Kompas.com - 13/05/2020, 19:45 WIB
Ilustrasi tambang KOMPAS/ADHITYA RAMADHANIlustrasi tambang

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Bidang Manajemen Pengetahuan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Siti Rahma Mary menilai pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) akan memperburuk kondisi kelestarian lingkungan hidup.

"RUU Minerba, satu kerugian yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia dan juga kita patut berduka cita atas disahkannya RUU Minerba karena ini akan membuat situasi menjadi lebih buruk," ujar Rahma dalam sebuah diskusi, Rabu (14/5/2020).

Baca juga: Jatam: Pembahasan RUU Minerba Tak Libatkan Masyarakat Lingkar Tambang

Rahma meyakini dengan UU Minerba yang baru, akan banyak korporasi yang memperoleh perpanjangan izin baru.

Sementara, UU Minerba juga tidak mengatur kewajiban korporasi melakukan reklamasi di bekas galian tambang.

"Setelah RUU Minerba disahkan akan banyak korporasi yang memperoleh perpanjangan izin, izin baru," kata Rahma.

"Pascatambang juga akan lebih buruk karena lebih menguntungkan perusahaan untuk tidak melakukan reklamasi," tutur dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Setidaknya Ada 7 Persoalan di dalam Pembahasan RUU Minerba

Sebelumnya diberitakan, DPR resmi mengesahkan RUU Minerba menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2020).

RUU Minerba menuai banyak polemik dari berbagai kalangan. Selain pembahasannya yang dipercepat, terdapat beberapa pasal yang juga dinilai menguntungkan satu pihak saja.

Salah satunya adalah penjaminan perpanjangan Kontrak Karya atau Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) tanpa pelelangan yang tercantum dalam Pasal 169A.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.