Cegah Krisis Pangan karena Pandemi Covid-19, Ini yang Dilakukan Kemendes

Kompas.com - 14/05/2020, 15:45 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam salah satu kesempatan. DOK. Humas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam salah satu kesempatan.
Penulis Dani Prabowo
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi Pangan dan Pertanian Internasional (FAO) telah memperingatkan potensi krisis pangan di seluruh dunia akibat pandemi Covid-19.

Kondisi itu pun juga berpotensi terjadi di Tanah Air, sehingga harus disikapi dengan sejumlah langkah strategis guna mempersiapkan ketahanan pangan nasional.

Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar menuturkan, pandemi Covid-19 berpotensi mengakibatkan terjadinya kesulitan tenaga kerja.

Baca juga: Belanja Online Sembako di Lumbung Pangan Jatim, Gratis Ongkir

Di samping sulitnya impor bahan pangan karena masing-masing negara akan memprioritaskan kebutuhan pangan masyarakatnya terlebih dahulu.

"Impor akan sulit karena negara akan berpikir untuk dirinya sendiri. Sehingga, Pak Presiden membuat sinyalemen bahwa ke depan (akan terjadi) dari globalisasi menjadi deglobalisasi," ungkap Abdul Halim saat konferensi pers virtual, Kamis (14/5/2020).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kemendes PDTT mengajukan intensifikasi 1,8 juta hektare lahan pertanian yang terletak di 3,2 juta hektare kawasan transmigrasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk tahap pertama, ada 509.000 hektare lahan yang telah dinyatakan siap dan memenuhi syarat pelaksanaan intensifikasi lahan pertanian.

"Pola intensifikasi sawah transmigrasi itu minimal ada lima hal yang mempengaruhi," kata dia.

Syarat itu meliputi ketersediaan lahan, tenaga kerja, rice milling unit dan irigasi, bibit unggul dan pupuk, serta off taker dan mitra kerja.

Ditargetkan, intensifikasi ini dapat mulai pelaksanaannya pada musim tanam kemarau Mei-Juni 2020 untuk jenis padi yang tahan pasokan minim air seperti padi gogo.

Sementara nantinya pada musim tanam September-Desember 2020, akan ditanam jenis padi unggul yang sarat kebutuhan air karena pada saat itu umumnya banyak diguyur hujan.

Jika sesuai rencana, ia menambahkan, masa tanam dan panen akan mencapai dua kali selama setahun. Dari total dua kali masa panen ditargetkan produksi gabah kering panen mencapai 5 juta ton atau perkiraan hanya sekitar 2 juta ton beras dalam setahun.

Baca juga: Presiden Soroti Tingginya Harga Bawang dan Gula, Satgas Pangan Polri Gelar Sidak

Dengan asumsi kebutuhan beras orang dewasa 125 kilogram per tahun, maka dapat memenuhi kebutuhan pangan sekitar 16 juta orang dalam setahun.

"Itu baru satu segmen dan baru 500.000 hektare. Yang 1,3 juta hektare akan kita siapkan dulu mekanisasi, irigasi dan rice milling unitnya. Mulainya kapan? Nanti 2021 kita akan gerak yang 1,3 juta hektare ini," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terkait 'Swab Test' Rizieq Shihab, Polri Akan Periksa 4 Direktur RS Ummi Bogor

Terkait "Swab Test" Rizieq Shihab, Polri Akan Periksa 4 Direktur RS Ummi Bogor

Nasional
Paslon Cellica-Aep Siapkan Program Keagamaan untuk Kabupaten Karawang

Paslon Cellica-Aep Siapkan Program Keagamaan untuk Kabupaten Karawang

Nasional
Penangkapan Edhy Prabowo, LP3ES: Seperti Hujan di Tengah Kemarau Panjang

Penangkapan Edhy Prabowo, LP3ES: Seperti Hujan di Tengah Kemarau Panjang

Nasional
Koalisi Masyarakat Sipil Minta Polri Usut Tuntas Aksi Teror di Kabupaten Sigi

Koalisi Masyarakat Sipil Minta Polri Usut Tuntas Aksi Teror di Kabupaten Sigi

Nasional
Di HUT PSI, Jokowi: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Berani dan Gesit

Di HUT PSI, Jokowi: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Berani dan Gesit

Nasional
PKS Targetkan Perolehan Suara Minimal 15 Persen pada Pemilu 2024

PKS Targetkan Perolehan Suara Minimal 15 Persen pada Pemilu 2024

Nasional
Sebaran 6.267 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Sebaran 6.267 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
Pasca-aksi Teror di Sigi, Mahfud Minta Pimpinan Umat Beragama Tak Terprovokasi Isu SARA

Pasca-aksi Teror di Sigi, Mahfud Minta Pimpinan Umat Beragama Tak Terprovokasi Isu SARA

Nasional
UPDATE 29 November: Ada 70.792 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 29 November: Ada 70.792 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 29 November: Bertambah 169, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Jadi 16.815 Orang

UPDATE 29 November: Bertambah 169, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Jadi 16.815 Orang

Nasional
UPDATE 29 November: 42.903 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 29 November: 42.903 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 29 November: Ada 71.658 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 29 November: Ada 71.658 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 6.267 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

UPDATE: 6.267 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

Nasional
UPDATE 29 November: Tambah 3.810, Total Pasien Sembuh dari Covid-19 Jadi 445.793

UPDATE 29 November: Tambah 3.810, Total Pasien Sembuh dari Covid-19 Jadi 445.793

Nasional
Banjir di Tebing Tinggi, Ribuan Rumah Terendam dan 114 KK Mengungsi

Banjir di Tebing Tinggi, Ribuan Rumah Terendam dan 114 KK Mengungsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X