupakan seorang penyidik berintegritas dan pekerja keras serta memiliki kepribadian yang baik.

"Kembalinya mas Rossa merupakan salah satu penyemangat bagi kami pegawai KPK untuk terus berkomitmen memberantas korupsi di negeri ini," kata Yudi.

Pelanggaran prosedur

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditanya Isu Reshuffle oleh Politisi PKB dan Demokrat, Jokowi Tertawa

Ditanya Isu Reshuffle oleh Politisi PKB dan Demokrat, Jokowi Tertawa

Nasional
Kasus ABK WNI Meninggal di Kapal China Kembali Terjadi, Kapolri Diminta Bertindak

Kasus ABK WNI Meninggal di Kapal China Kembali Terjadi, Kapolri Diminta Bertindak

Nasional
Gunakan Heli Merah Putih, Presiden Jokowi Tiba di Kapuas

Gunakan Heli Merah Putih, Presiden Jokowi Tiba di Kapuas

Nasional
UPDATE: Tambah 83, RSD Wisma Atlet Tangani 924 Pasien Positif Covid-19

UPDATE: Tambah 83, RSD Wisma Atlet Tangani 924 Pasien Positif Covid-19

Nasional
Jika Tak Bisa Cetak Dokumen Kependudukan secara Mandiri, Ini Saran Dukcapil

Jika Tak Bisa Cetak Dokumen Kependudukan secara Mandiri, Ini Saran Dukcapil

Nasional
Jokowi Sebut Krisis Ekonomi Global akibat Pandemi Covid-19 Mengerikan

Jokowi Sebut Krisis Ekonomi Global akibat Pandemi Covid-19 Mengerikan

Nasional
Ekstradisi Maria Pauline Lumowa Dilakukan pada Masa 'Injury Time'

Ekstradisi Maria Pauline Lumowa Dilakukan pada Masa "Injury Time"

Nasional
Menristek: Sebagian Besar Tipe Virus Corona di Indonesia Punya Kesamaan dengan Wuhan

Menristek: Sebagian Besar Tipe Virus Corona di Indonesia Punya Kesamaan dengan Wuhan

Nasional
Wapres Beri Bantuan Pesantren di Sukabumi untuk Terapkan Protokol Kesehatan

Wapres Beri Bantuan Pesantren di Sukabumi untuk Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Bertemu Buron 17 Tahun Maria Pauline, Yasonna: Hadapi Saja dengan Tenang

Bertemu Buron 17 Tahun Maria Pauline, Yasonna: Hadapi Saja dengan Tenang

Nasional
Pesona Papua Diharapkan Hadir di Televisi dengan Wajah Positif

Pesona Papua Diharapkan Hadir di Televisi dengan Wajah Positif

Nasional
Antisipasi Kemungkinan Penularan Covid-19 Lewat Udara, Ini Saran Yurianto

Antisipasi Kemungkinan Penularan Covid-19 Lewat Udara, Ini Saran Yurianto

Nasional
Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi di Danareksa Sekuritas

Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi di Danareksa Sekuritas

Nasional
Gugus Tugas: Zona Hijau Belum Tentu Aman dari Penularan Covid-19

Gugus Tugas: Zona Hijau Belum Tentu Aman dari Penularan Covid-19

Nasional
Menurut Bawaslu, Ini 6 Titik Rawan pada Tahapan Pencalonan Pilkada

Menurut Bawaslu, Ini 6 Titik Rawan pada Tahapan Pencalonan Pilkada

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X